Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Mendadak pusing


__ADS_3

“Permisi..” ucap pak Heru wali kelasku


“Silahkan masuk, pak.” Ucap pak Rio


“Ada apa, pak?” tanya pak Rio


“Ini... Maksud saya datang ke sini itu karena ingin mengenalkan murid baru pada bapak berdua.” Jelas pak Heru


“Oh.” Sahut pak Rio singkat sementara pak Sendy hanya diam saja tidak bersuara


“Oh iya, kenalkan, ini Fia. Dia ini baru pindah sekolah mengikuti tempat kerja orang tuanya.” Jelas pak Heru pada pak Rio dan juga pak Sendy


“Fia, mereka ini guru BK di sekolah ini. Ini pak Rio dan yang di sana itu pak Sendy.” Jelas pak Heru pada Fia


“Hai, Fia. Selamat datang ya di sekolah ini.” Ucap pak Rio dan Fia pun mengangguk sambil tersenyum dan melihat ke arah pak Sendy sementara pak Sendy cuek.


Melihat keadaan canggung itu, pak Rio pun akhirnya berinisiatif mencairkan suasana


“Fia, sudahlah. Jangan hiraukan orang yang di sana itu. Dia memang seperti itu orangnya. Bukan begitu, pak Heru?” ucap pak Rio dan pak Heru pun hanya tersenyum


“Ya sudah, Fia. Kita sebentar lagi masuk. Ayo kita ke kelas.” Ajak pak Heru


“Iya, pak.” Sahut Fia


“Ya sudah ya, pak. Kami pamit.” Ucap pak Heru


“Iya, pak.” Sahut pak Rio


Sementara itu di kelas, aku tiba-tiba saja merasa kurang sehat.


“Tia, kamu beneran tidak apa-apa?” tanya Rika khawatir


“Entahlah, Rik. Tiba-tiba kepalaku pusing. Bagaimana ini, Rik?” ucapku bingung


“Kamu ke ruangan UKS saja. Nanti biar aku yang mengijinkan kamu ke guru.” Ucap Rika


“Ya sudah deh. Tolong ya, Rik.” Ucapku

__ADS_1


“Iya, Tia. Kamu tidak apa-apakan sendirian ke UKSnya?” tanya Rika yang masih saja khawatir


“Tidak apa-apa, Rik.” Sahutku yang kemudian pergi ke UKS


Saat sedang berjalan gontai, pak Sendy memperhatikanku


“Lha tuh anak kenapa tidak masuk?” gumam pak Sendy dan akhirnya mengikutiku


Aku yang terasa pusing, sudah tidak menghiraukan sekitar. Aku tetap berjalan sampai akhirnya aku sampai di ruangan UKS


Di dalam ruangan UKS, aku pun bertemu dengan guru penjaga di sana


“Kamu kenapa?” tanya bu Maya yang umurnya sepantaran dengan pak Sendy


“Tidak tahu, bu. Tiba-tiba saja aku pusing.” Sahutku


“O.. Ya sudah. Kamu tidur saja dulu. Pak Sendy tahu kamu lagi sakit begini?” tanya bu Maya


“Ha??” sahutku bingung kenapa bu Maya tahu-tahu mengucapkan kata-kata itu.


“Kok, hah sih jawabannya?” protes bu Maya


“Sudahlah. Sementara ini kamu tidak perlu tahu dulu aku tahu darimana. Tapi sekali lagi aku tanya, pak Sendy tahu tidak kamu sakit begini?” ucapnya


“Tidak, bu.” Sahutku


“Ya sudah. Kamu istirahat saja kalau begitu.” Ucap bu Maya dan aku pun mengangguk lalu langsung merebahkan diri di atas tempat tidur UKS


Tak selang berapa lama, pak Sendy datang...


“May, tadi kalau aku tidak salah lihat, Tia ke sini ya?” tanya pak Sendy


“Iya, Sen. Itu sekarang dia sedang tiduran. Lagian kamu ini, ya. Istri sakit, tapi kamu tidak tahu.” Ucap bu Maya


“Ststtst... Bukan begitu, May. Tadi dia tidak apa-apa. Tapi rasanya aku tahu deh kenapa dia seperti itu.” Ucap pak Sendy


“Kenapa memangnya, Sen? Jangan bilang kalau kamu sudah seperti itu sama dia?” tebak bu Maya

__ADS_1


“Ish. Kamu ini. Ya tidaklah. Aku tidak seperti itu kok sama dia.” Sahut pak Sendy


“Lha terus kenapa?” tanya bu Maya kepo


“Itu, May. Si Fia sekolah di sini dan ada kemungkinan kalau si Tia sudah bertemu dengan Fia.” Jelas pak Sendy


“Apa, Sen. Si Fia juga sekolah di sini?!” ucap bu Maya terkejut


“Iya. Maka dari itu, May. Si Tia mungkin jadi kepikiran dan akhirnya jadi begini.” Ucap pak Sendy


“Sen, tapi kamu tahu kan kalau Fia itu suka sama kamu?” tanya bu Maya


“Iya, May. Aku tahu sudah dari beberapa hari yang lalu. Itu pun dari Tia.” Ucap pak Sendy


“Jadi, yang tahu duluan kalau Fia itu suka sama kamu malah si Tia?” ucap bu Maya yang tidak habis pikir dengan pak Sendy dan pak Sendy pun mengangguk


“Ya ampun, Sendy.. Sendy...Ya sudah. Mending ajak pulang saja gih, istrimu. Nanti biar aku yang kasih surat ijin pulang untuk di kelasnya.” Ucap bu Maya


“Ya sudah deh, May. Makasih ya.” Ucap pak Sendy


“Iya sama-sama, Send. Ya sudah sana, Sen. Sana ke istrimu.” Ucap bu Maya dan pak Sendy pun mengangguk lalu masuk menemuiku


“Tia.. Tia... Bangun sayang.” Ucap pak Sendy lirih ketika sudah berada di sampingku


“Eh, bapak. Bapak buat apa ada di sini?” tanyaku


(Catatan: Tia, kalau sedang berada di ruangan yang asing, panggil pak Sendy dengan sebutan bapak dan bukannya mas.)


“Kita pulang yuk.” Ajaknya


“Pulang? Terus sekolahku bagaimana?” tanyaku


“Sudah tidak apa-apa.” Sahut pak Sendy


“Lalu, buku dan tas ku?” tanyaku lagi


“Nanti biar di ambilkan Rio. Kamu di sini saja.” Ucap pak Sendy

__ADS_1


“O begitu. Ya sudah, kalau begitu.” Ucapku pasrah


Bersambung..


__ADS_2