
Malam ini sudah semakin larut, tetapi mataku belum bisa terpejam sedikitpun.
Tiba-tiba saja aku teringat dengan musibah yang menimpa Keanu.
Aku jadi sedikit merasa bersalah pada pria itu, karena selama ini aku selalu menunjukkan sikap yang kurang baik padanya. Tetapi ketika ada kejadian seperti ini, aku jadi kasihan padanya..
Sebenarnya aku merasa ada kejanggalan dibalik kejadian tersebut.
Ini terasa aneh kan?
Maksudku.. Seperti ada yang sengaja melakukan itu pada Keanu.
Apa ada orang yang begitu membencinya, sehingga sampai melakukan hal ini pada Keanu?
Bisakah seperti itu?
Arrrggghh..
Bagaimana bisa aku terus memikirkan hal ini? Bahkan ini sama sekali bukan masalahku.
Tapi kenapa ini terasa begitu mengganjal di pikiranku? Sehingga tidak henti-hentinya masalah itu mengganggu pikiranku.
'halo? siapa?'
ya! akhirnya aku memutuskan untuk menelepon Ririn untuk menemaniku begadang.
'lo ngelindur? Ni gue Clara..!"
'oh.. huaaammmm..!' Ririn sepertinya menguap. 'ngapain lo nelpon malem-malem? Gue ngantuk tau! Jam di rumah lo mati?'. tanya Ririn dengan suara yang parau.
'ya nggak lah!'
'terus lo ngapain nepon tengah malem gini?'
'gue gak bisa tidur.. lo temenin gue ya!'
'oh.. hm.. oke gue temenin-'
'wah.. gak salah.. lo itu sobat terbaik gue!'
'eh tunggu, gue belom selesai ngomong.. maksud gue, gue mau temenin lo, tapi besok aja ya! soalnya sekarang gue ngantuk banget! Bye..!'
Ririn mengakhiri pembicaraan kami, tapi dia tidak memutus sambungan teleponnya. Dan sekarang yang terdengar adalah suara dengkurannya yang menjijikan!
Hmm..
****
Aku tidak sadar semalam aku tidur jam berapa? Tapi sekarang jam wakker ku sudah berbunyi dan menunjukkan pukul 5 pagi.
Drrrrrtt Drrrrtt
ada chat masuk..
'Clar, semalem lo mau ngomong apa nelpon gue?'
Ihh.. Telat!
Aku tidak membalas chat dari Ririn.. Anggap saja sekarang aku sedang ngambek!
__ADS_1
Sekali-sekali gak apa-apa kan marahan sama sahabat?
****
"wah, gak bener nih! Pasti dia ngumpet karena ngehindarin kita!" seru seorang pria paruh baya yang berada ditengah gerombolan orang di depan toko duren Keanu.
"iya tuh! Dia gak mau ganti rugi kali!" timpal salah seorang yang lain lagi.
Akhirnya aku memutuskan menghampiri mereka.
"saya mohon semuanya tenang ya!"
"memangnya neng siapa? beraninya ngelawan kita!"
"saya memang bukan siapa-siapa disini, tapi satu hal yang pasti, saya yakin Mas Keanu bukan orang yang tidak bertanggungjawab seperti yang kalian semua pikirkan!"
"Alahh.. neng diem aja kalo gak tau apa-apa!"
"maaf! saya tidak bisa diam saja melihat kalian semua seperti ini! Saya hanya minta kalian untuk bersabar! Mas Keanu pasti datang untuk mengganti semua kerugian itu!"
Tapi sudah hampir jam makan siang Keanu belum menampakkan batang hidungnya juga!
Apa ada sesuatu yang terjadi lagi?
Kenapa aku menjadi lebih khawatir sekarang?
"Clar.. kamu ngapain disitu?"
Aku menoleh.. "kak Aldo! Aku gak ngapa-ngapain kok. Cuma lihat yang lagi demo aja!"
"sini..!" dia memanggilku, dan akhirnya aku menghampirinya.
"emangnya kenapa? aku cuma kasian aja sama dia.."
Drrrrrrrrrttrrr Drrrrrrrrttrr
ponsel kak Aldo bergetar. Sepertinya ada yang menelpon!
"Clar.. aku boleh numpang ke toilet gak? Mau angkat telepon nih.. disini terlalu berisik!"
