Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
tragis


__ADS_3

Lalu mereka pun segera mencari ke setiap sudut sekolah. Setelah hampir semua tempat di cari, pak Sendy dan Rika tidak juga menemukanku. Mereka sama sekali tidak terpikirkan untuk mencariku ke toilet


***


# Tia


Di saat yang bersamaan di toilet, aku terus menerus mencoba membuka pintu dan berteriak. Tapi tidak ada satu pun yang datang.


“Bagaimana ini? Sebentar lagi hari sudah malam. Kemungkinan sekolah akan benar-benar sepi.” Gumamku


Lalu aku pun melihat Hp ku..


“Ya ampun, hp pakai acara mati segala lagi. Gimana ini?!” gumamku lagi sambil terduduk lemas


***


# Pak Sendy dan Rika


“Bagaimana ini, pak?” tanya Rika


“Apa kamu tadi sudah mencari ke semua tempat?” tanya pak Sendy untuk memastikan


“Sudah pak. Tapi Tia tidak ada di mana pun.” Sahut Rika yang terdengar putus asa


Pak Sendy pun hanya terdiam tidak mengatakan apa-apa. Setelah beberapa saat, pak Sendy di telepon oleh kakek


“Sen, kamu sekarang ada di mana?” tanya kakek


“Aku sekarang ada di sekolah, kek. Ada apa, kek?” tanya pak Sendy


“Sen, Fia kecelakaan.” Ucap kakek


“Apa? Fia kecelakaan? Sekarang bagaimana keadaannya?” tanya pak Sendy


“Dia sekarang masih ada di ruang UGD. Kakek belum tahu keadaannya. Kamu bisa datang ke sini, tidak?” ucap kakek


“Iya, kek. Aku ke sana sekarang. Kakek kasih tahu saja di mana alamatnya.” Ucap pak Sendy


“Iya. Nanti kakek kirim alamatnya ke kamu.” Ucap kakek


Setelah itu, telepon pun di tutup.


“Rik, aku harus pergi. Tapi sebelum itu, tolong kamu cari Tia, ya. Nanti biar Rio yang menemani kamu cari.” Ucap pak Sendy tergesa-gesa.


“Iya, pak. Aku mengerti.” Sahut Rika dan pak Sendy pun langsung menelepon pak Rio agar segera datang menemeni Rika


“Rik, maaf ya kalau aku sudah merepotkan kamu.” Ucap pak Sendy setelah menepon pak Rio

__ADS_1


“Tidak apa-apa, pak. Aku tidak merasa di repotkan kok.” Ucap Rika dan pak Sendy pun tersenyum kemudian langsung pergi


Setelah beberapa saat, pak Sendy pun sampai di rumah sakit


“Kek, bagaimana keadaan Fia?” tanya pak Sendy


“Masih belum tahu, Send. Dari tadi kakek belum dapat kabar dari Dokter yang memeriksa Fia.” Ucap Kakek


“Oh. Begitu.” Ucap pak Sendy


“Eh iya, kek. Sebenarnya kejadiannya itu bagaimana sampai Fia kecelakaan seperti ini?” tanya pak Sendy


“Kakek juga kurang tahu, Sen. Tapi, kalau kata orang yang sudah menolong Fia itu katanya Fia sedang bejalan terburu-buru di sekitaran sekolah kita. Saat itu, dia hendak menyebrang jalan namun tidak memperhatikan kanan kiri dan di saat yang bersamaan, ada sebuah mobil datang dengan kecepatan tinggi. Di saat itulah, mobil tersebut menabrak Fia.” Jelas Kakek


“Terus yang menabrak Fia, bagaimana? Apa orang itu mau bertanggungjawab?” tanya pak Sendy dan kakek pun mengangguk


“Eh iya, Send. Tadi ada kunci yang sedang di kantongi oleh Fia. Tapi kakek tidak tahu ini kunci apa?!” ucap kakek


“Coba sini, kek. Aku lihat.” Ucap pak Sendy dan kakek pun memberikan kunci tersebut pada pak Sendy


Setelah melihat kunci tersebut, pak Sendy terkejut...


