
Daniel mengulang-ulang membaca surat perjanjian pranikah yang sengaja dibuat rangkap tiga itu. Sarah menjelaskan kalau salah satu surat itu nanti akan disimpan bagian pengarsipan di kantor kakaknya. Sisanya lagi dibawa pengacara untuk membuktikan keabsahan surat perjanjian pranikah tersebut.
Banyak poin-poin penting yang menguntungkan bagi Daniel. Terlebih ada penyebutan bahwa dia akan mendapatkan bagian saham sebesar 5 persen dan itu sebanding dengan apa yang diberikan pada Sarah. Jadi, total yang didapatkan Daniel adalah 10 persen saat pernikahannya dengan Sarah sudah diresmikan.
Selain itu, ada tambahan 5 persen lagi apabila Daniel dan Sarah memiliki anak laki-laki dari pernikahannya dan 3 persen, apabila anak perempuan.
Daniel sungguh dimanjakan dengan perjanjian pranikah ini dan sangat menguntungkan sekali. Tidak hanya itu saja, Sarah mendapatkan bagian rumah apabila mereka sudah menikah. Tentunya Sarah yang akan menentukan di mana lokasinya nanti.
"Kamu pasti sudah terhipnotis oleh bunyi surat pranikah palsu itu, Daniel," batin Sarah.
Ya, Sarah sempat membacanya sebelum menyerahkan ketiga lembar surat tipuan itu. Dia juga sempat menertawakan bunyi pranikah konyol yang disusun Edward semalaman. Dia bahkan berkonsultasi dengan pengacaranya. Jadi, sah-sah saja kalau Sarah menipu Daniel dengan cara yang sama.
"Jadi, bagaimana? Tidak semenakutkan bayanganmu, bukan? Kamu jangan khawatir, Daniel, kekayaan kakakku ini masih cukup untuk menghidupi aku, kamu, dan keturunan kita. Berapa pun banyaknya, Kak Edward masih sanggup," jelas Sarah demi membesarkan hatinya. "Oh, ya, baca lagi berulang-ulang sampai kamu menghapal isinya. Baru setelah itu, tanda tangani. Kalau kamu sudah selesai, kabari aku. Ehm, maksudku sebelum kamu tanda tangani."
Ini adalah momen paling gugup yang dirasakan Sarah. Mungkin saja Edward tidak segugup dirinya, tetapi surat tipuan itu memang bernama Sarah Victoria. Sementara surat aslinya adalah nama Catherine Eleanor, mantan istri Daniel Osvaldo.
Wajah Daniel terlihat semringah. Tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk berdiri bersama Edward, tetapi juga bisa mempersunting adiknya, dan mendapatkan surat perjanjian pranikah yang luar biasa. Perusahaannya akan semakin berkembang dan bisa sejajar dengan Edward. Walaupun tidak bisa menggeser kakak iparnya untuk turun ke nomor dua, tetapi Daniel akan bangga berada satu tingkat di bawah kakaknya.
"Ya, aku sudah membacanya berulang-ulang, Sayang. Bolehkah aku menandatanganinya?"
Nah, ini bagian yang lebih penting dan lampu di ruangan itu yang terang tiba-tiba padam. Sarah terdengar kesal.
"Oh, ya, ampun! Kenapa lampunya padam. Tunggu sebentar, Daniel. Aku akan mencari ponselku." Sarah mengganti berkas yang sempat diletakkan kembali ke meja dengan berkas aslinya yang akan membuat Daniel hancur.
"Sudah ketemu ponselnya?" tanya Daniel tidak memiliki kecurigaan sedikit pun.
__ADS_1
Cahaya dari ponsel bisa terlihat sedikit terang apabila ruangan itu benar-benar gelap. Bersamaan dengan itu, Sarah menutup sedikit berkas itu sehingga menampakkan nama Daniel Osvaldo saja.
"Maaf, ya, Daniel. Kamu harus tanda tangan di dalam suasana seperti ini. Mungkin agak lama karena ada sedikit perbaikan."
Daniel membubuhkan tiga tanda tangan tanpa ragu. Dia bangga bisa mendapatkan harta sebanyak itu hanya karena akan bertunangan lalu menikah dengan Sarah.
Lampu menyala bersamaan berkas itu selesai ditandatangani dan dimasukkan ke dalam map oleh Sarah.
"Oh, ya, ampun. Baru menyala rupanya. Bagaimana, Daniel? Apa kamu senang?" Itulah pertanyaan yang pantas untuk diucapkan padanya.
