Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
penjelasan


__ADS_3

Ketika aku sedang berteriak karena kesal, tiba-tiba dia menarikku sehingga aku duduk di pangkuannya.


Kalian bisa bayangin ga, betapa malunya aku saat ini 😳. Aku yang hanya memakai handuk, tiba-tiba duduk di pangkuan laki-laki yang mengaku sebagai suamiku.


“Pak, bapak mau ngapain?” tanyaku cemas


“Aku mau... makan kamu. Hrauk...” ucapnya yang membuatku seketika merasa takut dan berdiri namun ditahan olehnya


“Ga.. Ga.. Aku tadi hanya bercanda saja kok. Sudah duduk dulu tenang. Tadi katanya ingin minta di jelaskan.” Ucap pak Sendy mengingatkanku


“Iya, tapi ga kaya begini juga kali. Lagipula aku kan belum pakai baju. Malu tahu pak.” Ucapku yang udah ga peduli sopan santun lagi sama guru satu ini


“Ga apa-apa. Begini aja. Aku suka lihatnya. Seksi.” Goda pak Sendy


“Bapak mesum..!!!😡” teriakku lalu diapun langsung menutup mulutku dengan menciumku.


Ingin rasanya aku melepaskan diri dari ciuman itu. Tapi apa daya, aku tidak bisa. Ketika beberapa saat kemudian, diapun menyudahi ciumannya itu.


“Ingat.. Ini adalah hukuman buat kamu yang suka teriak-teriak. Jika kamu mengulanginya lagi, maka kamu juga akan mendapatkan hukuman seperti ini lagi. Apa kamu mau?” tanyanya dan akupun menggeleng.


“Ya udah klo ga mau, kamu harus diam dan tenang karena aku mau menjelaskan semuanya ke kamu.” Ucap pak Sendy dan akupun mengangguk

__ADS_1


“Jadi begini, kurang lebih 7 tahun yang lalu, Kakekku tidak sengaja berkenalan dengan orangtuamu. Mereka bertiga semakin hari semakin dekat seperti layaknya sebuah keluarga. Sementara aku saat itu sudah berumur seusiamu yaitu 17 tahun dan kedua orang tuaku sudah lama meninggal. Di saat usiaku sepertimu, kakek selalu saja memaksaku untuk memiliki pacar tapi aku tidak mau. Aku ingin selalu menjaga kakek yang sudah susah payah membesarkanku. Namun tidak dengan kakek. Kakek terus saja memaksaku. Sampai akhirnya aku bertemu dengan gadis cilik nan cantik yang kala itu berusia 10 tahun.” Jelasnya


“Maksud bapak gadis kecil itu aku?” tanyaku yang lupa kalau dulu ternyata pernah bertemu dengan Pak Sendy.


“Iya. Itu kamu. Kamu pasti masih bingungkan? Ya udah aku lanjutkan.” Ucapnya yang seolah tahu dengan apa yang sedang aku pikirkan


“Saat itu aku diam-diam selalu memperhatikanmu. Semua tingkah lakumu dan juga semua kebiasaanmu, aku perhatikan. Namun, disaat aku tidak bertemu denganmu, hariku terasa sepi. Lalu aku mencoba memberanikan diri untuk bilang ke kakek agar aku bisa dekat terus denganmu.” Ucapnya


“Lalu kata kakek apa?” tanyaku penasaran


“Kakek hanya tersenyum dan hari itu juga aku di ajak ke rumahmu oleh kakek dengan tujuan untuk melamarmu dan kamu tahu ga saat itu kamu bilang apa ke kami?!” tanya pak Sendy dan aku menggelengkan kepala karena memang sudah lupa.


“Saat kamu di tanya oleh orangtuamu, apakah kamu bersedia dekat denganku lalu kamu jawab, kamu ga mau dekat denganku tapi kamu maunya nikah denganku. Sontak kami semua yang ada di sana saat itu menjadi sangat terkejut. Lalu orangtuamu memastikannya lagi dan jawabanmu masih tetap sama.” Jelas pak Sendy


“Trus kalian percaya begitu aja sama yang dikatakan anak kecil berusia 10 tahun?” ucapku heran


“Antara percaya dan ga percaya. Masalahnya kami saat itu sama sekali belum berniat ke arah situ karena mengingat umurmu yang masih sangat belia. Tapi kamunya ternyata melakukan hal di luar nalar kami selaku orang dewasa.” Jelasnya


“Memang aku melakukan apa?” tanyaku penasaran


“Kamu mogok makan.” Sahut pak Sendy

__ADS_1


“Apa? Aku mogok makan hanya karena itu?” tanyaku ga habis fikir dengan kelakuanku saat itu


“Iya. Wlo kami sudah berusaha membujukmu, tapi kamunya tetap kekeh dengan pendirianmu. Lalu akhirnya kamipun menyerah dan menuruti semua apapun yang kamu minta.” Jelas pak Sendy


“Lalu bapak sendiri bagaimana? Apa bapak juga menyesal setelah tahu sikap dan sifatku yang seperti itu?” tanyaku dan untuk beberapa saat dia terdiam dan mengendurkan tangannya yang melingkar di badanku


“Pak.. Hello. Bapak..!!” ucapku tapi dia masih saja diam


“Lha dia malah diam. Ya udahlah klo gitu, aku ganti baju dulu di kamar mandi.” Ucapku yang kemudian berdiri dan langsung mengambil pakaian ganti


Namun lagi-lagi pak Sendy tiba-tiba memelukku dari belakang


“Tia, dengarkan aku. Saat itu, aku sangat bahagia. Karena biasanya gadis seusia segitu itu masih polos, jujur dan apa adanya. Beda dengan perempuan yang sudah mengenal kata pacaran. Jadi akupun menyetujui untuk menikahimu dengan satu syarat, kita bisa sah menurut negara saat kamu berumur 17 tahun.” Ucapnya yang ternyata masih melanjutkan penjelasannya.


Sementara aku, jangan di tanya deh perasaanku saat itu bagaimana. Kacau..😔


“Pak, kita bicarakan ini nanti lagi. Ijinkan aku untuk ganti baju dulu. Klo aku seperti ini, bisa-bisa aku masuk angin.” Ucapku beralasan


“Ya sudah, kamu ganti baju dulu. Aku akan tunggu kamu disini.” Sahutnya dan dengan secepat kilat, akupun langsung melesat ke kamar mandi.


“Gila.. Gila.. Gila... Kenapa aku dulu seperti itu sih?! Dasar bodoh.” Gerutuku lirih sambil memukuli kepalaku

__ADS_1


Bersambung..😙


__ADS_2