Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Pindah sekolah


__ADS_3

Setelah mengucapkan itu semua, kakek pun segera menghubungi orang tua angkat Fia yang tak lain dan tak bukan adalah anaknya sendiri sekaligus pamannya pak Sendy


“Halo.” Ucap kakek setelah telepon di angkat


“Iya. Halo, ayah. Ada apa? Tumben ayah telepon. Ada masalah apa?” tanya paman pak Sendy


“Kamu tolong sekarang datang ke rumah. Penting.” Ucap kakek sambil melihat ke arah Fia dengan tatapan tajam sementara Fia diam tak bergeming


“Baiklah, yah. Aku ke sana sekarang.” Ucap paman pak sendy dan kemudian memutuskan sambungan teleponnya


Setelah menunggu beberapa saat, pamannya pun datang dan langsung menemui kakek


“Ada apa, yah?” tanya paman pak Sendy


“Tanya tuh sama anakmu yang tercinta ini. Selama ini apa yang sudah dia lakukan di sekolah barunya.” Ucap kakek


“Fia, sebenarnya ini ada apa? Apa yang sudah kamu lakukan di sekolah?” tanya paman pak Sendy


“Paman, ini tadi ada titipan surat dari pihak sekolah untuk paman.” Ucap pak Sendy yang memberikan surat teguran dari sekolah


Paman pak Sendy pun menerimanya dan langsung membacanya. Betapa terkejutnya paman pak Sendy setelah membaca surat tersebut

__ADS_1


“Fia..!! Kamu...!! Kamu ini kenapa bertindak seperti ini? Kamu tahu tidak, apa akibat dari perbuatan kamu ini?” ucap paman pak Sendy menahan amarah


“Memangnya kenapa? Aku kan hanya bicara apa adanya.” Ucap Fia yang masih membela dirinya sendiri


“Ok. Memang benar kamu bicara sesuai kenyataan. Tapi apa kamu tidak memikirkan akibatnya?! Lalu sekarang ayah mau tanya sama kamu. Kamu kenapa melakukan ini semua?” tanya paman pak Sendy yang masih berusaha tenang


“Karena.. Karena... Hmm..” Fia menjadi ragu dengan apa yang akan dia jawab


“Iya. Karena apa?” tanya paman pak Sendy


“Hmm.. Kerena aku menyukai mas Sendy, ayah. Aku tidak suka kalau ada orang lain yang merebut mas Sendy dariku. Apalagi itu Tia.” Sahut Fia pada akhirnya dan membuat paman serta kakek menjadi terkejut mendengarnya


“Begini, Fia. Memang salah kami yang dari awal tidak memberitahukan masalah ini pada kamu. Karena waktu itu kami pikir, tidak akan terjadi masalah seperti ini.” Ucap paman pak Sendy


“Dan masalah Tia merebut Sendy dari kamu, itu sebenarnya tidak seperti itu. Karena mereka sudah memiliki hubungan dari Tia berumur 10 tahun dan Sendy 17 tahun. Sedangkan kamu hadir di tengah-tengah kami itu baru berjalan 5 tahun. Jadi, Tia tidaklah merebut Sendy dari kamu.” Ucap kakek menambahkan


“Tapi tetap saja aku tidak suka melihatnya.” Ucap Fia kekeh


“Suka atau tidak suka, kamu harus tetap bisa menerima kenyataan kalau aku sudah menikah dan aku juga sangat mencintai istriku, Tia.” Ucap pak Sendy


“Sudah.. Sudah.. Sekarang begini saja. Daripada kamu terus menerus merasa cemburu seperti ini, mulai besok lebih baik kamu tidak usah lagi sekolah di sana. Kamu akan ayah kirim untuk sekolah di luar kota.” Ucap paman pak Sendy

__ADS_1


“Tapi, yah..” ucapan Fia di potong oleh paman pak Sendy


“Tidak ada tapi-tapian. Lebih baik kamu sekarang pulang dan rapikan barang-barang kamu yang akan kamu bawa nanti.” Ucap paman pak Sendy


Mendengar ucapan dari ayahnya, Fia pun mau tidak mau menurutinya. Dia pun langsung pergi dengan langkah kaki yang menunjukkan rasa kesal dan tidak terima


Dalam perjalanan pulang, Fia tiba-tiba memiliki pikiran untuk datang ke sekolah dan mengurungkan niatnya untuk pulang. Sesampainya di sekolah, Fia melihatku yang ternyata belum pulang. Lalu terbesit dalam pikiran Fia untuk membalaskan rasa sakit hatinya padaku


Catatan Author:


• Jarak tempuh rumah pak Sendy ke sekolah itu kurang lebih 30 menit


• Jarak tempuh rumah pak Sendy ke rumah Kakek itu kurang lebih 30 menit


• Jarak tempuh sekolah ke rumah kakek itu 1 jam


• Jarak tempuh rumah kakek ke rumah paman itu kurang lebih 5 menit (1 lokasi)


• Jarak tempuh antara rumah paman ke rumah pak Sendy itu 30 menit


Lanjut..👉

__ADS_1


__ADS_2