Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Khawatir


__ADS_3

Setelah mencariku kemana-mana, pak Sendy mulai gelisah. Dia, kalau diistilahkan itu seperti seekor anak ayam yang kehilangan induknya.


“Tia.. Tia.. Tia..!!” panggilnya terus menerus


Karena terlalu khawatirnya dia padaku, akhirnya dia pun memutuskan untuk mencariku keluar


“Tia, kamu dimana sih? Aku khawatir, Tia.” Gumamnya terus di sepanjang jalan mencariku


Sementara aku..


Di taman, aku masih tetap nyaman dan tenang duduk di bangku taman sambil menghirup udara segar. Aku tidak tahu kalau pak Sendy ternyata sedang mencariku


“Eits.. Ternyata aku sudah lama berada di sini. Lebih baik aku pulang sekarang. Siapa tahu, pak Sendy sudah bangun.” Ucapku saat melihat jam di pergelangan tanganku


Aku pun beranjak dari bangku taman dan langsung pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, aku tak melihat mobil pak Sendy.


“Mungkin dia sedang keluar. Lebih baik aku masuk sajalah. Kerjakan tugas untuk besok.” Ucapku sambil mencari kunci pintu rumah.


Setelah pintu rumah terbuka, aku pun langsung masuk ke dalam dan menutup pintu lagi


Aku rebahkan badanku di atas tempat tidur yang tadi di tiduri oleh pak Sendy


“Haiz.. Sudah bangun tapi tidak mau membereskannya sekalian.” Gerutuku dan langsung bangun merapikannya


Setelah tempat tidur sudah rapih, aku pun langsung membuka buku pelajaranku di temani music yang ada di Hpku

__ADS_1


Saat aku sedang asyik-asyiknya mengerjakan tugas, tiba-tiba aku mendengar


“Tia.. Tia..!!” teriak pak Sendy dari luar


“Haiz.. Kenapa lagi sih ni guru?!” gumamku tapi malas untuk menyahut


“Tia.. Tia..!!” pak Sendy masih saja teriak memanggilku


“Ah sebodo amat lah.” Gumamku sambil melanjutkan belajarku


Ketika aku sedang fokus mengerjakan tugas, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan seseorang dengan cepat memelukku dengan erat.


“Tia, kamu habis darimana saja sih?” ucap Pak Sendy sambil memelukku


“Bohong..!! Kalau kamu tidak kemana-mana, kenapa aku cari di setiap sudut rumah ini, kamu tidak ada. Terus aku cari keluar juga tidak bisa menemukan kamu. Aku coba telepon tapi Hpmu tidak kamu bawa.” Ucap pak Sendy masih tetap memelukku


“Mas, aku tadi pergi ke taman dekat rumah. Aku tidak bohong mas. Aku jenuh, jadi aku jalan-jalan keluar.” Jelasku


“Kalau jenuh dan mau jalan-jalan, kenapa kamu tidak bilang aku? Aku kan bisa antarkan kamu.” Ucap pak Sendy yang langsung melepaskan pelukannya


“Mas, bukan aku tidak mau bilang, tapi, walaupun aku bilang juga aku tetap tidak bisa pergi jauh mas. Masalahnya lihat nih, tugasku banyak.” Ucapku sambil menunjukkan setumpuk buku pelajaran.


“Lagipula mas, bukannya mas sendiri juga ada kerjaan yang harus diselesaikan, bukan?!” ucapku lagi


“Oh begitu. Ya sudah kalau begitu. Sudah sarapan belum? Aku masakkan ya?!” ucapnya

__ADS_1


“Tidak usah mas. Aku sudah sarapan kok, tadi. Buat mas juga udah aku siapkan di atas meja makan.” Ucapku


“Kamu tadi masak?” tanyanya tidak percaya


“Iya mas. Alakadarnya saja. Cuma itu yang aku bisa.” Ucapku sambil tersenyum


“O ya sudah deh. Kalau begitu aku langsung makan saja deh. Sudah tidak sabar pingin menyicipi masakanmu.” Ucap pak Sendy


“Ok, mas. Mudah-mudahan enak dan mas suka.” Ucapku dan pak Sendy pun mengangguk sambil mengacak-ngacak rambutku lalu pergi


“Ish.. Kebiasaan.” Gerutuku yang sambil melanjutkan mengerjakan tugas


***


Di meja makan, pak Sendy langsung duduk dan mulai menyicipi masakan yang sudah aku buatkan.


“Hmm... Lumayan enak. Ternyata kamu juga bisa masak ya rupanya?!” gumamnya sambil terus menyantap makanannya


Bersambung lagi ya ..


😙


Maaf kalau kelamaan UP nya. Sikon sering kurang pas buat ngetik..😔


Maaf sekali lagi..🙏

__ADS_1


__ADS_2