CROMULENT

CROMULENT
Bab 38. Penyesalan Helena


__ADS_3

Makan siang itu sukses mempertemukan mantan dan masa kini Sarah. Tentu saja awalnya berjalan sangat menyebalkan karena baik Daniel maupun Edward memperlakukan Sarah dengan sangat menyebalkan. Keduanya seakan bersaing untuk mendapatkan Sarah kembali. Seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.


"Cukup! Kalian sangat keterlaluan. Terutama kau, Daniel! Aku dan Edward sudah menikah. Jadi, bersikaplah layaknya orang asing bagi kami!" tegas Sarah.


Bukannya menikmati makan siang dengan nyaman, justru dia mendapati mantan suaminya bersikap layaknya anak kecil.


"Oke, Daniel. Aku sudah membayar semua pesananmu. Ini pertemuan terakhir kita dan jangan tampakkan lagi wajahmu di hadapanku!" tegas Sarah yang menarik tangan suaminya untuk segera pergi dari sana.


Edward mengekor di belakang istrinya. Pria itu malah tersenyum di belakangnya. Pasalnya, pria itu cukup senang bahwa segalanya yang berhubungan dengan Edward, Sarah sudah menyadari bahwa mereka memang saling mencintai.


Namun, ketika hendak mencapai tempat parkir, Sarah bertemu lagi dengan Brenda. Wanita yang pernah menjadi orang ketiga di dalam pernikahannya bersama Daniel kala itu.


Wanita itu kini berubah. Terlihat lebih menawan dari sebelumnya. Sepertinya, dia juga sudah tidak sendiri lagi.


"Hai, Brenda!" sapa Sarah.


Brenda tersenyum ke arahnya. "Hai, Sarah! Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu di sini."


"Kau terlihat sangat bahagia!" puji Sarah. Tentunya setelah melihat apa yang dilakukan oleh Brenda dengan penampilannya seperti sosialita.


"Aku sudah memutuskan untuk menikah dengan orang lain, Sarah. Kurasa kau pun benar dengan memilih Edward. Aku mengagumi cara balas dendammu itu. Cukup berkelas dan tidak masuk akal! Kupikir Catherine benar-benar meninggal, tetapi setelah aku tahu bahwa kau adalah Catherine dengan wujud yang lain, aku sadar bahwa hubunganku dengan Daniel hanyalah sebatas pelarian saja. Aku minta maaf sudah membuatmu kecewa!"


Brenda merasakan hal yang menyakitkan ketika tahu Daniel, pria yang dicintainya mudah berpindah hari kepada Sarah. Wanita yang baru dikenalnya selama beberapa hari. Mereka kemudian memutuskan untuk bertunangan dalam waktu singkat.


"Tidak masalah, Brenda. Aku sudah melupakan segalanya. Semoga kau berbahagia!" ucap Sarah terakhir kali kemudian meninggalkan Brenda.

__ADS_1


Wanita itu menatap kepergian Sarah dan Edward yang sedari tadi cuma melihat tanpa berinteraksi. Pria itu sungguh mengesankan di mata Brenda.


"Kau sangat beruntung, Sarah! Ketika Daniel menyakitimu pun ada pria lain yang lebih peduli dan sayang padamu," gumam Brenda kemudian masuk ke restoran.


Tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Ketika Brenda menunggu kedatangan suaminya, dia berpapasan dengan Daniel yang memakai kruk dan di tangannya terdapat paper bag dari restoran itu.


"Daniel!"


"Brenda!"


Keduanya saling sapa. Namun, sebelum Daniel meninggalkan Brenda, dia sempat berbincang dengan wanita itu sebentar.


"Aku minta maaf untuk apa yang telah kita lakukan bersama. Aku tidak bisa membahagiakanmu, bahkan sekadar membuatmu berbeda dari wanita lain."


"Tidak apa-apa. Kau melepaskan wanita yang baik demi aku. Aku yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untukmu, Daniel. Jalan hidup kita berbeda sekarang. Lihatlah!" Brenda menunjukkan cincin berlian melingkar di jari manis tangan kanannya. Itu artinya, cincin pernikahan sudah melingkar di sana. "Aku sudah menikah dengan pria yang kuanggap bisa memberikan apa pun yang tidak pernah kau berikan. Aku merasa bahagia walaupun yang kutuju hanyalah harta dan popularitas itu sendiri."


