
Saat jam istrirahat sudah tiba, aku dan Rika pun langsung datang ke ruangan BK. Di sana ada pak Rio yang sudah menantikan kami di depan ruangan
“Tia, syukurlah kamu akhirnya datang.” Ucap pak Rio sambil menarik tanganku menjauhi Rika
“Eh pak.. pak... Ini apaan sih, pak?” tanyaku bingung
“Ststtst.. Jangan kencang-kencang.” Ucap pak Rio berbisik
“Hah? Memang ada apa, pak?” tanyaku sambil ikutan berbisik
“Aku boleh PDKT dengan teman kamu itu, tidak?” tanya pak Rio masih berbisik
“Jadi bapak suruh aku bawa si Rika itu ke sini sekarang karena mau PDKT sama dia?” tanyaku yang juga dengan berbisik
“Iya. Hehehe..😁😁” sahutnya
Di saat yang bersamaan, ternyata pak Sendy ke luar dan melihat kami sedang berbisik-bisik
“Eh, kamu Rika kan? Teman Tia?” tanya pak Sendy
“Iya, pak.” Sahut Rika yang ternyata masih menungguku
“Terus mereka berdua lagi ngapain?” tanya pak Sendy
“Tidak tahu, pak. Tadi begitu sampai di sini, tiba-tiba pak Rio langsung menarik tangan Tia.” Ucap Rika santai
Mendengar penjelasan dari Rika, tiba-tiba pak Sendy langsung mendatangi kami.
“Ehm..” sapa pak Sendy
“Eh kamu, Sen?!” ucap pak Rio
“Hmm..” sahut pak Sendy singkat
“Ya sudah, Tia. Aku ke Rika dulu ya. Doa kan aku berhasil ya.” Ucap pak Rio
“Iya, pak. Semangat.” Ucapku
“O ya, makanannya ada di meja Sendy. Makan saja.” Ucapnya lagi setelah itu pak Rio langsung pergi
__ADS_1
“Tia, ini maksudnya apa?” tanya pak Sendy
“Lihat saja sendiri. Nanti juga mas tahu jawabannya.” Sahutku
“Yuk, ah. Lapar. Katanya di mejanya mas ada makanan.” Ucapku yang langsung masuk ke dalam dan pak Sendy pun mengikutiku
Melihat aku yang langsung masuk, Rika pun memanggilku...
“Woi, Tia. Mau ke mana?” teriaknya
“Mau masuk, mau makan. Lapar.” Sahutku
“Aku juga mau donk. Aku lapar juga nih.” Celetuk Rika
“Eh, Rik. Kamu lapar juga?” tanya pak Rio
“Ya iyalah, pak. Ini kan jam istirahat.” Sahut Rika
“Ya sudah. Kalau kamu lapar, aku punya sesuatu nih. Kamu jangan ganggu mereka.” Ucap pak Rio
“Eh iya, benar juga ya. Bapak punya apa?” tanya Rika
“Iya, pak.” Sahut Rika
Saat di dalam, pak Rio terlihat panik...
“Ada apa, pak?” tanyaku sambil mengunyah makanan
“Tia... Tia... Tolongin aku donk.” Ucap pak Rio panik
“Tolongin apa, pak?” tanyaku santai sementara pak Sendy sih jangan di tanya. Dia masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi
“Tia, makanan di atas meja ini, mana yang paling Rika suka?” tanya pak Rio
“Gubrak... Hadeuh bapak. Aku kira tadi mau minta tolong apa? Ini... Dia paling suka sama kue yang ini.” Sahutku sambil menunjukkan kue yang dimaksud
“Oh begitu. Makasih ya, Tia.” Ucap pak Rio sambil mengambil beberapa kue di atas meja dan kemudian pergi
“Tia, ini jangan-jangan si Rio...” pak Sendy tidak meneruskan ucapannya
__ADS_1
“Iya, mas. Itu benar sekali.” Ucapku santai sambil makan makanan yang ada di atas meja
“Mas tidak mau makan juga?” tanyaku
“Oh, tidak. Nanti saja.” Ucap pak Sendy yang masih memperhatikan temannya itu
Sementara itu di luar, pak Rio...
“Ini, Rik. Mudah-mudahan kamu suka sama yang aku bawa ini.” Ucap pak Rio yang pura-pura dia asal bawa kue
“Wow... Makasih, pak. Ini kan kue kesukaanku.” Ucap Rika
“Benarkah?” ucap pak Rio dan Rika pun mengangguk
“Syukurlah kalau kamu suka. Makanlah. Habiskan saja.” Ucap pak Rio
“Bapak tidak makan juga?” tanya Rika
“Tidak. Biasanya kami makan kalau kalian sudah masuk ke dalam kelas sekalian patroli.” Ucap pak Rio
“Oh.” Sahut Rika singkat
“O ya, Rik. Weekend nanti kamu ada acara, tidak?” tanya pak Rio
“Hmm... Kaya’nya sih tidak ada, pak. Ada apa memangnya, pak?” tanya Rika
“Hmm... Aku sebenarnya ingin mengajak kamu ke suatu tempat. Kamu mau, tidak?” tanya pak Rio
“Oh gitu. Ok. Tapi aku boleh ajak teman, tidak?” ucap Rika
“Siapa?” tanya pak Rio
“Si Tia dan pak Sendy.” Sahut Rika
“Hmm... Ya sudah deh. Kalau merekanya mau, tidak apa-apa.” Ucap pak Rio
“Ok. Makasih ya, pak.” Ucap Rika sambil melanjutkan makannya.
Bersambung...
__ADS_1