Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Eh tidak tahunya..


__ADS_3

Saat memasuki jam istirahat, aku melihat Fia yang sedang bersama dengan Wakil Kepala Sekolah sedang berjalan beriringan di koridor kelas. Entah apa yang sedang dia obrolkan dengan Bapak Wakil Kepala Sekolah itu, tapi tiba-tiba saja perasaanku merasa tidak enak.


“Mudah-mudahan apa yang aku khawatirkan ini tidak terjadi.” Gumamku lirih


Saat hendak masuk ke dalam kelas, tiba-tiba saja aku di beritahu oleh seorang teman di kelas kalau aku di panggil untuk segera menghadap ke kantor Wakil Kepala Sekolah


“Hadeuh... Jangan-jangan yang tadi aku pikirkan terjadi juga.” Ucapku dalam hati


Dengan berjalan gontai dan hati yang tidak tenang, aku pun langsung menuju ruangan Wakil Kepala Sekolah.


Sesampainya di sana, aku terkejut karena aku juga melihat ada pak Sendy yang sedang duduk di ruangan itu.


“Permisi, pak.” Ucapku


“Oh kamu sudah datang, mari sini silahkan masuk.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah dengan ramah


Aku pun akhirnya masuk dan duduk agak berjauhan dari pak Sendy


“Hahahaha... Kalian ini ya... Seperti suami istri yang sedang bermusuhan saja. Tidak baik lho seperti itu?” ucap pak Wakil kepala Sekolah yang meledek kami dan spontan membuatku terkejut


“Ha?? Mak.. Maksud bapak apa, ya?” tanyaku berhati-hati


“Sudahlah.. Kamu tidak usah pasang wajah terkejut seperti itu. Bapak sudah tahu kok.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah


“Maaf, pak. Kalau boleh tahu, bapak itu sudah tahu tentang apa, ya?” tanyaku berhati-hati sambil melirik ke arah pak Sendy yang terlihat begitu tenang


“Kamu ini, ya. Begini, Tia. Bapak dan seluruh guru yang ada di sini itu sebenarnya sudah tahu, kalau kalian berdua itu sudah menikah dari dulu. Hanya saja, usiamu saat dulu menikah, kan blm cukup. Jadi baru bisa resminya kan beberapa waktu lalu, bukan?!” jelas pak Wakil kepala Sekolah dan membuatku hanya melongo karena terlalu terkejut


“Tia..!! Tia..!! Kamu kenapa diam saja?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah

__ADS_1


“Eh.. Iya, pak. Hehehehe...” saking terkejutnya aku, membuat aku jadi tidak tahu harus menjawab apa


“Sudahlah... Sekarang kita bahas masalah kalian.” Ucap pak Kepala Sekolah pada akhirnya


“Masalah kami?! Memangnya ada apa dengan kami, pak?” tanyaku bingung


“Fia, Tia.” Sahut pak Sendy


“Ada apa dengan Tia, pak eh salah, mas?” tanyaku bingung


“Fia sepertinya ingin hunbungan kita ini jadi bermasalah di sekolah ini.” Sahut pak Sendy


“Maksudnya?” tanyaku lagi yang sedikit gemetaran membayangkan kelanjutan penjelasannya.


“Begini, Tia. Belum lama ini, Fia menemui saya di kantor saya. Dia menjelaskan bahwa di sekolah ini ternyata ada siswi yang sudah menikah dan lebih parahnya lagi, dia juga bilang kalau siswi itu sudah tidak suci lagi dan yang jadi pasangannya pun adalah guru di sekolah ini.” Jelas pak Wakil Kepala Sekolah


“Lalu?” tanyaku


“Lalu dia jawab apa, pak?” tanyaku yang semakin gemetaran tapi juga penasaran


“Lalu dia jawab Kalau orang yang dia maksud adalah kamu, Tia dan yang jadi pasangannya kamu adalah pak Sendy.” Jelas pak Wakil Kepala sekolah


Aku pun seketika menjadi syok dengan apa yang aku dengar barusan.


“Kenapa Fia begitu tega menghancurkan nama baikku dan pak Sendy di sekolah ini?” gumamku dalam hati sambil menunduk menutupi perasaanku yang campur aduk


“Tia.. Tia.. Kamu tidak apa-apa, sayang?” tanya pak Sendy saat melihatku termenung seketika


“Eh.. Hmm iya. Aku tidak apa-apa.” sahutku

__ADS_1


“Hello... Ini guru satu ya, bisa-bisanya tanya seperti itu.” Gerutuku dalam hati


“Jadi maksud saya memanggil kalian berdua itu tujuannya mengajak berunding untuk mencari jalan keluar dari masalah ini.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah


Mendengar ucapan pak Wakil Kepala Sekolah, aku dan pak Sendy pun saling memandang


“Lalu, menurut bapak sendiri bagaimana caranya kita menyelesaikan masalah ini?” tanya pak Sendy


“Kalau saya tahu, saya tidak akan memanggil kalian berdua ke sini sekarang.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah


“Benar juga, ya?!” celetukku


Kami pun diam untuk beberapa saat dan setelah beberapa menit kemudian, akhirnya pak Sendy mengeluarkan ucapan yang membuat aku dan Wakil Kepala Sekolah menjadi terkejut.


“Pak, aku tahu harus bagaimana.” Ucap pak Sendy


“Bagaimana?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah


“Fia itu adalah sepupu angkatku jadi aku akan buat sedikit permainan untuknya. Tentunya ini memerlukan persetujuan dan juga kerjasama dari bapak dan juga guru-guru yang ada di sini.” Ucap pak Sendy yang membuatku dan juga pak Wakil Kepala sekolah menjadi sangat penasaran


“Kalau boleh tahu, apa itu pak Sendy?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah


“Bapak penasaran, ya?” tanya pak Sendy


“Ya iyalah saya penasaran. Memangnya permainannya seperti apa sih?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah


“Ok. Kalau gitu, jawabannya ada di bab selanjutnya ya, pak.” Ucap pak Sendy


“Hadeuh..” sahutku bebarengan dengan pak Wakil Kepala Sekolah

__ADS_1


“Hehehehe...” cengir pak Sendy


Next👉


__ADS_2