
Keesokan harinya, aku sekolah seperti biasanya. Tapi yang membedakan adalah aku tidak berangkat dari rumah pak Sendy, melainkan berangkat dari rumahku sendiri bersama dengan Rika
Sesampainya di sekolah, aku dan Rika merasakan ada yang aneh. Seperti sedang terjadi sesuatu di sekolah.
“Rik, kenapa aku merasa suasana di sekolah ini agak berbeda, ya?” Ucapku bingung
“Iya, Tia. Aku juga merasakan begitu.” Sahut Rika saat kami memasuki halaman sekolah
Setelah berjalan beberapa saat, kami pun sampai di kelas.
“Tia... Kami minta maaf ya atas ucapan kami yang kemarin.” Ucap salah satu teman sekelasku
“Iya, Tia. Kami minta maaf ya.” Ucap teman yang lainnya
Aku dan Rika pun refleks saling pandang satu sama lain
“Iya. Tidak apa-apa kok. Tapi kenapa tiba-tiba hari ini kalian bersikap seperti ini dan juga mengatakan ini semua ke aku?” tanyaku bingung
“Begini, Tia. Jadi ceritanya kemarin itu waktu pulang sekolah, si Fia mengajak kami dan 2 orang guru untuk mendatangi rumah pak Sendy. “ ucap salah satu temanku
“Ke rumah pak Sendy? Kalian untuk apa datang ke rumah pak Sendy?” tanyaku pura-pura tidak tahu
“Jadi kemarin tuh kami diajak ke sana oleh Fia untuk memergoki kalian. Tapi kenyataannya apa, Fia sudah membohongi kami. Ternyata semua yang dikatakan Fia itu tidak benar. Kamu dan pak Sendy tidaklah mempunyai hubungan seperti itu dan kalian pun tidak tinggal bersama.” Jelas temanku yang satunya
“Oh begitu. Lalu sekarang Fianya mana?” tanyaku yang memang dari tadi tidak melihat Fia
“Mungkin dia malu jadinya dia tidak masuk sekolah.” Sahut temanku itu
“Oh..” sahutku singkat
***
Di saat yang bersamaan di tempat lain, pak Sendy kembali di panggil oleh pak Wakil Kepala Sekolah untuk datang ke ruangannya.
“Permisi, pak.” Ucap pak Sendy saat memasuki ruangan pak Wakil Kepala Sekolah
“Oh, bapak sudah datang. Mari sini masuk, pak.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah
“Ada apa ya, pak? Kok bapak memanggil saya untuk datang ke sini?” tanya pak Sendy
“Oh, begini. Ini masalah kemarin. Saya dengar kalau Fia tidak masuk sekolah ya, hari ini?” tanya pak Wakil Kepala Sekolah
“Saya tidak tahu, pak. Memangnya ada apa ya, pak?” tanya pak Sendy
“Oh, begitu. Ya sudah kalau begitu, saya titip surat ini untuk orang tua Fia.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah sambil menyerahkan sebuah lipatan surat kepada pak Sendy
__ADS_1
“Ini apa, pak?” tanya pak Sendy
“Itu surat pemberitahuan untuk di berikan kepada orang tua Fia. Agar orang tua Fia memberikan teguran pada anaknya sendiri.” Jelas pak Wakil Kepala Sekolah
“Tapi, pak. Apa ini tidak terlalu kelewatan. Masalahnya kan apa yang Fia bilang itu memang benar, pak.” Ucap pak Sendy
“Iya, saya tahu kalau semua yang di katakan Fia itu benar, tapi cara dia melakukannya yang salah. Tidak seharusnya dia seperti itu. Membuat kekacauan dengan mengatakan perkataan yang tidak seharusnya di ucapkan dan menimbulkan tanggapan negatif.” Ucap pak Wakil Kepala Sekolah
“Oh, begitu. Ya sudah, nanti saya sampaikan pada orang tua Fia.” Ucap Pak Sendy dan pak Wakil Kepala Sekolah pun mengangguk sambil tersenyum
Setelah urusannya dengan pak Wakil Kepala Sekolah Selesai, pak Sendy pun kembali ke ruangannya dan melanjutkan aktifitasnya seperti biasa.
