Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
First date 2


__ADS_3

Setelah aku mencium pipinya, pak Sendy pun langsung seketika diam terpaku. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Tapi yang pasti, dia terlihat tampak terkejut sekaligus senang dan bahagia.


Dia pun akhirnya mengejarku dan menanggkap tanganku. Akhirnya kami pun berjalan beriringan dengan saling bergandengan tangan.


“Lihat tuh di sana. Cowonya cakep banget ya.” Ucap salah satu orang yang melihat kami


“Iya. Dia juga terlihat sangat baik karena mau mengajak main adiknya keluar. Tipe cowo yang bisa jadi bapak. Aduh aku mau tuh kenalan.” Jawab teman dari orang itu


“Hello... Siapa sih yang kalian sebut adik?! Aku ini istrinya tahu.” Gerutuku dalam hati sambil memonyo-monyongkan mulut


“Ish.. Kamu ini kenapa, Tia?” tanya pak Sendy


“Itu tuh mas. Mereka kira aku itu adiknya mas.” Ucapku dengan nada tidak suka


“Sudah biarkan saja. Toh kita kan juga tidak kenal ini siapa mereka.” Ucap pak Sendy


“Iya juga sih, mas. Btw, kita ini memangnya mau makan apa sih? Kok dari tadi cuma jalan saja. Cape’ tahu.” Ucapku


“Iya.. Iya... Ini kita sudah sampai kok.” Sahutnya sambil menunjuk ke arah tempat makan lesehan


“Mas yakin mau makan di sini?” tanyaku


“Yakin. Memang kenapa? Kamu tidak mau makan disini?” tanyanya

__ADS_1


“Tidak kok. Aku mah makan di mana saja jadi. Asal makanannya enak dan murah, tidak masalah buat aku.” Ucapku jujur


“Ish, kamu ini ya?! Ya sudah ayo kita masuk.” Ajaknya sambil masih menggandeng tanganku


Setelah kami masuk ke dalam, kami pun langsung memesan makanan.


“Mas, mas sudah sering ya datang kesini?” tanyaku disela-sela menunggu pesanannya diantar


“Iya.” Sahutnya singkat


“Oo..” ucapku yang juga tidak kalah singkat


Kemudian tiba-tiba datang seorang perempuan yang mungkin seumuran dengan pak Sendy


“Sudah aku duga kalau hari ini kamu akan datang ke sini.” Ucap perempuan itu tapi pak Sendy seperti biasa di sekolah, cuek banget


“Hello... Jadi perempuan ini tuh pacarnya ya?!” gumamku dalam hati


“Tidak.. tidak mungkin. Aku harus percaya sama mas Sendy. Aku kerjain ah. Maaf ya mas.” Gumamku lagi sambil senyum-senyum penuh maksud ke arah pak Sendy yang membuat pak Sendy hanya mengangguk seolah mengerti


“Oh begitu. Aku, Tia. Kalau mba ini pacarnya mas Sendy, berarti aku istrinya donk. Masalahnya yang dari tadi mas Sendy ajak kemana-mana dan yang setiap malam temani tidur mas Sendy itu aku lho.” Ucapku mantab


“Apa kamu bilang?” ucapnya yang sontak mengeluarkan suara tinggi. Sementara aku jangan di tanya. Aku hanya senyam senyum puas melihat nih perempuan marah-marah tidak jelas.

__ADS_1


“Lha masa’ tadi mba ini tidak dengar dengan apa yang barusan saya bilang?! Saya ini istrinya mas Sendy lho. Kalau mba tidak percaya, mba bisa tanya langsung nih sama orangnya.” Ucapku


“Sen, apa semua ini benar?” tanyanya memastikan


“Yup.” Sahutnya singkat


“Tega kamu, Sen. Mengkhianati hubungan kita ini begitu saja.” Ucap Hani ga ikhlas


“Ehm.. Ehm.. Maksud kamu apa ya?! Mengkhianati hubungan kita?! Apa kamu tidak salah bicara, Han? Kapan kita punya hubungan? Setahu aku, malah kamu yang selalu nembak aku dan aku pun langsung menolakmu saat itu juga.” Jelas pak Sendy


“Kamu..!! Huh..” ucap Hani yang tidak diteruskan karena sudah terlanjur malu sama orang-orang yang ada di situ.


“Bwahahaha... Maka dari itu, jadi perempuan tuh jangan asal nyosor saja. Tidak bagus itu. Malu sendiri kan jadinya... Bwahahaha... 😆” tawaku lepas


“Hus kamu ini, ya. Senang banget lihat orang susah.” Ucap pak Sendy


“Lagian suruh siapa bergaya di depanku? Aku tuh paling tidak suka kalau ada cewe yang main asal ngaku-ngaku kaya begitu.” Ucapku


“Cemburu..?” tanyanya menggodaku


“Tidak tuh. Siapa juga yang cemburu. Uh ke PD an.” Sahutku


“Iya.. Iya.. Ya sudah nih pesanan makanannya sudah datang. Ayo kita makan sekarang. Sudah lapar nih.” Ucap pak Sendy

__ADS_1


“Ayo.” Sahutku yang langsung menikmati makanannya...


Bersambung...😙


__ADS_2