Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Suami..???


__ADS_3

“Hallo, Ayah, aku rindu dengan kalian. Kalian kapan pulang?” ucapku saat telpon diangkat dan pak Sendy sedang menungguku di ruang keluarga


“Mungkin kami akan di sini selama satu tahun sayang.” Sahut ayah dari sebrang telpon


“Kenapa ga ajak aku, ayah?” ucapku


“Maafkan kami sayang, kami tidak mengajakmu karena ini terlalu mendadak.” Ucap Ayah


“Tapi ayah dan bunda baik-baik saja kan di sana?” tanyaku


“Kami baik kok sayang. Kamu ga usah khawatirin kami. Kamu juga harus baik-baik ya sama suamimu?” ucap ayah keceplosan


“Ayah, apa maksud omongan ayah?” tanyaku bingung


“Omongan yang mana?” tanya Ayah


“Omongan yang tadi ayah bilang suamiku. Maksudnya apa?” tanyaku bingung


“Oh masalah itu, sekarang belum saatnya. Tapi suatu hari nanti akan kami jelaskan padamu.” Ucap ayah


“Sekarang, yang harus kamu lakukan, tolong dengarkan semua ucapan Sendy dan jangan pernah berfikir klo dia buruk. Karena, yang ayah tahu, dia akan selalu menjaga kamu sampai kapanpun juga.” Pesan ayah


“Tapi ayah...” ucapanku terpotong oleh ayah


“Sayang, tolonglah. Jangan buat ayah dan juga bunda menjadi khawatir di sini.” Ucap Ayah lagi


“Baik ayah. Tapi ayah harus janji, klo ayah akan menjelaskan semuanya padaku ketika ayah kembali nanti.” Ucapku


“Iya sayang. Ayah janji.” Ucap ayah

__ADS_1


“Ya udah klo begitu aku tutup telponnya ya. Salam rindu untuk bunda ya Ayah.” Ucapku


“Iya sayang. Nanti ayah akan sampaikan salamnya.” Sahut ayah, dan telponpun di akhiri


“Suami? Maksudnya apa? Sebenarnya ini tuh ada rahasia apa sih? Kok ga ada yang menjelaskannya ke aku?!🤔” gumamku


“Ah lebih baik aku turun dan tanya langsung ke pak Sendynya. Daripada nunggu ayah kelamaan.” Gumamku lagi dan akhirnya akupun menemui pak Sendy


“Sudah telponnya?” tanya pak Sendy saat melihatku


“Sudah pak.” Sahutku


“Pak..” ucapku


“Hmm ada apa?” tanya pak Sendy sambil menonton TV


“Mau tanya apa?” ucap pak Sendy


“Tadi aku telpon dan ayah yang ngangkat. Trus ayah bilang katanya bapak ini sebenarnya suamiku. Apa itu benar pak?” tanyaku


“Oh itu. Iya emang benar. Trus..” ucapnya datar karena sambil menonton TV


“Ya trus gimana ceritanya kok bapak bisa jadi suamiku? Aku kan ketemu bapak aja baru beberapa waktu yang lalu. Kok sekarang tau-tau bapak bisa jadi suamiku?” ucapku bingung


“Belum saatnya di jelaskan. Nanti saja. Tunggu orang tuamu pulang.” Sahutnya dingin sedingin es batu di kulkas


“Pak.. Kenapa dijelaskannya harus tunggu orang tuaku pulang sih pak?” protesku karena terlalu penasaran


“Tia, ini belum waktunya untuk dijelaskan. Tapi yang pasti, setelah kamu tahu identitas hubungan kita yang sebenarnya, aku minta sama kamu, tolong, jangan terlalu dekat dengan cowo lain. Karena aku ga suka milikku juga di miliki oleh orang lain.” Ucap pak Sendy tegas sambil menatap mataku dengan tajam

__ADS_1


“Berhubung kamu sudah tahu, ayo sekarang kamu ikut aku.” Ajaknya sambil mematikan TV


Dan herannya, aku kenapa menurutinya?! Aku pun ikut pergi dengannya tanpa bertanya apa-apa padanya.😩


Sesampainya di toko perhiasan...


“Pilihlah cincin yang kamu suka. Tapi sepasang.” Perintahnya


“Tapi pak..” ucapku terpotong olehnya


“Ga ada tapi-tapian. Pilih aja yang mana yang kamu suka.” Ucapnya


“Baiklah pak.” Sahutku pasrah


“Gila ini tuh seriusan?! Gimana jadinya hidupku klo ternyata punya suami kaya es batu gitu ?!😕” gumamku dalam hati sambil melihat-lihat model cincin couple


***


“Thor, kok ceritaku begini banget sih? Pasangin napa sama cowo yang asik di ajak ngobrol. Bukan kaya es batu begini.” (Tia)


“Pak Sendy ga kaya es batu kok Tia. Tenang aja. Kamu sabar dulu ya.” (Author)


Bersambung...


Gimana kisah selanjutnya ya..


Lanjut..😉


Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman...🙏

__ADS_1


__ADS_2