Seusai berucap demikian, Daniel segera keluar dari restoran tersebut. Dia segera mencari taksi supaya bisa pulang ke rumah sewaannya.


Setelah keluar dari rumah sakit, Sarah masih memberikan kesempatan pada Daniel untuk tinggal di rumah sewaan yang cukup kecil. Bukan lagi apartemen seperti sebelumnya. Apalagi sampai bersatu dengan apartemen Brenda. Wanita itu sudah lama mengusirnya secara halus.


"Akhirnya, kau pulang juga! Mama mencemaskanmu, Daniel. Dari mana saja kau?"


Melihat tentengan di tangan Daniel, Helena tahu bahwa putranya baru saja pulang dari restoran mahal. Biasanya dia makan di tempat itu, tetapi sekarang harus benar-benar seperti orang rendahan. Makan seadanya dan berpakaian seperti orang biasa.


Julukan sosialita tidak lagi melekat pada dirinya. Dia seperti menjadi seekor ulat yang sebentar lagi berubah menjadi kepompong. Mungkin juga dia adalah kupu-kupu yang gagal karena tidak memiliki kekuatan untuk terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lainnya.

__ADS_1


"Makan siang. Aku bawakan untuk Mama juga." Daniel meletakkan paper bag itu di atas meja ruang tamu.


"Kau sedang banyak uang rupanya. Mengapa tidak mengajak mama pergi ke sana saja?"


"Itu tidak mungkin, Mam. Aku bertemu dengan Sarah dan–"


"Apakah dia akan mengembalikan perusahaan kepadamu?" tanya Helena dengan sangat antusias.


Daniel menggeleng. "Aku bukan lagi Daniel yang dulu, Mam. Sulit sekali untuk mengambil alih perusahaan dengan kondisiku yang seperti ini. Tak seorang pun berpihak padaku. Hanya saja aku masih beruntung karena Sarah masih punya hati, sedangkan aku adalah kejahatan itu sendiri. Aku hanya datang untuk memengaruhi Edward saja. Supaya dia mulai ragu pada Sarah, tetapi kupikir itu tidak mudah. Edward sangat mencintai Sarah."


Daripada mendengarkan celotehan putranya yang menyebalkan itu, Helena memilih untuk mengambil piring lalu menempatkan makanan itu ke atas piring tersebut. Aromanya yang enak dan menggugah selera membuat Helena langsung menikmatinya.


"Mam, pelan-pelan saja!" tegur Daniel.


Helena tidak peduli. Sudah lama sekali tidak menikmati makanan seenak ini. Dia juga tidak bertanya, apakah putranya sudah makan atau belum?


"Makanan ini sangat enak. Entah kapan lagi kita bisa makan makanan seperti ini?"


Daniel tertunduk. Keserakahan di masa lalu, skandal dengan sekretaris, dan kehilangan segalanya sudah merupakan hukuman yang berjalan secara kontinu. Dia dan mamanya mendapatkan akhir yang mengerikan tanpa bisa bangkit lagi untuk mengambil yang harus menjadi miliknya.


"Mam, aku minta maaf. Aku gagal menjadi anak yang kau andalkan sebab aku terlalu silau pada kecantikan dan kesempatan untuk naik tingkat dengan mudah. Kupikir Edward adalah anak tangga yang akan membawaku untuk naik ke jenjang lebih tinggi, tetapi aku salah. Justru dialah bencana itu sendiri!"


Helena menekan dadanya yang sedikit sakit. Bila memikirkan masa lalunya, Helena seperti berputar kembali di sana. Dialah yang tenggelam dalam rencana besarnya sendiri. Berniat menyingkirkan Catherine, justru dia tersingkir sejauh mungkin.


"Mam, kau baik-baik saja?" Daniel ketakutan kalau sampai wanita yang selalu bersamanya itu mendapat akhir yang mengerikan.

__ADS_1


"Aku baik, Daniel. Maafkan mama yang selalu memojokkanmu dengan semua keinginan mama. Melahirkan penerus perusahaan, menuduh Catherine mandul, dan membuatmu menceraikan wanita itu. Mama tidak tahu lagi harus seperti apa. Apakah ini penyesalan? Atau mungkin hukuman yang harus kita terima?" ungkap Helena penuh sesal.


__ADS_2