Proses belajar mengajar pun berjalan seperti biasanya. Namun saat jam pulang tiba, aku sangat malas sekali pulang. Ini sama seperti dulu waktu aku pulang ke rumah pak Sendy
“Tia, hari ini kamu pulangnya kemana?” tanya Rika
“Mungkin masih pulang ke rumahku sendiri. Masalahnya pak Sendy belum menyuruhku untuk pulang ke rumahnya.” Sahutku
“Oh begitu.” Ucap Rika dan aku pun mengangguk
“Terus, kenapa kamu masih ada di sini? Kamu tidak pulang?” tanya Rika
“Belum ingin pulang, Rik. Masih ingin di sini dulu.” Ucapku
“Oh begitu. Tapi kamu pulang kan, nanti?” tanya Rika memastikan
“Ya sudah, kalau begitu aku pulang ke rumah dulu. Setelah itu ke rumahmu. Bagaimana?” tanya Rika
“Hmm..” sahutku singkat
Setelah mendapatkan jawaban dariku, Rika pun pulang ke rumahnya sendiri. Sementara aku hanya duduk sendiri di dalam kelas
Di tempat lain, pak Sendy tidak tahu kalau aku masih ada di sekolah dan dia pun langsung pergi ke rumah kakek
Sesampainya di rumah kakek, pak Sendy melihat Fia yang sedang duduk sendirian. Entah apa yang sedang dia lakukan. Tapi Fia memang selalu senang datang ke rumah kakek
“Kek, kakek lagi apa?” tanya pak Sendy dengan suara rendah agar tidak membuat kakek terkejut
“Eh, kamu Sen. Tumben kamu ke sini? Mana istrimu?” tanya Kakek
“Dia tidak ikut, kek.” Ucap pak Sendy
“O ya, kek. Fia ada di sini, kan?” tanya pak Sendy yang pura-pura tidak tahu
“Iya. Dia sedang ada di sini. Ada apa, Sen?” tanya kakek
__ADS_1
“Tidak ada apa-apa kok, kek. Ya sudah, kek. Aku mau bertemu Fia dulu.” Ucap pak Sendy dan kakek pun mengangguk
Setelah mengatakan itu, pak Sendy pun langsung menemui Fia.
“Fia, tadi aku dengar kamu tidak masuk ya?” tanya pak Sendy
“Iya. Memangnya kenapa? Mas puas udah buat aku begini? Kenapa sih, mas?! Mas kok lebih pilih melindungi si Tia itu. Apa sih bagusnya dia?” ucap Fia penuh emosi
“Kamu tanya kenapa aku melindungi Tia?! Ya wajar saja aku melindungi Tia. Dia kan istriku.” Sahut pak Sendy
“Jadi yang kemarin itu, mas sengaja ya buat agar Tia pergi dulu sebentar agar aku tidak bisa menemukan bukti hubungan kalian yang sebenarnya?!” ucap Fia membabi buta
“Iya.” Sahut pak Sendy singkat
“Mas tega. Mas kejam. Kalau seperti ini, aku jadi dianggap pembohong oleh orang-orang satu sekolah.” Ucap Fia
“Kamu bilang aku tega dan kejam?! Lebih tega dan kejaman mana jika di bandingkan perbuatan kamu itu?!” Ucap pak Sendy tidak kalah ketus
Ternyata di saat yang bersamaan, kakek datang dan mendengarkan semuanya
“Sen, ini ada apa? Bisa tolong kamu jelaskan!” ucap kakek
“Tidak usah meminta penjelasan dari mas Sendy, kek. Dia tidak akan mau bicara jujur.” Ucap Fia
“Maksudnya apa?” tanya kakek bingung
“Asal kakek tahu kalau Tia itu ternyata anak murid di tempat mas Sendy kerja.” Ucap Rika
“Terus..” ucap kakek
“Ya tentu saja itu kan tidak boleh.” Ucap Rika
“Oh.. Terus apa hubungannya ini sama kamu?” tanya kakek
“Aku melaporkan masalah ini pada pihak sekolah dengan harapan Tia bisa di keluarkan dari sekolah.” Ucap Fia
“Lalu?” tanya kakek lagi
“Aku juga memberitahukan masalah ini pada teman-teman di sekolah.” Ucap Fia
‘Plak..’ pipi Fia seketika di pukul oleh kakek
“Kakek?! Kakek kenapa malah memukulku? Apa aku salah bersikap seperti itu?” tanya Fia yang belum merasa bersalah
“Fia, kamu dengar ya, pihak sekolah itu sudah tahu semua masalah hubungan Sendy dan Tia itu adalah suami istri. Karena sebelum Tia masuk ke dalam sekolah itu, mas mu dan juga ke dua orang Tia sudah meminta ijin terlebih dahulu kepada pihak sekolah dan sekarang?! Sekarang kamu hampir saja menghancurkan suasana yang tenang di sekolah dan juga menghancurkan nama baik mereka berdua. Kakek sungguh kecewa padamu. Kamu akan kakek beritahukan masalah ini pada orang tuamu sekaligus memberikanmu hukuman.” Ucap kakek emosi
__ADS_1
Kira-kira hukuman seperti apa ya yang akan di berikan kakek untuk Fia?? Lalu bagaimana dengan Tia yang masih di sekolah?