
Sarah datang bersama Edward. Namun, yang menjadi perhatian Daniel adalah gaun yang dikenakan Sarah bukan pilihannya tempo hari. Justru dia menggunakan gaun yang berpasangan dengan pilihan Edward.
"Sarah, apa-apaan ini? Mengapa kamu tidak memakai gaun pilihanku?" Daniel mulai panik.
Begitu juga dengan Helena. Wanita itu merasa ada yang tidak beres. Terlebih mereka datang terlambat. Belum lagi beberapa kejutan yang membuatnya aneh sekali.
"Sarah, kenapa warna gaunmu sangat kontras dengan jas Daniel? Ada apa ini?" tanya Helena.
Sorotan kamera dan beberapa perekam sudah tertuju pada mereka semua. Sepertinya memang ada yang tidak beres, tetapi mereka tetap melakukan tugasnya seperti biasa.
"Kurasa ini hanyalah mimpimu saja, Tuan Daniel! Tidak sepantasnya pertunangan ini berlangsung," tegas Sarah.
Daniel meradang. Dia masih belum paham pada kisah apa yang tersemat sekarang. Kebingungan juga mendera semua orang. Mereka meminta agar acara ini segera dilangsungkan.
"Pengacara, tolong kemarilah!" panggil Edward.
Satu orang pria dengan membawa tas berisi berkas-berkas maju. Tatapannya tampak tenang kemudian mengeluarkan satu map yang diserahkan kepada Daniel.
Daniel menerima lalu membukanya. Betapa terkejutnya bahwa map yang dipegang itu adalah perjanjian pengalihan harta dari Daniel Osvaldo menjadi milih Catherine Eleanor.
"Sarah, apa-apaan ini? Kamu mau menipuku? Ini lelucon apalagi?" Rentetan pertanyaan keluar dari mulut Daniel.
Sarah masih dalam posisinya. Berdiri di samping Edward, memegangi tangan pria itu dengan kuat. Dia butuh semangat untuk melanjutkan rencananya.
"Masih ingat perjanjian pranikah kita, bukan? Itulah yang kamu lakukan dulu kepada Catherine. Kalau kamu lupa, aku ingatkan lagi!" Sarah sudah tidak mau basa-basi lagi.
Helena tampak terkejut. Dia tidak mengerti kalau Sarah memiliki hubungan dengan Catherine, mantan menantunya. Terlebih menurut cerita bahwa Catherine sudah lama menghilang. Dia bahkan tidak pernah kembali lagi ke rumah atau sekadar mampir ke perusahaan.
"Jadi, apa maksudmu, hah? Kamu ingin mengambil perusahaan berikut rumahku atas nama Catherine? Memangnya siapa kamu?" Daniel meradang.
"Ya, jangan membuat lelucon ini, Sarah!" tegur Helena.
__ADS_1
"Maaf, di sini tidak ada lelucon. Aku sebagai pengacara dari Tuan Edward dan Nona Sarah menyatakan bahwa itu adalah bukti sah pemindahan harta atas nama Tuan Daniel ditujukan pada pihak kedua, yaitu Chaterine Eleanor," jelas pengacara tersebut.
Tentu saja hal itu membuat Daniel kebingungan. Selama ini dia tidak pernah berhubungan dengan Catherine atau wanita di masa lalunya.
"Kalian membohongi aku, bukan? Di mana Catherine? Apa dia sengaja memperalat kalian?" Daniel mencoba tetap tenang. Padahal dirinya sendiri sudah terjebak sekarang. Surat pengalihan harta yang berada di tangannya itu adalah benar. Keabsahannya pun jelas bahwa tanda tangannya juga asli.
Sarah melepaskan Edward. Dia maju selangkah untuk memberikan pelajaran kepada Daniel. Hal itu tidak luput dari pandangan Brenda saat melihat kekacauan ini.
"Kamu memang pria tidak tahu diri, Daniel! Lihat, bagaimana Brenda mengharapkan dirimu. Dia sangat terluka dan kamu seenaknya mencampakkan dirinya. Asal kamu tahu, Sarah tidak akan mau bertunangan denganmu. Apalagi sampai menikah! Cukup penderitaan yang kamu berikan kepada Catherine dan memilih Brenda. Apa kamu lupa cara menipunya kala itu?"
