Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Galau


__ADS_3

Kami yang tahu kalau kami ini di kejar oleh pak Sendy akhirnya memutuskan untuk cepat naik mobil angkutan umum. Tidak ada waktulah buat pesen Go car, Grab, Taksi ato apalah itu. Yang ketemu saja langsung kita taiki. Asal tidak ketangkep sama guru BK satu itu.


Setelah di rasa aman, kami pun segera pindah mobil lagi. Karena mobil angkutan umum yang kami taiki tadi bukan mobil jurusan yang kami inginkan.


Setelah berpetualang dengan main kejar-kejaran dengan pak Sendy, kami pun akhirnya sampai di tempat tujuan.


“Syukurlah.. Kita sampai juga.” Ucap Haris


“Pak Sendy masih mengejar kita tidak ya?!” ucap Beni terengah-engah


“Kaya’nya dia sudah kehilangan jejak kita deh.” Ucap Rika


“Syukurlah kalau memang begitu.” Ucap Haris


“Ya sudah, ayo kita mulai main..!!” seru Rika


“Ayo..!!” Sahut Haris dan Beni bersamaan


Sementara aku, hanya biasa saja. Malahan tambah BT. Tidak tahu kenapa.


“Ya sudah kalian main saja. Aku di sini saja ya. Mau cari makanan.” Ucapku


“Ya tidak seru ah. Kita kan di sini buat menghibur kamu yang lagi BT. Tapi sekarang kok malah kamunya yang tidak ikut kita main sih?!” protes Rika


“Bukan tidak mau ikut main. Tapi beneran deh, aku lapar. Aku mau cari makanan dulu. Nanti aku susul deh kalau aku kenyang. Ok?!” ucapku


“Ya sudah deh. Kalau begitu kita pergi main duluan ya.” Pamit Rika


“Iya.” Sahutku singkat sambil tersenyum

__ADS_1


Akhirnya mereka pun pergi. Sementara aku bukannya cari makanan, tapi malah duduk termenung sambil menunduk


“Aku ini sebenarnya kenapa sih? Begini salah, begitu salah. Yang ada malah jadi tambah BT. Sebenarnya yang aku mau itu apa sih?” tanyaku pada diri sendiri


Disaat yang bersamaan, tiba-tiba tanganku di tarik oleh seseorang menuju permainan bianglala.


Setelah masuk dan duduk di dalam bianglala, aku terkejut. Karena ternyata yang menarik tanganku tadi itu pak Sendy.


“Ba... Bapak?!” ucapku terkejut sekaligus juga ada rasa takut


“Tia, jelaskan sama aku sekarang. Kamu itu kenapa dan ada apa?” tanyanya


“Tidak ada apa-apa, pak.” Sahutku


“Gimana aku mau jawab, aku sendiri juga tidak mengerti kenapa aku begini.” Gumamku dalam hati


“Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu apa jawabannya.” Ucapku lirih seperti hendak menangis dan ini di sadari oleh pak Sendy


“Tia, dengarkan aku baik-baik. Aku tahu sekarang ini kamu sedang bingung karena beberapa waktu belakangan ini, banyak yang sudah terjadi padamu dan juga statusmu. Tapi Tia, aku mohon, tolonglah jujur pada dirimu sendiri tentang bagaimana perasaan kamu ke aku sebenarnya. Aku akan beri waktu kamu untuk berpikir. Setelah turun dari bianglala ini, aku akan tunggu kamu di parkiran. Kalau kamu sudah tahu apa jawabannya, kamu bisa langsung menemuiku di sana. Aku tunggu sampai kamu datang.” Ucapnya dan aku pun masih tetap termangu dengan tatapan kosong


Bianglala pun berhenti dan pak Sendy pun turun meninggalkanku sendiri di bianglala itu.


Setelah beberapa kali putaran, aku pun turun. Ternyata di tempatku semula, sudah ada Rika, Haris dan juga Beni yang sedang mencariku.


“Tia, kamu habis darimana saja sih? Kita dari tadi tuh mencari kamu tahu.” Celetuk Rika


“Eh sorry.. sorry.. Aku tadi habis cari es krim terus nyasar deh.” Sahutku beralasan


“Terus es krimnya mana?’ tanya Rika

__ADS_1


“Es krimnya tidak ada. Habis.” Sahutku berbohong


“Oo...” Sahut Rika


“Eh Ris, Aku boleh minta tolong tidak? Kamu mau tidak belikan aku es krim kaya punya Tia tadi.” Ucap Rika yang sepertinya sudah menyadari sesuatu


“Emang es krim punya kamu tadi kaya apa, Tia?” tanya Haris


“Hmm... Ya kaya’ es krim pada umumnya.” Sahutku


“O.. Ya sudah, aku belikan dulu. Ayo Ben.” Ucap Haris sambil tarik tangannya Beni


Setelah mereka berdua sudah pergi...


“Tia, sekarang tinggal kita berdua. Tia, sebenarnya ada apa?” tanya Rika tiba-tiba


“Aku tidak ada apa-apa.” Sahutku


“Jangan bohong padaku. Plis jujur. Kalau memang ada masalah, cerita. Siapa tahu aku bisa bantu.” Ucap Rika


“Hmm begini, Rik. Tapi sebelumnya kamu harus janji dulu sama aku buat merahasikan ini dari siapapun.” Ucapku


“Iya aku Janji.” Sahutny


“Hmm... Jadi begini, sebenarnya, gue sama pak Sendy itu tidak tahunya suami istri.” Ucapku


“Apa??😲” Ucap Rika terkejut


Lanjut..👇

__ADS_1


__ADS_2