Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
First date 1


__ADS_3

“Nah, akhirnya kita sudah sampai juga di rumah.” Ucap pak Sendy mematikan mesin mobil dan aku pun mengangguk lalu turun.


Berbeda dari sebelumnya, kali ini pak Sendy tidak menahanku untuk turun dari mobil.


Sesampainya di dalam kamar, aku pun langsung merebahkan diriku di atas tempat tidur dan seperti biasa, ketiduran.


Pak Sendy yang tadinya mau masuk kamarku pun akhirnya tidak jadi. Karena dia mungkin tidak ingin membuat aku terbangun.


Saat malam harinya, aku pun akhirnya terbangun dari tidurku.


“Oh tidak. Lagi-lagi seperti ini. Selalu saja ketiduran. Hadeuh...” gumamku


Aku pun langsung bangun dan turun dari tempat tidurku. Aku pun segera mandi dan ganti baju. Setelah ritual bebersih kelar, aku pun keluar. Namun aku merasa seperti kehilangan sesuatu. Tapi apa itu🤔?


“Ya sudahlah.” Ucapku


Aku pun langsung duduk manis di depan TV dan menonton film kesukaanku, telenovela (eh udah ga jaman ya?!), Religi (eh salah), hmm... Aku nonton film kartun (Eh sudah kaya' berasa kecil lagi?!), iya.. Iya.. Aku tidak becanda lagi.. Aku nonton salah satu acara discovery dan ini lagi seru banget (Lha kok jadi kaya’ lagi ngiklanin ya?!). Lha memang lagi nonton acara itu dan kebetulan kalian tahu tidak tema acaranya apa? Hmm.. Horor... Hu.. Ada rasa takutnya juga dan ada rasa penasarannya.


(Mode suara horor ya bacanya..😉)


Ketika aku sedang asyik-asyiknya dan tegang-tegangnya nonton, tiba-tiba.. tiba-tiba.. pundakku ada yang memegang. Lalu seketika itu saat aku melihat ke samping...


“Aaargh.. 🙈” teriak histeris sambil menutup mata


“Pergi sana setan.. Pergi..!!” teriakku

__ADS_1


Saat aku sedang ketakutan seperti itu, tiba-tiba...


“Hei Tia, kamu kenapa? Hei...” ucap pak Sendy yang ternyata yang punya tangan


“Eh mas. Ya ampun mas. Aku pikir tadi mas tuh.. Hmm...” ucapanku tidak aku teruskan


“Kenapa? Kamu pikir aku tadi setan ya?!” ucap pak Sendy dan aku pun mengangguk pelan sambil menunduk


“Kamu ini.. Kalau memang takut dengan tontonan yang berbau mistis, kenapa kamu tonton. Hasilnya kamu jadi parno sendiri kaya gini kan?!” ucap pak Sendy


“Maaf.. Habis aku penasaran sih.” Sahutku


“Ya sudah, kamu dari pulang tadi belum makan kan?” tanya pak Sendy dan aku pun mengangguk


“Ya sudah, kita makan di luar yuk. Sekalian jalan-jalan.” Ajak pak Sendy


“Tenang saja. Itu urusan aku. Yang penting sekarang kita makan. Ayo..” ucap pak Sendy sambil mematikan TV nya dan langsung menarik tanganku


“Kita memang mau makan dimana?” tanyaku


“Sudah kamu ikut saja.” Sahutnya


Lalu aku pun mengikutinya. Setelah sampai, aku baru sadar kalau ini tuh seperti pasar malam. Banyak orang yang berjualan dengan harga yang murah tapi enak dan banyak juga pembeli yang berlalulalang.


“Pak, eh mas, kok bisa tahu sih ada tempat ini di sini?” tanyaku heran

__ADS_1


“Ya tahulah. Di sini itu tempat favoritku kalau aku lagi suntuk gara-gara kepikiran kamu terus.” Ucapnya


“Gombal.” Sahutku ga percaya


“Ya sudah kalau tidak percaya.” Ucapnya sewot


“Iya.. Iya.. Aku percaya. Jangan ngambek lagi donk.” Rayuku


“Huh...” ucapnya sambil buang muka


“Ayolah mas.. Jangan begini.” Bujukku


“Ok aku tidak ngambek lagi, tapi kamu harus cium aku. Gimana? Berani tidak?” tantangnya


“Tapi mas, ini kan di jalan. Malu. Nanti saja ya di mobil ato di rumah.” Tawarku


“Ya sudah kalau gitu, aku ngambek lagi saja deh.” Ucapnya sambil nyelonong pergi meninggalkan aku sendirian


“Lha dia malah pergi. Kalau dipikir-pikir, sepertinya ada yang salah deh. Hmm.. Mana ada orang ngambek bilang-bilang. Hadeuh...” ucapku sambil tepok jidat


“Ya sudahlah...” ucapku lagi dan langsung berlari ke arahnya kemudian...


‘Cup..’ aku pun mencium pipinya dan langsung pergi


Aduh.. Malunya setengah hidup eh salah.. Setengah mati. Mungkin kalau ada yang memperhatikan, wajahku pasti kelihatan seperti tomat yang sudah matang.

__ADS_1


Lanjut...👇


__ADS_2