CROMULENT

CROMULENT
Bab 14. Kesombongan Daniel


__ADS_3

Sarah segera berlari meninggalkan halaman mansion untuk mencari keberadaan Edward. Tentunya setelah mobil Daniel meninggalkan halam itu. Ada rasa penyesalan dan kurang perhitungan dari diri Sarah. Dia menyesal sekarang.


"Kak Edward di mana?"


"Mungkin di kamarnya, Nona," jawab maid.


Segera mungkin Sarah naik. Dia tidak peduli lagi tentang larangan untuk tidak memasuki kamarnya. Walaupun Sarah tidak tahu, ada rahasia apa di balik pintu itu. Dia mencoba menerobosnya.


Tanpa mengetuk pintu, Sarah membuka pintu kamar itu. Edward terkejut dan melihat Sarah memandangi seluruh isi kamar itu.


"Sarah!" Terlihat kilatan kemarahan Edward di sana. Namun, sepersekian detik kemudian Sarah pingsan.


Akhirnya, Edward membawa Sarah ke kamarnya. Dia membopong Sarah lalu meletakkan di ranjang. Dia melepaskan sepatu yang digunakan Sarah lalu turun sebentar.


"Bisa ambilkan aku minyak atau apa pun itu? Atau bahan pengompres?"


"Maaf, Tuan. Ada apa?" Maid terlihat bingung.


"Sarah pingsan dan aku butuh untuk membuatnya sadar sekarang."


Maid itu bergerak cepat. Tidak mengambil air dan kain untuk mengompres, melainkan minyak esensial.


"Ini untuk apa?" Edward mendadak bingung.


"Bangunkan saja Nona Sarah dengan pelan, Tuan. Setelah itu minyak esensial ini akan bekerja. Sementara aku akan membuatkan minuman manis. Pergilah, Tuan! Beberapa menit lagi aku akan menyusul."


Sepertinya maid itu sangat pengalaman. Edward pun segera menuju ke kamar Sarah dan ternyata dia sudah sadarkan diri sambil memegangi pelipisnya.


"Syukurlah, kamu akhirnya sadar juga. Apakah kamu ingin menghirup aroma minyak ini? Kata maid ini bagus untuk kondisimu saat ini dan–"


"Apa maksudmu, Edward?" tanya Sarah.

__ADS_1


"Untuk saat ini, tolong bersikaplah seperti adikku. Sebentar lagi maid akan datang. Kita bicara setelah dia kembali."


Memang benar, beberapa menit kemudian maid mengantarkan minuman manis. Itu untuk Sarah agar kondisi tubuhnya kembali bugar.


"Ini bisa langsung diminum, Tuan. Aku permisi."


Setelah pintu ditutup kembali, Edward mengambil gelas itu lalu membantu Sarah untuk meminumnya. Setengah gelas sudah diminum oleh Sarah.


"Cukup, Edward," ucap Sarah pelan. "Bisakah kamu jelaskan semua itu?"


"Aku mencintai Catherine apa adanya, Sarah. Maaf, itulah salah satu alasanku tidak membiarkanmu masuk ke kamar. Sudah lama sekali aku membingkai foto Catherine. Sejak aku mencintainya dulu sampai sebelum kamu mengubah segalanya. Aku akui keputusanmu itu benar, tetapi aku juga menyalahkan diriku karena tidak bisa mencegahnya. Harusnya aku–"


"Jangan katakan apa pun, Edward! Apa pun kondisiku, tolong terima saja. Aku berterima kasih karena kamu sudah mewujudkan semua impianku, tetapi bisakah kamu anggap Catherine telah tiada? Dia hanya masa kelamku, Edward. Kumohon!"


Sulit dan sangat berat. Terlebih nama Catherine sudah terukir jauh sebelum mereka bertemu lagi. Selama tiga tahun menjalin hubungan, lima tahun ditinggalkan Catherine begitu saja, dan dua tahun sampai Catherine kembali berubah menjadi Sarah. Total membutuhkan waktu sepuluh tahun untuk tetap bertahan pada cintanya. Anggap saja kalau Edward sangat gila dan obsesi untuk memiliki Catherine dan kesempatan kedua yang dia harapkan.


"Aku adalah Sarah Victoria sekarang. Kita akan menikah nanti setelah urusanku selesai. Kumohon," pinta Sarah lagi. Dia begitu dekat dengan Edward lalu mengelus pelan bibir pria itu kemudian mengecupnya sebentar.