Aku menunjukkan lokasi toilet yang berada di belakang, dan dia mengikutiku.
"kamu boleh kedepan lagi!" perintahnya, seolah dia mengusirku.
Tadinya aku mau ke depan lagi, tapi pas aku melirik mangkuk-mangkuk yang lupa belum aku cuci, jadi aku memutuskan untuk mencucinya dulu.
"oke! sampai sekarang masih bagus! berjalan sesuai rencana..!"
terdengar suara kak Aldo yang berbicara di telepon.
Meskipun pengucapannya dalam nada yang pelan, tapi telingaku cukup tajam untul bisa mendengarnya..
"itu diluar toko nya lagi banyak orang banget mau minta ganti rugi dari si tukang duren! Pokonya lu harus tahan dia dulu! Jangan sampai dia kabur!"
Aku semakin mendekatkan telingaku ke pintu toilet yang di dalamnya ada kak Aldo.
Maksudnya apa ya dia ngomong gitu? Apa jangan-jangan...
Ya! Mungkin kak Aldo pelakunya!
__ADS_1
Dia pasti dalang dibalik semua kejadian aneh ini..!
Dan... apa sekarang Keanu diculik sama kak Aldo?? Wahh bahaya banget nih orang! Otak kriminal banget!!
"oke pokoknya lu urusin dia! Dan lo tenang aja, semua barang bukti dan rekaman CCTV, udah udah gua-"
Brakkkkk!!!
Aku mendobrak pintu toilet yang sebetulnya tida dikunci. Aku sudah tidak bisa menahan emosiku pada laki-laki brengsek ini!
"Clara..?!!" dia terlihat sangat kaget.
"oh!! Pantes aja kak Aldo tau semuanya! Karena kak Aldo kan yang ngelakuin ini sama Keanu??" Napasku terengah-engah dengan kedua tangan yang terkepal menahan emosiku.
"Clara.. tapi aku ngelakuin ini buat kamu!"
"Dasar pengecut!! Kenapa sekarang lo jadi berlindung dibalik nama gue? Setelah semua yang lo lakuin, heh? Bahkan gue gak tau apa-apa tentang recana busuk lo ini!!"
"bukan gitu Clar.."
"terus gimana?"
"akutuh kasian banget sama kamu! Setiap hari kamu harus menjepit hidung kamu karena mencium bau durian itu.."
"Lalu? Ini cara lo?? Lo sampe tega ngehancurin masa depan orang lain cuma demi satu masalah sepele ini??!"
"ya.. itu.. karena aku suka sama kamu..! Aku gak mau kamu menderita.."
"STOPP!! Berhenti bawa-bawa nama gue!" kali ini aku mengangkat jari telunjukku tepat didepan hidungnya. Lalu aku menggeleng-gelengkan kepalaku. "Bisa-bisanya lo bilang suka sama gue setelah semua yang udah lo lakuin!"
"ya tapi emang bener kan? aku ngelakuin itu karena aku mau melindungi perempuan yang aku suka.. Aku terlalu sayang dan cinta sama kamu.."
"Hhh.. itu bukan cinta namanya! Itu semua cuma obsesi lo! Gak ada cinta yang merugikan orang lain Aldo!!"
"Clara.. maaf kalo aku udah bikin kamu kecewa.. aku janji, aku gak bakal lakuin hal kayak gini lagi.." dia berusaha meraih tanganku, tapi aku langsung menghempaskannya..
"dimana Keanu sekarang?" tanyaku dengan nada rendah.
"itu.. aku.. gak tau.."
"DIMANA KEANU??" Kali ini aku berteriak sekencang yang aku bisa.
"o..o..oke, aku akan menyuruh orang untuk membawanya kesini.."
Sekuat tenaga aku menahan air mataku agar tidak terjatuh.
Tapi aku gagal.. Nyatanya, air mataku mengalir sangat deras dipipiku sekarang!
Aku tidak mengerti, bagian dari adegan mana yang membuatku ingin menangis..?
Aku masih belum mengerti.
Ahh..
Aku merasa sangat bodoh.. Bukan..!
Lebih tepatnya, aku merasa dibodohi olehnya..
Bisa-bisanya aku diperlakukan seperti ini, dan menutupi kesalahannya dengan berlindung dibalik namaku.
__ADS_1
Pria yang sangat menyedihkan..!!