Daniel berhenti. Dia mencoba memutar ingatannya kembali ke masa lalu. Seorang Catherine dengan jari lentiknya, lembut, dan sebuah tanda lahir yang terletak di atas dadanya membuat Daniel terpusat pada tubuh Sarah yang menggunakan gaun pertunangan cukup seksi dan menampilkan belahan dada yang begitu rendah. Terlihat jelas sebuah tanda lahir di sana dan Daniel segera menyadarinya.
"Kamu!" pekik Daniel. "Ya, kamu adalah Catherine!"
Helena dan Brenda terpaku. Rasanya ini mengejutkan bagi semua orang. Siapa Sarah? Siapa Catherine? Mengapa Daniel menyebut wanita yang akan menjadi tunangannya itu adalah Catherine?
"Daniel, ada apa?" tanya Helena.
Beberapa wartawan tampak sibuk mengenali situasi yang mulai tidak terkendali itu. Yang lainnya pun mulai mengabadikan momen yang membingungkan itu.
"Tuan Edward, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya salah seorang wartawan.
"Pengakuan dan kejujuran. Tunggu saja!" balas Edward.
Brenda yang semula berada di bawah, dia segera naik ke atas. Di mana Daniel dan Helena berada.
"Daniel, sebenarnya ada apa ini? Apa hubungannya Sarah dengan Catherine?" tanya Brenda.
"Dialah Catherine, Brenda! Dia menipu kita dengan berpura-pura menjadi Sarah. Dia telah mengambil semua milikku! Perusahaan, rumah, dan kepercayaanku!" jelas Daniel.
Barulah Helena dan Brenda memekik keras dengan fakta mengejutkan itu. Mereka mengira Catherine sudah tidak pernah ada lagi. Namun, mereka salah. Justru kedatangan Sarah-lah yang mengacaukan semuanya.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin! Ini pasti sebuah lelucon," sahut Helena.
"Ini bukan lelucon, Nyonya Helena! Ini adalah kenyataannya bahwa Tuan Daniel Osvaldo telah kehilangan perusahaan dan rumah yang kalian tempati. Jadi, kapan kalian bisa meninggalkan rumah itu?" tanya Sarah.
Daniel frustasi. Dia berhasil menipu Catherine, tetapi Sarah telah membuatnya berada di ambang kehancuran.
"Catherine, aku minta maaf. Aku minta kembalikan seluruh perusahaan dan rumah milikku. Aku berjanji akan mengembalikan apa yang telah kuambil darimu," ujar Daniel.
"Wow, ini mengejutkan, Tuan Daniel! Aku tidak menyangka bahwa Anda jauh lebih mencintai harta ketimbang Brenda ataupun Sarah. Kupikir ini akan membuatmu putus asa, tetapi aku salah. Hanya saja aku tidak mau mengalah. Jadi, tolong pergilah dari sini! Apa pun yang menjadi milikku sekarang, itu sudah cukup adil!" tegas Sarah.
Daniel bukannya menjauh, dia justru mencoba untuk mencekik leher Sarah sehingga membuat Edward turun tangan.
"Lepaskan Sarah!" teriak Edward.
"Tidak! Sebelum dia mengembalikan apa yang menjadi milikku!" balas Daniel.
Helena mencoba memahami situasinya. Saat tahu kenyataannya bahwa Sarah adalah Catherine, dia malah pingsan.
"Tante!" pekik Brenda segera menolong.
Saat tahu Helena pingsan, Daniel mendorong Sarah sehingga hampir terjatuh. Beruntung Daniel segera menangkapnya.
"Daniel, sebaiknya kita bawa Tante Helena ke rumah sakit. Kondisinya sudah seperti ini. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padanya. Ayo, Daniel!"
Daniel terpaksa mengangkat mamanya dan keluar dari ballroom itu. Namun, banyak yang melihat bahwa Daniel sudah bangkrut dan bukan lagi pemilik perusahaan X yang diambil alih secara paksa oleh Sarah. Dia tidak menyangka bahwa Catherine telah kembali menjadi wujud yang lain, yaitu Sarah dan berlindung di balik kekuasaan Edward.
"Edward, bagaimana ini? Daniel belum mau menyerah," bisik Sarah saat semua orang mulai mengusik kebenarannya.
"Tenang saja karena pengacaraku akan mengurus segalanya. Besok kita akan datang ke perusahaan seperti yang sudah kita rencanakan," balas Edward pelan.
"Tuan Edward, apakah ini sebuah konspirasi?" tanya salah seorang wartawan.
__ADS_1