
Sudah tiga hari ini aku tidak bertemu dengan Keanu, karena selain dia sedang sibuk untuk mengurus pesta pertunangan kami, tetapi Keanu juga sedang mempersiapkan segala berkas untuk mengurus pemindahtanganan pimpinan perusahaan salah satu cabang perusahaan Om Arman yang masih berada di satu kota ke tangannya.
Ya! Dia memutuskan untuk memenuhi permintaan Papa nya menggantikan Om Surya sebagai direktur utama di kantor cabang itu. Om Surya adalah adik dari Tante Riana. Beliau tidak bisa melanjutkan tugasnya untuk memimpin perusahaan milik kakak iparnya itu, karena mengalami sakit kanker kelenjar getah bening atau yang biasa disebut dengan meningitis, dan itu sudah berada di stadium 3. Dokter menjanjurkan agar beliau tetap dirawat di rumah sakit agar kondisinya bisa terkontrol sebelum penyakitnya semakin bertambah parah.
Jadi mau tidak mau, Keanu harus segera menggantikan posisinya untuk mengendalikan perusahaan tersebut, dan harus mengubur dalam-dalam akan keinginannya yang ingin tetap berjualan durian.
Itu cukup mengherankan bukan? Dia mempunyai peluang yang sangat besar untuk mencapai kesuksesan, tetapi dia merasa berat ketika harus meninggalkan usaha jualannya itu.
***
"sayang, boleh tolong ambil kopi? Sepertinya kopi Papa tinggal sedikit."
"oke Ma."
Aku saat ini sedang berada di supermarket untuk membeli berbagai kebutuhan dapur bersama Mama. Aku menggiring kakiku untuk melangkah ke tempat kopi berada sembari mengedarkan pandanganku melihat-lihat bahan makanan lainnya yang mungkin masih ku butuhkan.
Bruukkk
"Aawww!"
Tiba-tiba seseorang menabrakku, dan tubuhku terjatuh ke lantai.
"maaf Mbak, saya tidak sengaja."
Aku mengangkat wajahku untuk melihat orang yang berdiri tepat dibelakangku. Ternyata seorang perempuan cantik dengan perawakan tinggi langsing, mungkin lebih tinggi sekitar 5cm daripada tinggiku.
Perempuan itu mengulurkan tangannya dengan memasang ekspresi yang merasa bersalah. "mari kubantu berdiri."
Akupun menerima uluran tangannya, dan beranjak berdiri. "terimakasih."
"sekali lagi lagi maafkan saya, saya benar-benar tidak sengaja."
"sudahlah, tidak apa-apa. Aku baik-baik saja." kataku sambil tersenyum, dan dia membalas senyumanku.
Nada dering ponsel terdengar dari tas perempuan itu, dan dia meminta izinku untuk menerima panggilan teleponnya.
"maaf Mbak, saya akan menerima telepon dulu."
Aku hanya membalasnya dengan anggukkan. Perempuan itu berlalu sambil mengangkat teleponnya yang terlihat penting, dan aku melanjutkan tujuanku untuk mengambil kopi.
"ini Ma kopinya." aku memasukkan kopi itu kedalam trolly yang sedang didorong oleh Mama.
"kamu mau beli apa lagi?"
Aku menggeleng, karena memang tadi sudah memasukkan semua kebutuhanku dan banyak sekali makanan ringan untuk menemaniku membaca buku atau menonton.
Ya! Karena memang itulah sekarang kegiatanku. Aku disuruh untuk beristirahat sampai hari pertunanganku oleh Tante Riana, dan beliau meyakinkanku bahwa semua persiapannya akan ditanggung oleh keluarganya. Dan juga Tante Riana tidak merasa terlalu repot karena memang acara pertunanganku diurus oleh EO yang sangat profesional. Begitulah yang dikatakan Tante Riana.
"sepertinya sudah semua Ma.. Kita langsung ke kasir aja yuk!"
Mama mengangguk. "Ayo!"
Setelah membayar belanjaan di kasir, aku dan Mama melangkah menuju parkiran supermarket dan menghampiri mobil yang didalamnya ada Pak Daud sedang menunggu kami.
Aku duduk di kursi belakang dengan Mama. Kami membahas berbagai macam topik pembicaraan, sehingga ada banyak candaan disela obrolan kami, sebelum akhirnya ponselku bergetar menandakan panggilan masuk.
Senyum pun terkembang di bibirku ketika melihat nama Keanu di layar ponsel karena memang tidak bisa dipungkiri, aku sangat merindukannya setelah beberapa hari tidak bertemu. Aku dengan semangat segera mengangkat teleponnya.
__ADS_1
'hallo..!' suaranya terdengar diseberang telepon sana.
"hallo.."
'kamu lagi apa?'
"aku lagi diperjalanan pulang dari supermarket sama Mama. Mas lagi apa?"
'biasa, aku lagi di kantor. Aku benar-benar minta maaf beberapa hari ini aku terlalu sibuk dan sangat jarang menghubungimu.'
"gak apa-apa.. Kan aku tau alasannya." aku berusaha tersenyum untuk menutupi rasa rinduku ini.
'oh, ya! Besok siang kamu ada acara gak?'
"mmm.. gak ada! Memangnya kenapa?"
'semua persiapan untuk acara pertunangan hampir selesai. Tapi kata Mama, belum mendapatkan gaun yang cocok untukmu. Jadi besok aku bermaksud untuk mengajakmu membeli gaun untuk pertunangan itu. Kamu bisa kan?'
"iya baiklah, aku bisa."
