
Setelah sampai di Rumah Sakit, Fia langsung segera di tangani oleh Dokter di ruangan UGD
“Bagaimana keadaan Fia, mas?” tanyaku yang datang bersamaan dengan kakek dan juga paman pak Sendy
Pak Sendy pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tanda dia sendiri tidak tahu.
Beberapa saat kemudian, Dokter yang menangani Fia pun keluar.
“Bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya paman pak Sendy
“Keadaan dia sekarang sudah baik-baik saja. Beruntung dia bisa melewati masa kritisnya dan sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang perawatan.” Jelas Dokter tersebut
“Terimakasih, Dok.” Ucap paman pak Sendy dan kemudian dokter itu pun pergi
Setelah beberapa saat dokter pergi, polisi yang saat itu datang ke rumah Fia pun datang.
“Bagaimana keadaannya sekarang, pak Sendy?” tanya polisi tersebut
“Sudah baik, pak. Dia berhasil selamat.” Sahut pak Sendy
“Oh syukurlah.” Ucap polisi tersebut
Sementara kakek dan juga paman menjadi sangat bingung dengan kedatangan polisi tersebut
“Ini ada apa, ya?” tanya kakek
“Maaf, pak. Sebenarnya kami saat ini sedang dalam tugas untuk menangkap saudari Fia atas tuduhan percobaan pembunuhan.” Ucap polisi tersebut
“Maksudnya? Percobaan pembunuhan apa maksudnya?” tanya paman pak Sendy
“Beberapa hari yang lalu kami mendapat laporan bahwa dia sudah mencoba mencelakai sadara Sendy dan juga Tia dengan cara menyuruh orang lain agar mengutak-atik rem mobil saudara Sendy hingga tidak berfungsi. Beruntung saudara Sendy ini bisa selamat.” Jelas polisi tersebut
Mendengar penjelasan polisi tersebut, tiba-tiba kakek syok dan terduduk lemas.
“Kakek!! Kakek tidak apa-apa?” tanyaku dan kakek pun mengangguk
__ADS_1
“Sendy, apa itu benar?” tanya paman pak Sendy
“Iya, paman.” Ucap pak Sendy
“Tapi, pak. Apakah laporan itu bisa di cabut? Aku dan juga Tia pun tidak apa-apa.” Ucap pak Sendy lagi
“Tidak bisa, pak. Proses hukum harus tetap di jalankan selama tidak ada pencabutan laporan dari pihak yang melapor. Apalagi saat ini kami sudah menangkap orang yang sudah di mintai tolong oleh saudara Fia waktu itu.” Jelas polisi tersebut
Mendengar penjelasan tersebut, pak Sendy pun tidak bisa bicara apa-apa lagi
“Maafkan aku, kek, paman.” Ucap pak Sendy
“Kamu tidak salah, Sen. Kenapa kamu yang minta maaf. Biarkan saja Fia mendapatkan hukuman atas perbuatannya. Kita tidak usah melindunginya apalagi membelanya.” Ucap paman pak Sendy dan pak Sendy pun hanya terdiam
***
Beberapa hari setelah kejadian itu, keadaan Fia pun berangsur-angsur pulih dan dia pun sudah di perbolehkan untuk pulang.
Sesaat setelah sampai di rumah, Fia pun langsung kedatangan dua orang polisi untuk menangkapnya.
“Fia, kamu harus bisa mempertanggung jawabkan perbuatan kamu selama ini. Kami sudah tidak bisa membantumu lagi. Ini adalah pembelajaran buat kamu agar kedepannya kamu tidak melakukan kesalahan yang sama.” Ucap paman pak Sendy
Fia pun langsung terdiam. Entah apa yang ada dipikirannya saat itu. Namun, dia akhirnya mau mengikuti polisi tersebut untuk menerima hukuman atas perbuatannya.
***
2 tahun sudah berlalu semenjak kejadian tersebut. Fia pun sudah bisa ikhlas menerima hukuman atas perbuatannya itu. Sementara aku dan Rika harus menghadapi masalah yang lebih menyeramkan bahkan bisa membuat kami mati berdiri. Kalian mau tahu apa itu ??
Hahaha.. Iya. Masalah itu adalah Ujian kelulusan.. Wow.. Benar-benar tersiksa. Apalagi aku yang mempunyai suami seperti pak Sendy. Kalian pasti kebayangkan bagaimana rasanya?! Hampir tiap hari aku di suruh baca dan menghafal. Jika aku tidak juga bisa menghafalnya, maka aku tidak boleh tidur.
“Tahu begini, kenapa dulu aku tidak menyerah saja ya dan memberikan pak Sendy pada Fia.” Gerutuku
“Apa kamu bilang barusan? Coba ulangi!!” ucap pak Sendy yang ternyata bisa mendengar ucapaku
“Eh.. Tidak-tidak. Bukan apa-apa, mas. Hehehe..” sahutku berkilah
__ADS_1
“Awas kamu, ya.” Ucap pak Sendy mengancam
“Iya.. Iya..” sahutku
***
Tak terasa, ujian pun akhirnya berakhir. Kini saatnya kita melihat hasil ujian. Tidak penting seberapa hasil nilai yang di dapat, yang penting aku bisa lulus.
“Tia, kamu sudah siap?” tanya Rika dan aku pun mengangguk
Setelah barada di depan papan pengumuman tiba-tiba aku langsung menemukan namaku yang lulus namun dengan nilai paling rendah.
“Tia..!!!!!!” teriak pak Sendy dari jauh
“Mampus deh aku. Kabuuuur..!!!!” ucapku yang langsung melarikan diri membuat pak Sendy semakin kesal dan mengejarku
Hasilnya... Kalian tebak sendiri saja deh. Hehehe....
****
Ya begitulah perjalanan kisah cintaku di sekolah. Kini aku benar-benar sudah menjadi istri pak Sendy yang sebenarnya dan seutuhnya. Kami pun akhirnya miliki satu orang anak perempuan yang bernama Cintya. Sementara orang tuaku pun sesekali menjenguk kami dan sebaliknya aku dan pak Sendy serta anakku kadang kala menjenguk mereka
Sedangkan Rika, kini dia sudah bertunangan dengan pak Rio dan juga melanjutkan sekolahnya di salah satu universitas ternama.
***END***
*****************************
Pemberitahuan:
Oh ya, teman-teman... Author mau minta tolong nih...
tolong mampir ke novel dan coba baca ke novel Author yang baru yang judulnya "EdelWeis" & "Guruku, Cinta Pertamaku".
di tunggu ya, teman-teman...😄😄
__ADS_1