
Kehebohan pembatalan pertunangan Sarah Victoria dan Daniel Osvaldo telah menjadi konsumsi publik. Banyak yang berspekulasi bahwa ini cara Edward untuk menggulingkan lawan bisnisnya, tetapi hal itu tidak membuat Edward takut. Walaupun sempat memengaruhi perusahaannya, tetapi sesegera mungkin dia memperbaikinya.
"Sayang, bagaimana denganmu? Semua orang sedang menudingmu melakukan tindakan bodoh itu untuk menggulingkan lawanmu."
"Kurasa kamu perlu melakukan konferensi pers setelah pulang dari perusahaan Daniel. Kamu harus datang ke sana dan mengambil alih semuanya," ujar Edward.
"Aku tidak akan melakukannya, Edward. Akan kukembalikan pada Daniel."
Sejujurnya jiwanya melemah saat tahu orang yang dicintainya berada dalam kesulitan. Bukan tentang Daniel, tetapi Edward.
Tudingan miring tetap tertuju pada pengusaha kelas atas itu. Seolah prestasi yang dia dapatkan selama ini akibat kecurangannya. Entah, siapa yang melakukan itu?
Namun, di sebuah kamar rawat rumah sakit, Helena sedang terbaring lemah. Daniel berada di samping untuk menghibur mamanya yang merasa sedih karena Sarah mengambil alih perusahaan putranya.
"Daniel, mengapa kita tidak tahu sama sekali? Mereka sengaja menjatuhkan kita dengan cara seperti ini. Mama menyesal telah percaya pada mereka." Helena meremas tangan Daniel seolah membutuhkan kekuatan.
"Mama jangan khawatir. Kita pasti bisa mendapatkannya kembali. Kalau dia menggunakan cara yang curang, kita pun bisa melakukannya."
Helena penasaran dengan Sarah. Mengapa Daniel baru mengenalinya sekarang setelah acara pertunangan itu dilangsungkan? Secara fisik, Sarah memang jauh lebih cantik dibandingkan Catherine. Namun, Helena terlena. Harusnya dari postur tubuh mudah dikenali.
Mungkin teringat kebodohannya yang silau dengan kecantikan dan kekayaan. Selain itu, harga dirinya akan lebih tinggi lagi jika berhasil menyandingkan Edward dan juga Daniel. Cuma itulah cara yang digunakan untuk mendapatkan pengakuan bahwa Daniel juga berhasil dengan jerih payahnya sendiri.
Mereka juga lupa bahwa tipuan yang dilakukan kepada Catherine adalah salah satu cara untuk mengembangkan bisnis yang saat itu berjalan di tempat. Modal kecil tidak akan membuat beberapa klien bekerja sama dengan perusahaannya. Barulah setelah mertuanya meninggal, Daniel mendapatkan hampir setengahnya untuk mengurus perusahaan. Setelah itu, sikap buruknya dimulai dengan mencintai sang sekretaris, Brenda.
__ADS_1
Daniel mengambil remote televisi lalu menyalakannya. Beberapa berita masih membahas tentang kegagalan pertunangan, perusahaan yang diambil alih, dan keburukan Edward. Inilah cara yang tepat sebelum Daniel meninggalkan ballroom kala itu. Mengumbar kebobrokan Edward dengan pencapaian bisnis yang diterimanya. Itu pun dia mendapatkan saran dari Brenda walaupun tidak tahu berita itu benar atau tidak.
"Mama lihat saja. Mereka tidak hanya menyerangku, tetapi juga Edward. Mereka juga beramai-ramai mengomentari hubungan Edward dan Sarah yang penuh dengan kebohongan."
Saat Daniel sedang sibuk menonton televisi dengan melihat perkembangan berita, seorang perawat memintanya untuk segera menyelesaikan administrasi rumah sakit karena Helena bisa diizinkan pulang sore itu. Terlebih kondisinya sudah tidak membahayakan lagi.
Namun, saat sampai di sana, semua kartu yang digunakan untuk membayar tagihan rumah sakit mamanya mendapatkan penolakan.
"Maaf, Tuan, dua kartu itu tidak bisa digunakan untuk transaksi."
Daniel terkejut. Sebenarnya ada apa? Mengapa sampai terjadi seperti itu? Apakah pihak bank juga memblokir semua kartunya gara-gara kabar buruk kemarin?
"Kenapa?"
"Keduanya ditolak."
"Baiklah. Tunggu beberapa jam lagi. Akan kuambilkan uang tunai saja."