***
Mama memanggilku di kamar ketika Keanu sudah menjemputku untuk pergi membeli gaun pertunangan. Aku segera turun untuk menemuinya.
"sudah siap?"
Aku mengangguk. "udah.."
Kami berlalu pergi setelah berpamitan pada Mama. Karena memang saat itu Papa sedang pergi ke kantor untuk bekerja.
Keanu menjalankan mobil dengan kecepatan sedang. Dan dia menyalakan audio di mobil dengan volume yang tidak terlalu besar, sehingga kami tetap bisa berbincang.
Seorang pelayan butik menghampiri kami dan menawarkan untuk menemaniku memilih gaun. Sementara Keanu menunggu di sofa yang disediakan didalam butik itu.
Pilihanku terjatuh pada longdress berwarna putih tulang dengan aksen yang tidak terlalu mewah dan mencolok, namun terlihat begitu anggun dan elegan. Aku meminta pendapat Keanu terlebih dahulu sebelum membayarnya di kasir. Karena aku takut dia tidak menyukai pilihanku itu.
"sudah dicoba?" tanya Keanu setelah aku menunjukka gaun tersebut.
Aku mengangguk. "sudah."
"apa kamu nyaman memakainya?"
Aku mengangguk lagi. "lagipula itu tidak terlalu terbuka, jadi aku pasti nyaman memakainya. Tapi gimana? Menurut kamu bagus gak?"
"itu sangat cantik, pasti kamu akan terlihat lebih cantik saat memakainya." suaranya yang sedikit berbisik, mendarat langsung di daun telingaku. Dan itu cukup membuatku geli.
Keanu mengajakku makan di restoran sebelum dia mengantarku pulang. Dia memarkirkan mobil didepan resto J**appanese food. Entah kenapa, rasanya aku sedang ingin makan makanan Jepang.
Kami memilih kursi yang menghadap ke kaca besar. Sehingga kami bisa melihat pemandangan asri sekitar resto itu. Sangat menyejukkan melihat hamparan rumput dan pohon-pohon yang rindang. Apalagi ketika melihat pohon bunga sakura buatan disitu. Suasananya terasa seperti benar-benar di Jepang.
Perutku yang lapar tak segan-segan melahap makanan yang sekarang sudah ada dihadapanku. Sampai aku tidak perduli ada sepasang mata yang sedang menatapku.
"kenapa melihatku seperti itu?" aku merasa sedikit malu, karena saat ini mulutku dipenuhi makanan.
Keanu tersenyum. "kamu memang sangat menggemaskan." dia melanjutkan senyumnya dengan cukup lepas, sampai menyipitkan kedua matanya.
Tentu saja aku merasa lebih malu sekarang!
__ADS_1
Ish..
Kami beranjak hendak pulang setelah Keanu membayar bill makanannya. Tetapi langkah kami terhenti saat mendengar suara seseorang yang memanggil nama Keanu.
"Mas Keanu..!"
Aku dan Keanu menoleh ke asal suara itu secara kompak.
"Mas disini juga?" tanya seorang perempuan yang rasanya wajahnya tidak terasa asing.
Keanu mengangguk. "kami habis makan siang." wajah pria itu terlihat datar.
Perempuan itu mengalihkan pandangannya kepadaku. "Mbak bukannya yang kemarin di supermarket kan?
Ah.. ya! Pantas saja wajahnya tidak terlihat asing.
"oh iya.. maaf aku baru inget."
"tapi kemarin kita belum sempat berkenalan kan?" dia mengalihkan pandangannya pada Keanu. "dia ini siapa Mas?"
Akhirnya Keanu memperkenalkan kami. "ini Clara.. kekasihku." Keanu menolehku. "dan ini Sandra, sekretarisku."
Sekretaris??
Perempuan itu menjulurkan tangannya, dan aku menyambutnya sehingga kami saling berjabat tangan.
Tetapi ada perbedaan di wajah Sandra setelah Keanu memperkenalkanku sebagai kekasihnya. Dia jadi menatapku dengan raut wajah kecewa dan juga tidak suka.
"baiklah, kami permisi dulu karena ada keperluan yang sangat penting." kata Keanu dengan wajah datarnya.
"oh.. i.. iya.. silahkan Mas."
"permisi.." pamitku.
Keanu menarik tanganku agar dia bisa menggenggamnya, dan kami pun segera pergi menuju mobil di parkiran.
"sekretaris ya?" tiba-tiba aku bertanya tanpa angin atau hujan.
"hm? Maksud kamu Sandra?"
"siapa lagi." Aku menjawab dengan malas.
"kenapa?"
"kalian sudah seakrab itu?"
Keanu menghembuskan napas kasar. "Dia itu sekretaris pribadinya Om Surya. Dan sekarang, karena jabatannya berpindah padaku terpaksa dia menjadi sekretarisku." Keanu menatapku. "aku sama sekali belum akrab dengannya!"
"tapi barusan? Dari panggilannga sepertinya dia sangat akrab sama kamu."
"gak tau! Mungkin karena diluar kantor dia jadi memanggilku dengan sebutan itu. Karena memang situasinya tidak formal."
Aku hanya meliriknya dengan kesal. " memangnya harus seperti itu ya?"
DEAR READER.. MAAF AKHIR-AKHIR INI AKU SLOW UPDATE , SOALNYA ADA KESIBUKAN YANG TIDAK BISA DITINGGALKAN.
HARAP MEMAKLUMINYA YA.
__ADS_1
TAPI BOLEH DONG KALAU AKU MINTA LIKE NYA?