Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Mika


__ADS_3

“Ya ini aku. Sudah lama ya kita tidak bertemu?” ucap orang yang baru datang itu


“Mika? Kamu untuk apa datang ke sini?” tanya pak Sendy terkejut


“Memangnya aku tidak boleh ya datang ke sini?” tanya Mika yang dulunya adalah teman kuliah pak Sendy sekaligus orang yang selalu mengejar-ngejar pak Sendy


“Mas, siapa yang datang?” tanyaku dari dalam


“Siapa itu? Adik sepupumu ya?” tanya Mika yang langsung nyelonong masuk ke dalam tanpa menunggu jawaban pak Sendy


Aku yang tidak tahu apa-apa pun hanya bersikap biasa saja. Sedangkan Mika terlihat terkejut melihatku.


“Sen, ini kan bukan adik sepupu kamu. Terus ini siapa, Sen?” tanya Mika


Pak Sendy pun langsung mendekatiku dan merangkulku.


“Kamu mau tahu siapa dia, Mika?” ucap pak Sendy


“Dia ini istriku.” Ucap pak Sendy lagi


“A.. A.. Apa kamu bilang? Kamu pasti bercandakan, Send?” ucap Mika memastikan


“Apa aku terlihat seperti orang yang sedang bercanda?!” ucap pak Sendy ketus


“Tidak.. Tidak.. Kamu pasti bohong.” Ucap Mika ga terima


“Gimana bisa bohong?! Kalau kamu tidak percaya, kamu tunggu sebentar di sini, aku akan buktikan ke kamu.” Ucap pak Sendy yang langsung masuk ke dalam kamar.


Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya pak Sendy pun datang dengan membawa buku nikah kami

__ADS_1


“Ini!! Kamu lihat dan kamu baca sendiri. Disitu sudah jelas tertulis kalau aku dan dia adalah suami istri.” Ucap pak Sendy ketus


“Tidak.. Tidak.. Ini pasti tidak benarkan, Sen. Kenapa bisa begini?! Aku tuh sudah ngejar kamu dari dulu. Tapi kenapa sekarang kamu malah diam-diam nikah sama anak kecil ini?!” ucapnya ga terima


“Aku tidak diam-diam nikah sama dia. Justru aku dari dulu memang sudah nikah sama dia, jauh sebelum kenal kamu.” Ucap pak Sendy tegas


“Maksudnya?” tanya Mika bingung


“Kamu!! Dijelaskan pun kamu tidak akan mengerti. Sekarang aku mau tanya, kamu mau apa datang ke sini?” tanya pak Sendy tegas


“Aku ingin sekali lagi mengejar kamu, Sen.” Ucap Mika


“Ngejar aku? Itu tidak mungkin. Aku tidak akan bisa ke lain hati. Karena dari dulu, aku sangat mencintai istriku ini.” Ucap pak Sendy tegas


“Sen, kamu!! Huh!!” ucap Mika kesal lalu pergi


“Mas, sebenarnya ini ada apa? Tadi itu siapa? Kok segitu tidak sukanya sama aku?” ucapku


Sesuai dengan perkataannya, pak Sendy pun hanya sebatas tidur di sampingku dan tidak berbuat macam-macam padaku.


Keesokan harinya, aku terbangun lebih dahulu. Aku melihat wajah pak Sendy yang sedang tertidur pulas.


“Pak, kenapa kamu lebih memilih aku?” tanyaku dalam hati.


Ketika aku sedang memperhatikan wajahnya, pak Sendy tiba-tiba terbangun dan itu membuatku terkejut. Tapi, sebisa mungkin aku menutupinya. Jangan sampai pak Sendy tahu hal itu.


“Pagi sayang..!!” ucapnya.


“Pagi juga.” Sahutku

__ADS_1


“Sebentar ya sayang. Aku masih mau tidur sebentar lagi. Kamu jangan kemana-mana.” Pintanya sambil meletakkan tangannya di atas badanku


Aku yang tadinya hendak bangun dan ingin turun dari tempat tidur pun, akhirnya hanya bisa pasrah dan merebahkan diri lagi di atas tempat tidur


Entah sampai berapa lama kami tiduran seperti itu, tapi lama kelamaan aku berinisiatif untuk turun pelan-pelan dari tempat tidur


“Akhirnya... Bisa lepas juga.” Ucapku lirih sambil melangkahkan kaki ke kamar mandi untuk mandi


Sungguh segar rasanya diri ini setelah mandi. Itulah yang aku rasakan saat ini. Dengan rambut di tutupi handuk, aku pun melangkah keluar dan pergi ke dapur untuk mencoba menyiapkan sarapan.


Setelah usaha yang sangat panjang, akhirnya sarapan pun siap dan aku lihat pak Sendy masih tertidur.


Daripada aku bingung mau ngapain pagi-pagi begini, lebih baik aku keluar mencari udara segar karena aku baru sadar, semenjak aku datang ke rumah ini, aku sama sekali belum jalan-jalan di sekitar sini.


“Indah juga ya pemandangannya, udaranya juga sejuk.” Gumamku mengagumi lingkungan di sekitar rumah


Beberapa saat berjalan, aku melihat ada sebuah taman. Akup un melangkahkan kaki ke sana dan duduk.


“Sungguh damainya berada disini.” Ucapku sambil memejamkan mata


Di tempat lain..


Pak Sendy terbangun dan dia terkejut mendapati aku tidak ada.


“Tia, kamu kemana?” Gumam pak Sendy yang langsung turun dari tempat tidur dan mencariku ke mana-mana


“Tia, kamu itu ada di mana sih?” gumamnya lagi...


Sementara di taman aku sedang duduk tenang menghirup udara segar

__ADS_1


Lanjut👇


__ADS_2