“Kek, ini..??” pak Sendy tidak melanjutkan ucapannya


“Ada apa, Sen? Kamu memangnya tahu itu kunci apa?” tanya kakek dan pak Sendy pun mengangguk


“Hai, Sen. Hai..” Teriak kakek yang tidak di hiraukan oleh pak Sendy


“Ish, ni anak.” Ucap kakek sambil geleng-geleng kepala


Pak Sendy pun langsung melajukan mobilnya menuju sekolah dan juga menghubungi pak Rio


“Rio, kamu masih di sekolah?” tanya pak Sendy dalam perjalanan


“Masih, Sen. Tapi kami berdua masih belum menemukan Tia.” Ucap pak Rio


“Rio, aku tahu Tia ada di mana.” Ucap pak Sendy


“Di mana, Sen?” tanya pak Rio penasaran


“Kemungkinan dia ada di toilet, Rio. Kalian sudah mencarinya ke sana?” tanya pak Sendy


“Toilet? Kami tadi sudah mencarinya ke sana. Tapi tidak ada siapa-siapa, Sen. Malahan toiletnya dalam keadaan terkunci.” Ucap pak Rio


“Justru karena terkunci itu, apa kalian tidak curiga?” ucap pak Sendy


“Eh.. Iya, ya. Kenapa kami tidak kepikiran sampai ke sana, ya?” ucap pak Rio

__ADS_1


“Ya sudah, kalian coba cek dulu. Sebentar lagi aku sampai di sana.” Ucap pak Sendy dan kemudian menutup teleponnya


Sementara pak Rio dan juga Rika langsung meminta kunci toilet ke penjaga sekolah.


“Maaf, pak Rio. Kuncinya sudah saya cari kemana-mana tapi masih tidak menemukannya juga.” Ucap penjaga sekolah


“Hadeuh.. Terpaksa kita harus membuka paksa pintu toiletnya.” Ucap pak Rio yang kemudian langsung berjalan menuju toilet


“Tia..!! Kamu ada di dalam?” teriak pak Rio sesaat setelah sampai di depan toilet


“Tia..!!” teriak Rika juga


Aku yang mendengar suara mereka pun spontan langsung berteriak


“Pak, Rika, aku ada di sini. Tolong buka kan pintunya.” Teriakku


“Iya, Tia. Kami akan berusaha membuka pintunya. Kamu tenang dulu ya.” Ucap Rika


“Bagaimana, pak?” tanya Rika


“Terpaksa kita harus mendobraknya.” Ucap pak Rio


Setelah beberapa saat berusaha mendobrak pintu toilet, akhirnya pak Rio nyerah karena tidak berhasil membukanya. Sementara aku sudah lemas.


“Payah..” celetuk Rika


“Rik, aku beneran sudah tidak bisa mendobraknya lagi.” Ucap pak Rio yang sudah merasakan sakit di lengan tangannya


“Pintunya itu terbuat dari apa sih?! Bikin malu saja.” Gerutu pak Rio dalam hati yang merasa malu di hadapan Rika


Beberapa saat kemudian, pak Sendy datang


“Maaf, aku datangnya lama. Bagaimana? Tia ada di dalam, tidak?” Ucap pak Sendy


“Ada pak. Tapi sayangnya kunci pintunya hilang.” Ucap Rika


“Oh, kuncinya ada di aku.” Sahut pak Sendy


“Kok ada di kamu, Sen?” tanya pak Rio bingung


“Nanti saja aku menjelaskannya. Sekarang kita buka pintunya dulu.” Ucap pak Sendy yang langsung membuka pintunya


Setelah pintu terbuka, mereka pun melihatku sedang duduk lemas. Kemudian pak Sendy pun langsung menggendongku dan membawaku keluar


Lalu, keadaan Fia sendiri gimana ya, pasca kecelakaan? Apakah dia selamat?


Bersambung dulu ya..😙😙😙

__ADS_1


__ADS_2