"Kenapa kamu mencariku? Seperti ada sesuatu yang penting dan aku minta maaf."


Sarah kemudian menceritakan segalanya. Keputusan dan rencananya untuk menjebak Daniel dan mengambil alih perusahaannya dalam waktu sekejap. Tentunya akan mengambil rumah yang ditempati Helena saat ini. Semuanya sampai tidak tersisa.


"Kamu serius, Sarah? Ide ini terlalu berisiko. Kenapa kamu tidak berunding dulu denganku?" Edward menyayangkan.


"Maaf, aku mungkin terlalu berapi-api setelah berkunjung ke makam orang tuaku. Mungkin saat ini aku juga telah membuat Daniel besar kepala."


"Ya, kurasa seperti itu. Aku harus tetap tenang dan mencoba memikirkan jalan keluarnya. Beristirahatlah!"


Sayangnya Sarah tidak bisa. Dia cukup gugup untuk mengambil keputusan hari ini. Sekuat apa pun dia menahan diri, tetap saja dia membutuhkan sandaran.


"Kita akan berenang sore ini," ucap Sarah sebelum Edward keluar dari kamarnya.

__ADS_1


"Tidak. Kurasa kamu sedang kurang sehat. Aku akan pergi ke ruang kerjaku. Akan kupikirkan rencananya. Beristirahatlah!" Edward kembali ke ranjang, mendekati Sarah, lalu mengecup keningnya. "Tidurlah! Aku tidak akan membiarkanmu terjebak masalah itu. Jangan khawatir! Lupakan Daniel dan mimpilah bersamaku."


"Terima kasih, Sayang."


"Sama-sama." Edward mengangguk kemudian keluar dari kamar.


Sementara itu, Daniel pulang ke rumah dengan perasaan berbunga-bunga. Ternyata lebih mudah dari yang dibayangkan. Sebentar lagi dia akan menjadi suami Sarah Victoria dan menjadi adik ipar dari Edward Harrison. Keberuntungan yang menarik, bukan? Sangat menarik!


"Mama! Mama! Di mana kamu?" Teriakan Daniel menggema di seluruh rumah itu.


Helena baru saja keluar dari kamar mandi untuk mencuci muka. Ya, dia baru saja bangun tidur. Ini masih siang menjelang sore, tetapi suara gaduh Daniel membuat Helena harus segera turun ke bawah.


Sebuah kehebohan yang tidak biasa dan namanya masih diteriakkan berulang kali, sampai Daniel berhenti saat beradu pandang dengan Helena.


"Ada apa?" tanya Helena.


"Tebak, kabar apa yang kubawa?"


Helena menggeleng. "Mana mama tahu, Daniel."


"Sarah menerimaku, Mam! Dia setuju menjalin hubungan denganku! Mama tahu, kenapa? Ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama denganku!"


Harta, tahta, dan wanita yang menjadi kedudukan tertinggi untuk Helena. Dia terlihat jauh lebih bahagia dari apa yang dibayangkan Daniel. Dia juga tidak mencurigai apa pun tentang siapa Sarah. Apa pun hubungannya dengan Edward, yang penting Daniel akan menjadi bagian pengusaha kaya itu.


"Wow, ini luar biasa, Sayang! Mama bangga padamu dan sebentar lagi kamu akan menjadi bagian terpenting dari Edward. Kamu akan mengisi surat kabar, media elektronik, dan semua wartawan akan memujimu, Sayang! Selamat!" Helena tidak bisa mencegah kebahagiaan ini bertengger di dalam keluarganya. Dia langsung memberikan ucapan selamat melalui pelukan hangat untuk Daniel.


"Terima kasih, Mam."


"Lalu, kapan kalian akan bertunangan? Mama tidak ingin berlama-lama menunggu pengumuman berharga itu."


Tidak sia-sia keputusan Daniel melepaskan Brenda. Terlebih Sarah berusaha memastikan bahwa Daniel benar-benar tidak memiliki hubungan apa pun dengan wanita itu. Barulah Sarah mau menerimanya.

__ADS_1


"Menunggu keputusan Edward, Mam. Kurasa keputusanku untuk mengakhiri hubungan dengan Brenda menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Setelah aku menjadi bagian dari Edward Harrison, maka perusahaanku akan semakin berkembang pesat. Semua orang tidak hanya memandang Edward, tetapi akan memandangku juga."


__ADS_2