Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Rencana Pak Sendy


__ADS_3

“Begini, aku minta ijin beberapa guru untuk mengikuti permainan ini. Tentunya mereka harus bisa dia1percaya.” Ucap pak Sendy


“Baiklah kalau begitu. Lalu selanjutnya bagaimana?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah


“Lalu besok, aku minta tolong ke bapak untuk memanggil Fia ke kantor dan meminta dia membuktikan ucapannya dengan mendatangi rumahku dan juga rumah Tia. Tentunya harus membawa beberapa guru dan murid sebagai saksi.” Jelas pak Sendy


“Jika nanti dia tidak dapat membuktikan ucapannya, maka dia harus menerima hukuman karena sudah mencemarkan nama baik kami di sekolah ini.” Ucap pak Sendy


“Oh begitu. Sekarang saya mengerti maksud dari permainan yang bapak tadi ucapkan.” Sahut pak Wakil Kepala Sekolah


“Tapi, pak Sendy. Saya minta bapak harus berjanji satu hal pada saya.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah


“Apa itu, pak?” tanya pak Sendy


“Selama Tia masih bersekolah, Tia tidak boleh hamil dulu. Bagaimana?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah


“Baiklah, pak. Aku janji tidak akan berbuat macam-macam pada Tia sebelum waktunya tepat.” Ucap pak Sendy


Setelah mengucapkan itu, pak Sendy melihat ke arahku


“Hmm.. Tia, mulai besok, kamu pulang dulu ya ke rumahmu.” Ucap pak Sendy


“Tapi kan, mas. Di rumahku itu tidak ada siapa-siapa.” Ucapku


“Nanti kamu akan di temani oleh Rika selama beberapa hari.” Ucap pak Sendy


“Oh begitu. Kalau begitu, nanti aku yang akan bilang ke Rika.” Ucapku


“Tidak usah kamu. Biar nanti aku pulang sekolah yang akan memberitahukannya.” Ucap pak Sendy


“Oh begitu, baiklah. Tapi hari ini aku pulangnya kemana?” tanyaku


“Hari ini kamu pulangnya masih ke rumahku untuk mengemasi barang-barangmu.” Ucap pak Sendy


“Oh, begitu. Baiklah.” Ucapku pasrah

__ADS_1


Setelah semuanya sudah di rencanakan harus bagaimana, kami pun keluar dari ruang pak Wakil Kepala Sekolah


“Tia, nanti pulang sekolah kamu ajak Rika untuk datang ke ruangan BK ya.” Pinta pak Sendy dan aku pun mengangguk


***


Saat sampai di dalam kelas, aku melihat suasana kelas begitu tidak bersahabat. Entah itu perasaanku saja atau memang banyak yang sedang memandangku dengan pandangan sebal.


Aku pun langsung duduk di kursiku, lalu Rika pun mendekatiku karena ternyata guru yang seharusnya mengajar sehabis istirahat pun tidak masuk.


“Tia, ada apa tadi kamu di panggil ke ruangan pak Wakil Kepala Sekolah?” tanya Rika Kepo


“Tidak ada apa-apa, Rika.” Sahutku datar


“Benarkah tidak ada apa-apa?” tanya Rika yang kurang percaya dengan jawabanku


“Hmm.” Ucapku singkat


“O ya, Rik. Aku baru ingat, kamu tadi di suruh ke ruangan BK nanti sepulang sekolah.” Ucapku yang tiba-tiba teringat setelah beberapa saat


“Hehehe.. Mana ku tahu?” ucapku menggodanya


“Lha kok kamu gitu, sih?” Protesnya


“Memangnya aku kenapa, Rika?” tanyaku yang masih saja terus menggodanya


“Ish.. Kamu ya.. benar-benar deh. Aku tuh tanya serius tahu. Kenapa kamu jawabnya begitu sih?” ucapnya sedikit kesal


“Memangnya tadi kamu tanya apa? Terus aku memangnya jawab apa?” tanyaku yang lanjut menggodanya


“Hadeuh... Au ah.” Sahutnya kesal


“Hihihi...” tawaku cekikikan


***

__ADS_1


Tak terasa waktu pulang pun tiba, seperti yang di minta oleh pak Sendy, aku dan Rika pun pergi ke ruangan BK. Sesampainya di sana, aku sangat terkejut karena Fia sudah ada di ruang BK. Sementara pak Sendy dan juga pak Rio sedang tidak ada di ruangan tersebut


“Tia, kamu mau pulang bareng dengan pak Sendy, ya?” tanya Fia dan aku pun hanya diam tak menyahut


“O iya, aku lupa. Ya sudah pastilah kamu menunggu pak Sendy pulang. Kan kalian ini suami istri?” celetuk Fia yang menyindirku dan aku pun masih hanya terdiam tidak menghiraukan ucapannya tapi berbeda dengan Rika


“Eh, Fia. Aku tidak tahu ya tujuan kamu itu bicara seperti itu kenapa?! Tapi yang aku tahu kalau kamu itu sedang merasa iri dengan kebahagiaan orang lain.” Ucap Rika cetus


“Sudahlah, Rik. Jangan kamu tanggepin omongannya. Tidak bakal ada habisnya.” Ucapku yang memang sedang malas berdebat


“Tapi, Tia. Dia...” ucapan Rika aku potong


“Ststtst.. Sudahlah.” Ucapku dan Rika pun langsung diam


Setelah beberapa saat kemudian, pak Sendy dan pak Rio pun datang


“Kalian bertiga ada apa datang ke sini?” tanya pak Rio yang bingung


“Akulah yang menyuruh Rika dan Tia datang ke sini. Sementara Fia, aku tidak tahu dia untuk apa datang ke sini. Mungkin dia sedang bermasalah kali dengan cintanya, jadinya dia mencari kamu untuk curhat.” Ucap pak Sendy ngasal


Aku yang mendengar ucapan pak Sendy, hanya bisa menahan diri untuk tertawa. Sementara Fia hanya bisa menahan kesal.


“Ayo, kalian berdua masuk ke dalam. Ada yang perlu saya sampaikan pada kalian berdua.” Ucap pak Sendy yang mengajak aku dan Rika untuk masuk


“Rio, tolong kamu urus si Fia ini. Ok.” Ucap pak Sendy datar dan kemudian berjalan masuk meninggalkan Fia yang penuh dengan rasa kesal.


Setelah kami bertiga sudah ada di dalam, tanpa banyak bicara, pak Sendy pun langsung mengatakan tujuan dia memanggil Rika.


Rika pun terkejut dengan penjelasan dari pak Sendy.


“Pak, apa bapak yakin rencana ini akan berhasil?” tanya Rika ragu dan pak Sendy pun mengangguk


“Baiklah kalau begitu.” Ucap Rika yang akhirnya menyetujui untuk membantu rencana pak Sendy


Lalu apakah rencana pak Sendy ini akan berhasil?! Kita tunggu di Next ya..😙

__ADS_1


__ADS_2