CROMULENT

CROMULENT
Bab 30. Daniel Kecelakaan


__ADS_3

Daniel menurunkan tangannya. Dia tidak bisa menggunakan cara kekerasan. Kalaupun ingin, tidak di sini tempatnya.


"Aku datang ke sini untuk meminta baik-baik rumah yang kutempati bersama mama." Daniel mengiba.


"Maaf, Daniel. Semuanya sudah berubah. Jadi, lebih baik kamu pergi dari sini sekarang juga!" Sarah lelah berdebat.


"Mengapa kamu lakukan itu?" tanya Daniel seolah dirinya tidak merasa bersalah.


"Aku tidak melakukan apa pun. Aku hanya mencoba menjadi Catherine dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku. Setidaknya agar kamu merasakan betapa menderitanya aku. Diselingkuhi dengan sekretaris pribadinya, lalu dibodohi dengan surat perjanjian pernikahan konyol itu. Sebenarnya tujuanmu bukan aku, tetapi warisan keluargaku, bukan?"


Semuanya berawal dari tindakan bodoh Daniel. Jangankan mendapatkan rumah, perusahaan pun sudah tidak dipegang oleh Daniel sekarang.


"Oh, ya, lebih baik kamu pergi sekarang. Aku tahu kalau kamu pasti sangat membenciku sekarang. Sama halnya seperti yang kulakukan beberapa tahun yang lalu. Saat kamu melemparkan aku ke jalanan. Kurasa itu akan lebih adil untukmu. Berjuanglah mulai dari nol. Pergilah!" ujar Sarah mengusir Daniel.


"Kamu!" Daniel masih tidak terima, tetapi beberapa bodyguard yang bersama Sarah sudah diberi kode untuk segera menyingkirkan pria itu.


Ya, para bodyguard itu segera menarik Daniel keluar dari mansion. Setelah itu, Sarah memeluk erat tubuh Edward. Dia sangat ketakutan.


"Terima kasih sudah menguatkan aku, Edward."


"Sama-sama, Sayang. Jadi, apa rencanamu selanjutnya?"


"Menikah denganmu, tetapi kurasa kita harus pergi ke rumah sakit terlebih dahulu. Setidaknya agar aku tahu bahwa aku bisa hamil."


Pasti terasa menyakitkan saat tahu bahwa kesehatan Sarah tidak baik. Daripada berspekulasi yang macam-macam, lebih baik Edward meredam semuanya.


"Kamu tidak menyesal kalau aku tidak memiliki anak?"


"Cinta bukan tentang anak, Catherine. Aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita. Sampai detik ini pun, aku masih mencintaimu. Jadi, mari kita lakukan bersama-sama. Aku akan menerima segala kekurangan dan kelebihanmu. Aku percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja."


Berada di dalam fase duka dan bahagia menjadi satu. Edward segera mengurus pernikahannya. Dia meminta beberapa anak buahnya untuk menyiapkan pernikahan yang luar biasa. Sesuatu yang tidak akan pernah dilupakan oleh Catherine di masa mendatang.

__ADS_1


Sementara itu, Daniel sudah memutuskan untuk menyewa satu unit apartemen yang akan ditinggali bersama mamanya. Kehidupannya benar-benar sudah jatuh ke dasar lautan terdalam. Dia hanya memiliki sisa tabungan, mobil, dan perhiasan yang sebenarnya akan digunakan untuk bertunangan dengan Sarah.


"Daniel, ada apa?" tanya Helena saat berada di meja makan.


"Aku bingung, Ma. Bagaimana aku memulai usaha baru, sementara usahaku yang lama sudah hilang. Apakah aku harus bekerja di perusahaan itu untuk merebut kembali milikku?"


"Tidak mudah. Sarah pasti akan menolakmu."


Mamanya benar. Sarah tidak akan mungkin membiarkan Daniel masuk ke dalam kehidupannya. Rasanya menjadi orang tidak memiliki apa pun seperti hidup, tetapi tidak bergairah.


Balasannya cukup menyakitkan, padahal Daniel juga harus mengambil hasil tes kesehatan yang dilakukan bersama Brenda. Semoga saja hasilnya baik-baik saja.


Sebelum mereka pergi ke rumah sakit, Daniel menjemput Brenda di apartemennya. Sejak Daniel tidak memiliki apa pun, Brenda agak menjauh. Tidak seperti sebelumnya yang begitu dekat karena mengira Daniel tetap memiliki segalanya.


"Hai, apa kabar? Kamu sama sekali tidak menghubungi aku. Kenapa?" tanya Daniel sesaat setelah Brenda membuka pintu.