"Terima kasih, Sarah. Aku berjanji padamu kalau kita akan memiliki banyak anak. Ya, paling tidak laki-laki dan perempuan."
Daniel rupanya menghitung 8 persen yang dia dapatkan dari perusahaan Edward. Dia benar-benar sudah gila!
Sarah mengunci kembali ruang kerja kakaknya dan meninggalkan berkas itu di sana. Tempat yang paling aman sebelum Sarah menandatangani bagian terpentingnya.
"Maafkan kakak, Sarah. Kakak lupa kalau malam ini ada sedikit perbaikan dengan kabel listrik di mansion kita. Semuanya sudah beres, bukan? Daniel juga menyukai perjanjian pranikah yang kamu usulkan," ucap Edward.
"Ya, Daniel menyukainya. Beruntung tidak terlalu lama padamnya. Aku jadi tidak bisa tidur," kata Sarah manja.
"Tuan Edward beruntung memiliki adik yang cantik dan sedikit manja. Kurasa Daniel bisa memberikan kebahagiaan padanya," sahut Helena.
Sarah melepaskan tangannya dari Edward. Itu adalah kode saat Sarah berhasil mendapatkan tiga tanda tangan itu dalam waktu yang tepat dan cepat. Walaupun awalnya begitu gugup, tetapi cara yang ditunjukkan Edward sangat luar biasa.
"Tentu saja, Nyonya. Sebentar lagi dia akan menjadi menantu Anda. Rumah Anda pasti akan sangat ramai kalau ada dia," ujar Edward mengunggulkan Sarah.
__ADS_1
Hari sudah menjelang malam. Saat Sarah dan Daniel membicarakan perjanjian pranikah, Edward sudah menentukan tanggal pertunangan mereka. Edward juga meminta cincin berlian dari Daniel di hari pertunangan adiknya. Ya, lebih tepatnya sepasang cincin berlian untuk Daniel dan Sarah. Helena menyetujuinya.
Sarah dan Edward bisa bernapas lega setelah Daniel dan Helena keluar dari mansionnya. Rasanya ingin menikmati kebersamaan malam ini hingga besok pagi. Tentunya di kamar Edward, bukan Sarah.
"Kak, aku gugup sekali," ucap Sarah saat keduanya berjalan menuju ke ruang kerja yang sudah dikunci kembali oleh Sarah.
Edward meminta kembali kuncinya dan mereka masuk berdua. Dia menutup pintunya kembali dan melihat berkas di atas mejanya.
"Kamu berhasil, Sayang!" seru Edward setelah membaca ketiga surat itu. "Seminggu lagi pertunangan kalian. Siapkan saja dirimu! Aku hanya meminta sepasang cincin berlian untuk pertunangan kalian, tetapi sepertinya Nyonya Helena ingin membahas lebih jauh sampai pernikahan. Aku tidak mau! Daniel tidak akan menikah kembali dengan Catherine Eleanor, tetapi Edward Harrison-lah yang berhak memperistri pujaan hatinya."
"Ck, kamu selalu merayuku, Edward!"
"Lebih baik tanda tangani berkas ini! Pengacara yang akan mengurusnya. Kita nikmati seminggu ini mempermainkan Daniel dan setelah itu semuanya akan berakhir."
"Terima kasih, Sayang. Walaupun aku juga menunggu kehancurannya. Kapan kamu akan membelikan hadiah untukku?"
Sudah lama sekali Sarah tidak bermanja-manja seperti ini pada Daniel. Terkadang sebagai adiknya, Sarah ingin terus berdekatan dengan Edward. Namun, di saat seperti ini rasanya aneh berada di ruangan yang sama.
"Hadiah apa yang kamu inginkan?"
"Cincin pertunangan kita, Sayang. Kamu pernah menjanjikan itu padaku."
"Akan kupikirkan lagi. Lebih baik kita keluar sekarang dan jangan lupa sering-seringlah ajak Helena berbelanja. Setidaknya pergi denganmu akan menjadi kesan tersendiri setelah pertunangan yang gagal itu," goda Edward.
"Ya, aku akan menghabiskan black card milikmu. Apa kamu tidak keberatan?"
__ADS_1
"Tidak, Sarah. Gunakan sesuka hatimu. Jangan lupa, berikan sesuatu yang berkesan dan Helena akan mengenangmu sebagai Catherine palsu!" Edward mencubit pinggang Sarah sehingga mereka tertawa puas dengan kejadian hari ini.