
Malam pun semakin larut. Kini tiba saatnya kami pulang. Tapi...
“Pak, eh mas... Aku tidak kuat jalan. Aku kekenyangan..” ucapku dengan suara begah
“Dasar gembul. Makan tidak kira-kira begini.” Ucap Pak Sendy
“Lagian mas, siapa suruh mas pesan makanan sebanyak ini. Enak lagi.” Ucapku sambil senyam-senyum
“Dasar kamu ini ya.” Ucapnya sambil menyentil pelan keningku
“Ya sudah, aku bayar dulu kalau begitu.” Ucap pak Sendy dan aku pun mengangguk
Sambil menunggu pak Sendy membayar, aku pun menyandarkan kepalaku di atas meja.
“Haiz.. Kenapa ya penyakit habis makan itu selalu datang. Aduh.. Sudah tidak kuat. Lama banget sih bayarnya?” gerutuku
Setelah beberapa saat...
“Ya sudah ayo kita pulang.” Ajak pak Sendy
“Mas.. Gendong..!!” pintaku
“Hah..??” ucap pak Sendy terkejut
“Aku bilang... Gendong.😢” ucapku memelas
“Haiz... Ya sudah.. Ya sudah... Ayo sini naik ke punggungku.” Ucap pak Sendy
“Makasih suamiku sayang..” ucapku manja dan langsung naik ke atas punggung pak Sendy
“Tia, kamu itu berat juga ya?!” ucap pak Sendy di perjalanan ke mobil
“Masa’ sih mas? Aku kira aku tuh ringan seperti kapas.” Ucapku
“Ringan dari hongkong?! Yang ada kamu tuh berat kaya sapi gelonggongan tahu.” Ucap pak Sendy
“Hadih mas, kok tega sih mengatakan aku kaya’ sapi gelonggongan?” tanyaku
__ADS_1
“Kenapa tidak tega?! Emang kenyataannya kok. Kamu memang tidak pernah menimbang berat badan ya?” tanya pak Sendy
“Tidak. Tapi rasanya... Aku langsing kok. Seksi lagi.” Ucapku
“Ish kamu ini.” Ucapnya
“Ah sudahlah, tapi yang pasti rasanya ada yang sudah salah jatuh cinta deh?”! ucapku
“Maksud kamu?” tanyanya ga ngerti
“Maksudku, mana ada orang yang bisa sampai jatuh cinta sama sapi gelonggongan?! Iya kan, mas?” ucapku yang tiba-tiba saja tertidur tapi tidak disadari oleh pak Sendy
“Iya-iya.. Aku mengaku kalah deh.” Ucapnya
“Ya sudah, Tia. Kita sudah sampai di mobil. Ayo turun.” Ucapnya namun tidak mendapat sahutan dariku
“Tia.. Tia..” ucapnya lagi tapi masih tetap saja aku diam
Lalu kerena penasarannya, pak Sendy pun menengok kearahku dan ternyata aku sudah tertidur pulas.
Diletakannya aku di dalam mobil dengan perlahan-lahan. Setelah selesai, dia pun duduk disampingku dan mulai menjalankan mobilnya.
Sesekali pak Sendy melihat ke arahku.
“Tia, entah kenapa rasanya aku makin hari semakin sayang padamu.” Gumamnya saat diperjalanan
Setelah sampai di rumah, aku pun digendongnya lagi masuk ke dalam kamar. Dengan sangat hati-hati sekali, dia melatakanku di atas tempat tidur.
“Selamat tidur ya sayang. Mimpi yang indah. Cup..” ucapnya lembut sambil mengecup keningku lalu pergi karena baginya, ini bukan saat yang tepat untuk kami tidur bersama
***
Keesokan paginya, aku pun terbangun. Ketika aku membuka mataku, aku sadar ternyata dari semalam aku sudah tertidur di dalam kamarku
“Ya sudahlah.” Ucapku sambil mengacak-ngacak rambut dan turun dari tempat tidur
Aku pun langsung masuk ke dalam kamar mandi dan kemudian mandi
__ADS_1
Setelah beres semua, aku pun keluar dan langsung bermalas-malasan di depan TV. Saat itu aku lupa dengan statusku yang baru. Aku bersikap dan bertingkah seperti biasanya
“Tia sayang, kamu sudah bangun?” teriak pak Sendy dari dapur
“Hah... Iya.. Iya udah, pak.” Sahutku yang kembali memanggilnya bapak
“Apa sayang? Tadi kamu bilang apa?” tanya pak Sendy
“Iya, pak. Aku sudah bangun.” Ucapku
“Coba sekali lagi kamu bilang.” Ucapnya yang tiba-tiba sudah ada disampingku
“Aduh.. Duh.. Copot.. Copot nih jantung.” Ucapku spontan yang terlalu terkejut dengan suara pak Sendy
“Bapak...!!😡” ucapku kesal
Seketika tiba-tiba...
“Cup..” lagi-lagi aku diciumnya
“Coba sekarang kamu bilang lagi tadi kamu panggil aku apa?” tanyanya tegas
“Hmm... Hmm... Maaf. Aku lupa.” Sahutku
“Kamu ya.. Berani-beraninya lupa. Jangan-jangan kamu juga lupa dengan status kamu sekarang ini, hah?” tanyanya sewot
“Hehehe... Iya.. Maaf.” Ucapku sambil cengengesan
“Apa kamu bilang?” tanya pak Sendy
“Iya.. Iya.. Maaf mas. Ampun.” Ucapku
“Tidak ada ampun. Pokoknya kamu harus dapat hukuman.” Ucap pak Sendy dengan wajah penuh kejahilan
“Pak, eh mas.. Mas mau ngapain? Mas..!!” ucapanku terpotong karena ternyata dia masih melanjutkan ciumannya yang tadi dan membuatku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi😔
Lanjut..👇
__ADS_1