
Setelah beberapa saat memilih, akhirnya aku menemukan cincin couple yang aku suka.😍
Disana walo terlihat dari jauh seperti polos tapi jika diperhatikan lagi, terdapat ukiran kecil haruf depan nama kami berdua.
“Kok bisa kebetulan seperti ini ya?!🤔” gumamku dalam hati saat melihat cincin itu
“Gimana? Sudah kamu temukan?” tanya pak Sendy
“Sudah pak.” Sahutku
“Yang mana?” tanya pak Sendy
“Yang itu pak.” Ucapku sambil menunjuk ke arah cincin yang aku suka
“Oh yang itu ya?!” ucapnya memastikan dan akupun mengangguk
“Ok. Klo gitu kita beli.” Ucapnya sambil memanggil pegawai toko
Setelah beberapa saat...
“Iya ada yang bisa saya bantu pak?” tanya pegawai toko itu
“Mba, saya mau beli cincin yang itu.” Ucap pak Sendy
“Oh yang ini ya pak?!” ucap pegawai toko itu sambil mengambilkan sepasang cincin couple yang dimaksud
“Iya mba.” Sahut pak Sendy
“Sebentar ya pak. Saya timbang dulu gram nya buat memastikan saja.” Ucap pelayan toko itu dan pak Sendy pun mengangguk
“Pak, totalnya semua 5 gram pak. Jadi bapak harus bayar sekitar 3 juta.” Ucap pelayan toko itu
"Wow mahal...😲" gumamku terkejut
“Pak, mahal. Ga usah jadi beli aja pak.” Bisikku
“Stsstt...” sahut pak Sendy yang menyuruhku diam
__ADS_1
“Ini mba.” Ucap pak Sendy mengeluarkan kartu debitnya
“Sebentar ya pak.” Ucap pelayan toko tersebut
“Pak, silahkan masukkan nomor PIN nya.” Pinta pelayan toko itu
“Ini pak. Cincin yang bapak beli.” Ucap palayan toko itu setelah pak Sendy selesai malakukan pembayaran
***
Sesampainya di rumah...
“Tia, mulai sekarang kamu pakai cincin ini dan jangan pernah sekalipun di lepas.” Pinta pak Sendy tegas
“Tapi pak, klo pihak sekolah tau bagaimana?” ucapku ragu
“Itu urusanku. Kamu yang penting sekarang belajar yang serius, dan jangan coba-coba buat selingkuh.” Ancam pak Sendy
“Ya udah sana, sekarang kamu tidur. Besok kita harus berangkat pagi.” Ucap pak Sendy
***
“ Hadeuh... Hari yang melelahkan 😧.” Gumamku sebelum akhirnya ketiduran
Keesokan harinya, kami barangkat ke sekolah seperti biasa. Hanya saja aku yang menjadi lebih diam dari biasanya.
“Jangan seperti ini. Biasa aja. Jadi dirimu yang seperti biasanya.” Ucap pak Sendy ketika mobil memasuki tempat parkir
“Pak, aku turun dulu.” Ucapku ketika mobil sudah di parkir
“Tunggu sebentar.” Ucap pak sendy tiba-tiba
“Ada apa pak?” tanyaku terkejut
“Coba aku lihat cincin kamu.” Ucap pak Sendy, dan akupun menunjukkannya
“Ya udah. Sana ke kelas. Ingat, jangan di lepas dan seperti biasa, pulang sekolah nanti datang ke ruang BK.” Ucapnya dan akupun mengangguk
__ADS_1
Sesampainya di kelas, aku duduk lemas
“Akhirnya, bisa lepas juga dari si pak Sendy itu😩.” Gumamku dalam hati sambil meletakkan kepalaku di atas meja.
“Woi.. Ngelamun aja.” Teriak Rika mengagetkanku
“Ya ampun Rika, lo ngagetin gue aja. Klo gue pingsan gara-gara serangan jantung gimana?!” protesku
“Tapi buktinya ga pingsan kan?!” celetuknya
“Auh ah.” Sahutku
“Lagian, Klo gue perhatiin, lo kok kaya’ orang stres gitu? Ada apa?” tanya si Rika
“Hehehe...” cengirku
“Lha dia ditanya bukannya jawab, malah nyengir. Jelek tau.” Celetuknya
“Biarin..” sahutku ngasal
“Ayolah cerita, ada apa? Eh ini cincin bukannya kemarin belum ada ya?! Cincin dari siapa?!” tanyanya kepo
“Tebak aja sendiri😒.” Sahutku ngasal
.
.
.
.
Bersambung...
Kira-kira si Rika bisa menebaknya atau tidak ya?!
Tunggu kisah selanjutnya di next...
__ADS_1
Jangan lupa kasih komentar nya ya. Dan juga like nya..🙏