Daniel harus membereskan tagihan mamanya dulu. Setelah itu, dia baru datang ke tempat Edward untuk melakukan negosiasi. Ini pasti bukan sebuah kebetulan, tetapi masalahnya akan sangat panjang sekali.
Sedang pusing masalah uang, perusahaan miliknya sudah ditinjau ulang oleh tim Edward. Mereka benar-benar mengambil alih perusahaan itu. Bukan hanya perusahaan, tetapi mereka memastikan bahwa perusahaan akan bekerja seperti biasa. Namun, mereka akan dipimpin langsung oleh Sarah Victoria yang merupakan pemilik baru perusahaan itu.
"Jadi, mulai hari ini perusahaan akan berada di bawah kendaliku. Kalau kalian tahu sebenarnya apa yang terjadi, itu memang benar. Kuharap kalian bekerja seperti biasanya dan aku juga akan terjun langsung ke perusahaan. Beberapa meeting penting atau kerja sama dengan pihak lain yang sempat terputus dari Tuan Daniel, maka aku yang akan melanjutkannya," jelas Sarah.
__ADS_1
Kabar mengenai Sarah yang ternyata adalah mantan istri Daniel juga sampai ke perusahaan. Beberapa dari mereka juga mendukung keberadaan Sarah di sana. Terlebih kabar perselingkuhan Daniel dengan Brenda juga mencuat bersamaan dengan kabar itu.
"Kami senang karena Nyonya kembali. Kami hampir merasa putus asa bahwa Anda benar-benar hilang. Ya, walaupun kinerja Tuan Daniel tidak pernah berubah, tetapi saat kami tahu bahwa Brenda sudah menjadi orang ketiga di dalam hubungan pernikahan kalian di masa lalu, rasanya kami benar-benar tidak percaya. Andalah yang terbuang sia-sia, Nyonya. Namun, kami benar-benar berterima kasih kalau Anda mau merangkul kami dengan cara yang lebih baik," ujar salah satu senior.
"Aku butuh kerja samanya," kata Sarah meyakinkan.
Saat mereka sedang berbincang di ruang meeting, tiba-tiba Brenda menerobos masuk. Beberapa penjagaan ketat sebenarnya sudah disiapkan, tetapi Brenda juga perlu bicara dengan Sarah.
"Wow, aku tidak menyangka kalau kamu melakukannya dengan cara seperti ini!" ujar Brenda membuat Sarah menoleh ke arahnya.
"Wow, beraninya kamu datang ke tempatku! Ini milikku sekarang. Jadi, tolong pergilah!"
Sarah masih mencoba memberikan kesempatan pada Brenda untuk meninggalkan perusahaan. Dia harus mengecek beberapa berkas penandatanganan yang tertunda.
Oh, ya, selama menjalani operasi perubahan wajah, Sarah memang sudah belajar banyak hal mengenai bisnis. Tidak heran saat dia menggenggam apa yang seharusnya menjadi hak milik bersama Daniel, kini dia telah terlatih.
"Mengambil sesuatu yang bukan miliknya sama saja dengan merampas!" sindir Brenda.
"Oh, ya? Bukankah itu sama seperti yang kamu lakukan beberapa tahun yang lalu? Kamu merampas hati, pikiran, dan tubuhnya. Apa kamu lupa? Oh, atau perlu aku ingatkan lagi?" Sarah memutari tubuh Brenda. Dia sempat menyentuh bibir wanita itu dengan lembut.
"Dia juga pasti sudah memberikan kecupan basah, bahkan ciuman penuh gairah. Semua itu pasti berakhir di ranjang. Benar, bukan?"
Brenda terdiam. Kenyataannya memang seperti itu, tetapi ada satu hal yang harus diketahui oleh Sarah saat ini juga. Tentang dirinya dan juga hubungannya dengan Daniel.
__ADS_1
"Silakan hina sepuasmu, Sarah! Aku yakin kalau tidak ada Edward, kamu pasti sudah tinggal nama. Asalkan kamu tahu, Daniel sangat mencintaiku. Dia butuh aku dan juga keturunan dariku. Aku juga tahu kalau kamu tidak sempurna. Makanya saat dia memutuskan untuk bertunangan denganmu, aku merasa tidak terima. Maksudku dengan Sarah, bukan Catherine," jelas Brenda. "Aku ke sini untuk mengambil kembali perusahaan agar kamu mengembalikannya pada Daniel. Terlebih saat ini aku sedang mengandung dengannya. Ahli waris Daniel sedang bertumbuh di rahimku."