
Setelah berbicara seperti itu, kami pun diam di sepanjang perjalanan sampai akhirnya kami pun sampai di rumah
“Tia, sebentar. Jangan masuk dulu.” Ucap pak Sendy
“Ada apa, mas?” tanyaku
“Tidak ada apa-apa sih. Hanya ingin masuk bareng saja ke dalam rumah.” Sahutnya
“Oh.” Ucapku singkat
Akhirnya, kami pun masuk ke dalam rumah dan langsung masuk ke kamar kami masing-masing
***
Saat sore harinya, kami duduk santai di depan TV.
“Mas, weekend ini kita di ajak oleh Rika main. Kita mau ikut tidak?” tanyaku sambil menonton TV
“Hmm, tapi weekend ini, aku juga di ajak oleh Rio. Gimana donk?” tanya pak Sendy
“Haizz... Ya sudah, kebetulan sekali yang mengajak kita berdua itu orang yang sama.” Ucapku
“Orang yang sama gimana sih, Tia?! Kamu kan di ajak Rika, sedangkan aku di ajak Rio.” Ucap pak Sendy bingung
“Ya ampun si bapak satu ini ya. Begini, kenapa tadi aku bilang orang yang ajak kita itu adalah orang yang sama?! Itu karena yang ngajak Rika itu pak Rio dan bisa di bilang kalau kita ini di suruh menemani mereka.” Jelasku
“Tuk.. tuk... tuk...” suara pulpen pak Sendy terjatuh karena pada saat itu dia sedang mendata siswa-siswa yang sering melakukan pelanggaran
“Eh?? Kenapa, mas?” tanyaku heran
“Jadi, maksud kamu, besok weekend itu kita di suruh lihat orang pacaran?” tanya pak Sendy?
“Ya, kurang lebih seperti itu. Gimana? Kita terima tidak ajakan mereka?” tanyaku
“Hmm... Sebentar, Tia. Aku pikirkan dulu.” Ucapnya yang kembali melanjutkan pekerjaannya
“Oh ya sudah kalau begitu.” Ucapku
****
__ADS_1
Ke esokan paginya, kami berangkat seperti biasanya. Dalam perjalanan, kami hanya terdiam dan tidak ada obrolan apapun.
Di saat sudah mendekati gerbang sekolah, tiba-tiba pak Sendy...
“Tia..” ucap pak Sendy
“Iya, mas?” sahutku
“Tolong kamu bilang sama si Rika kalau kita besok akan ikut dia main.” Ucap pak Sendy
“Benarkah itu, mas?” tanyaku meyakinkan
“Iya.” Sahutnya
“Makasih ya, mas.” Ucapku
“Sama-sama.” Sahutnya lagi
Lalu kami pun sampai di parkiran dan aku pun langsung saja turun dari mobil dan pergi meninggalkan pak Sendy
Sesampainya di kelas, aku langsung di kejutkan dengan kedatangan murid baru..
“Hai, Tia. Kamu rupanya sekolah di sini juga ya?” ucap Fia
“Iya. Lha kamu sendiri juga sekolah di sini?!” ucapku terkejut
“Iya.” Sahutku yang sebenarnya tiba-tiba punya perasaan yang tidak enak
Setelah bertegur sapa sekilas, Fia pun di panggil ke kantor untuk menemui wali kelas. Sementara itu...
“Hai, Tia.” Sapa Rika
“Oh kamu, Rik.” Ucapku dengan suara sedikit lirih
“Kamu kenapa, Tia?” tanya Rika
“Eh, tidak ada apa-apa.” Sahutku
Rika yang sedikit banyak sudah mengenal aku pun hanya bisa bingung.
__ADS_1
“Ini anak, kenapa? Pasti ada yang tidak beres. Aku lebih baik segera tanya pak Sendy.” gumam Rika yang melihatku agak sedikit lesu
Tak sampai menunggu lama, Rika pun langsung menuju ruang BK. Sesampainya di sana, Rika langsung bertemu dengan pak Rio.
“Eh, Rik. Pagi-pagi sudah datang ke sini. Kangen ya sama aku?” ucap pak Rio ke PD an
“Tidak tuh. Biasa saja.” Ucap Rika
“O ya, pak. Pak Sendy mana?” tanya Rika
“Untuk apa kamu cari pak Sendy?” ucap pak Rio
“Ada urusan penting. Ini masalah Tia.” Ucap Rika
“Oh masalah Tia, ya?! Itu orangnya ada di dalam.” Ucap pak Rio pada akhirnya
“Lha kenapa tidak bilang dari tadi sih, pak?!” ucap Rika kesal dan langsung masuk begitu saja
“Pak Sendy..!!” ucap Rika
“Eh, Rik. Ada apa?” tanya pak Sendy bingung
“Pak, bapak dan Tia sedang ada masalah ya?” tanya Rika spontan
“Tidak, tuh. Memangnya ada apa?” tanya pak Sendy yang semakin bingung
“Kalau tidak ada masalah, kenapa Tia terlihat murung?!” ucap Rika
“Murung? Kok bisa murung?! Padahal tadi waktu turun dari mobil, dia kelihatan baik-baik saja. Malahan aku tadi titip pasan buat kamu, kalau besok weekend kita bakalan ikut dengan kalian jalan-jalan.” Jelas pak Sendy
“Oh begitu ya?! Lha kalau kalian ternyata tidak ada masalah apa-apa. Terus kenapa sih Tia seperti itu?” ucap Rika bingung
“Entahlah. Ya sudah, nanti pulang sekolah aku coba cari tahu deh.” Ucap pak Sendy
“Iya deh, pak. Kalau begitu, aku balik ke kelas dulu.” Pamit Rika
Tak selang berapa lama, pak Sendy dan pak Rio pun kedatangan tamu.
“Fia..?!?!” ucap pak Sendy terkejut dalam hati
__ADS_1
Bersambung...