Cintanya Guruku Padaku

Cintanya Guruku Padaku
Posesif


__ADS_3

Malam harinya, pak Sendy datang ke kamarku dan ini membuatku sangat terkejut. Aku yang tadinya hendak tidur, tiba-tiba bangun dan duduk


“Pak, bapak untuk apa ada disini?” tanyaku


“Mau tidur.” Sahutnya


“Kan bapak bisa tidur di kamar bapak. Tidak harus di sini.” Protesku


“Tidak mau. Aku maunya sama kamu tidurnya.” Ucapnya santai sambil duduk disampingku


“Tapi pak, aku..” pak Sendy menghentikan ucapanku dengan menciumku lembut dan herannya aku terima begitu saja.


Setelah menciumku beberapa saat, dia pun akhirnya menyudahinya.


“Selam malam sayang. Ayo sekarang kita tidur.” Ucapnya yang langsung saja tidur di sampingku


Rupanya, dia ini termasuk orang yang ***** alias nempel langsung molor. Tapi kalau di perhatikan lagi, pak Sendy terlihat tampan juga ya dan mendadak aku menjadi deg-degan


“Hadeuh... Jantungku berisik banget ya.” Gumamku


Lalu aku coba untuk mulai tidur di sampingnya yang entah sudah sampai mana dia tertidur


Keesokan harinya, entah kenapa aku terbangun pagi sekali. Ketika aku membuka mataku, kulihat di depanku sesosok pria dewasa yang sangat tampan sedang tidur di sebelahku.


Ketika aku sedang serius memandangi wajahnya, dia pun terbangun.


“Pagi, sayang.” Ucapnya begitu melihatku dan aku pun hanya tersenyum.


“Pak..” ucapanku dipotong olehnya


“Jangan panggil aku pak, ya, kalau lagi berdua saja.” Pintanya


“Terus aku harus panggilnya gimana?” tanyaku


“Panggil saja Mas. Gimana?” ucapnya


“Hmm.. O ya pak, eh mas, aku mau siap-siap buat berangkat sekolah dulu ya. Bapak eh mas, tidak siap-siap juga?” tanyaku


“Ya.. Sekolah lagi?! Hmm... Ya sudah deh.” Ucap pak Sendy lesu.


Kami pun akhirnya memulai lagi aktifitas kami seperti biasa.

__ADS_1


Sesampainya kami di parkiran mobil, lagi dan lagi dia nahan aku yang mau turun.


“Ada apa, mas?” tanyaku


“Aku mau donk. Itu tuh..” ucapnya tidak jelas


“Mau itu apaan, mas?” tanyaku


“Itu lho.” Ucapnya


“Itu apaan?” tanyaku


“Ah ya sudahlah.” Ucapnya dengan rasa kecewa karena aku tidak juga mengerti dengan isyaratnya


“Hadih ni orang. Kasihan juga.” Gumanku


“Cup..” lalu aku pun mencium pipinya dan langsung turun dari mobil.


Aku tidak tahu bagaimana ekpresinya saat ini. Tapi ya sudahlah.


Di dalam kelas aku bertemu dengan Rika, Haris dan Bima. Mereka terlihat seperti sedang membahas sesuatu


“Eh, tuh si Tia datang.” Ucap Rika sambil menunjuk ke arahku.


“Hmm..” sahutku singkat


“Lha ni anak satu kenapa lagi?” Ucap Rika


“Eh Tia, kamu kenapa? Wajahmu tuh aneh tahu.” Celetuk Rika


“Ng.. Ng.. Tidak ada apa-apa kok.” Sahutku bingung


“Kalau tidak ada apa-apa, kenapa wajahmu kaya lagi di tilep alias cemberut begitu?” ucap Rika


“Oh.. Aku lagi suntuk saja. Ingin main.” Sahutku


“Kamu ingin main, Tia?” tanya Haris


“Iya. Aku sudah lama tidak main nih. Aku BT banget.” Sahutku


“Gimana kalau nanti kita pulang sekolah main.” Ucap Bima mengusulkan

__ADS_1


“Iya.. Iya.. Kamu mau kan main, Tia?” ucap Rika


“Main kemana?” tanyaku


“Main ke taman bermain. Lagi pula besok kan libur.” Ucap Bima


“Kenapa tidak besok saja sekalian perginya?” tanyaku


“Kalau besok tuh ramai. Lagipula kamu yakin bisa keluar?” tanya Rika


“Iya juga sih. Ya sudah deh. Nanti pulang kita langsung pergi.” Ucapku dan mereka bertiga terlihat semangat sekali


“Kira-kira kalau sampai pak Sendy tahu gimana ya?!” gumamku dalam hati


Lalu jam pelajaran pun dimulai...


***


Saat pulang sekolah, seperti yang sudah disepakati, kami pun akhirnya langsung pergi menuju taman bermain.


Tapi disaat hendak keluar dari gerbang tiba-tiba... Eng ing eng...


“Hai.. Kalian berempat mau kemana??” tanya pak Sendy dengan nada memanggil


“Mampus dah kita..” ucapku yang enggan sekali nengok


“Eh kalian bertiga, dalam hitungan ke tiga, kita kabur ya.” Ucapku dan mereka pun mengangguk


“1.. 2.. 3.. Lari..!!” seruku sambil berlari dan diikuti yang lainnya.


“Hai, Tia.. Kamu mau kemana? Tia...!!” Teriak pak Sendy


“Awas kamu ya kalau ketangkep..!!” ucap pak Sendy yang segera ngambil mobil lalu mengejar kami


Skip..


“Hadeuh.. Pak Sendy tuh posesif banget sih. Jadinya si Tia kabur-kaburan terus kan?” (author)


“Diam kamu, thor.” (Pak Sendy)


“Wuih.. Galak banget ya.” (Author)

__ADS_1


Bersambung..😙


__ADS_2