"Aku tidak ada waktu, Daniel. Aku harus mencari pekerjaan lagi."


"Aku minta maaf."


"Ya, seharusnya begitu. Oh, ya, setelah dari rumah sakit, kurasa hubungan kita harus diakhiri. Aku wanita bebas, Daniel. Kalau kamu sudah tidak memiliki apa pun, bagaimana aku bisa bertahan denganmu?"


Realitanya hidup butuh uang. Sementara Daniel sudah tidak memiliki apa pun. Mungkin mobil adalah satu-satunya yang dimiliki saat ini.


"Ya, baiklah. Keputusan ada di tanganmu."


"Aku mau kembali setelah kamu mendapatkan perusahaan itu. Bukankah itu impianmu?"


Tidak hanya perusahaan, tetapi Daniel sudah kehilangan segalanya. Sulit untuk mengambil alih kembali apa yang telah hilang darinya. Terlebih tanda tangan itu asli dan Daniel menyadari saat malam di mana dia diminta Sarah untuk menandatangani perjanjian pranikah mereka.


"Kurasa itu mustahil, Brenda."

__ADS_1


"Kalau begitu, pergilah ke rumah sakit sendiri! Aku tidak butuh hasil akhir pemeriksaan itu. Kalaupun kamu ternyata tidak sesuai ekspektasi, maka sebaiknya kamu minta maaf pada Catherine. Mungkin dengan kamu mengemis maaf padanya, dia mau berdamai denganmu."


Brenda mendadak enggan pergi dengan Daniel. Melewati beberapa koridor, pada akhirnya dia kembali ke unit apartemennya.


Daniel menggeleng atas sikap Brenda saat ini. Ternyata wanita itu hanya mencintai hartanya saja. Terlepas dari semua masalah yang dihadapi Daniel saat ini, Brenda angkat tangan.


Perasaan menyesal membuat Daniel harus kembali ke rumah sakit seorang diri. Dia hanya mendapatkan hasil tes miliknya dan Helena. Sementara milik Brenda, pihak rumah sakit akan mengirimkan pada alamat yang tertera.


"Sepertinya Anda harus bersabar, Tuan Daniel. Anda mengalami oligospermia."


Daniel membeku. Mungkin itu yang menyebabkan Catherine dan Brenda sulit hamil.


"Jadi, aku tidak bisa memiliki anak, Dokter?" tanya Daniel pelan.


"Bukan tidak bisa, Tuan Daniel. Hanya saja kemungkinannya sangat kecil. Namun, Anda jangan berkecil hati. Semua penyakit pasti ada solusinya. Ada beberapa alternatif pengobatan jika Anda memutuskan untuk memiliki anak. Memang tidak mudah, tetapi apa susahnya mencoba."


Perkataan dokter memang benar, tetapi setelah pengobatan itu berhasil, apakah Daniel bisa kembali lagi pada Catherine ataupun Brenda? Itu tidak mudah dipastikan karena Daniel sulit sekali jatuh cinta. Selama dia bersama Brenda, Daniel malah melupakan Catherine begitu saja.


"Baiklah, Dokter. Akan kuputuskan setelah pulang dari sini," ujar Daniel.


Dia ingin kembali ke apartemen, tetapi apa yang akan dikatakan pada mamanya. Apakah dia harus mengakui bahwa kedua wanita yang bersamanya itu bermasalah? Ataukah dirinya harus jujur sehingga menyebabkan mamanya semakin kepikiran?


Saat seperti ini membuat Daniel kehilangan kepercayaan. Dialah penyebab semua ini. Sebentar lagi Edward dan Sarah akan menikah. Tentunya dia sudah tidak memiliki kesempatan untuk kembali pada wanita yang selalu menjadi pendukung kehidupan terbaiknya.


"Aku merasa salah padamu, Catherine. Penyesalan saja tidak cukup untukku. Sepertinya aku terlalu sombong padamu. Aku dan mama selalu menuduhmu menjadi wanita yang tidak sempurna, padahal akulah yang gagal. Terima kasih sudah membersamaiku selama ini. Tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan untuk kehidupanku lagi."


Mobil yang dikemudikan Daniel begitu cepat. Dia sampai tidak mempedulikan keadaan sekitar. Sampai pada kejadian di mana Daniel harus mengalami kecelakaan tunggal.


Telepon mama Daniel berdering. Pihak rumah sakit mengabarkan pada wanita tua itu.


"Nyonya Helena, Tuan Daniel mengalami kecelakaan."

__ADS_1


__ADS_2