
Setelah perbincangan ku dengan Keanu yang membuat jantungku hampir copot, aku kemudian membuka toko ku untuk berjualan seperti biasa.
Senyumku terus saja tersungging di bibirku selama seharian ini. Bahkan ada pembeli yang mengatakan kalau aku terlihat lebih cantik ketika terus tersenyum seperti ini. Dan tidak sedikit juga yang bertanya apakah aku sedang berbahagia hari ini.
Ya, tentu! Sangat benar, jika dibilang hari ini aku merasa sangat bahagia.
Ternyata begini rasanya punya pacar?
Dulu ketika SMA aku juga pernah 1x berpacaran. Tapi waktu itu aku belum mengerti jatuh cinta yang sebenarnya itu seperti apa? Mungkin ketika itu hanya bisa disebut dengan cinta monyet.
Aku benar-benar baru merasakan hal ini sekarang. Yang memang tidak hanya ada status berpacaran. Tapi ada komitmen juga didalamnya. Aku sungguh ingin serius menjalani hubunganku ini, karena ini bukan hanya melibatkan aku dan Keanu, tetapi alasan yang tidak kalah penting adalah Keisya. Aku sungguh ingin berusaha menjadi Mama yang baik untuknya.
Aku sedang menutup rolling door saat ini. Ketika aku sedang berusaha menariknya ke samping, tiba-tiba ada tangan yang ikut menyentuh rolling door itu.
Keanu membantuku, karena aku sedikit kesulitan menutupnya.
Hari ini dia sangat perhatian padaku. Tentu saja, dia pacarku sekarang! hahaha.. aku pikir aku sangat lebay. Tapi tidak apa-apa, ini adalah hariku!
"pakai ini..!" Keanu menyodorkan helm untuk ku pakai setelah selesai mengunci rolling door.
"hm?"
Apa sekarang aku akan diantar pulang setiap hari oleh nya? Wah.. ini sangat menyenangkan!
Aku memakai helm itu dan mengikuti Keanu menuju motor. Lalu kami naik.
"pegangnya disini." Keanu menarik kedua tanganku dan melingkarkan di perutnya.
Ini sungguh membuat jantungku berdegup lebih kencang. Aku memejamkan mata, karena terlalu gugup. Ya, memang aku baru pertama kali melakukannya.
Dan perlahan aku mulai menyandarkan kepalaku di pundak nya ketika Keanu menjalankan motornya.
Jadi begini rasanya? Ini sangat membuatku tenang dan nyaman.
Sampai-sampai aku tidak sadar kalau sekarang kami sudah sampai di depan kost-an ku. Dan aku kaget ketika ada suara yang menyadarkanku.
"mau sampai kapan peluk aku kayak gini?" Kata Keanu sambil menolehku ke belakang.
Aku terperanjat dan langsung turun dari motor. Aduh! Aku malu sekali. Mungkin wajahku sekarang lebih mirip dengan udang goreng saking merahnya.
"maaf.." kataku gugup.
Keanu tersenyum, dan lalu membuka helm yang ku pakai.
"kapan kamu mau aku ajak ke rumah untuk bertemu orangtua ku?"
"hm?"
Sejujurnya aku belum siap untuk itu.
"tidak apa-apa kalau kamu belum siap. Karena ini memang masih terlalu dini." kata Keanu, seolah tahu dengan apa yang kupikirkan. "Tapi Keisya selalu menanyakanmu."
"kenapa kamu gak bawa dia ke tempat jualan setelah pulang sekolah tadi?"
"tadi Mama ku yang jemput dia, jadi dia langsung dibawa pulang ke rumah."
"ah.." aku mengangguk. "aku masuk dulu ya."
__ADS_1
"aku gak di tawarin mampir nih?"
"tuh!" aku menunjuk ke papan dengan tulisan 'kost khusus perempuan' dan dibawahnya ada tulisan 'dilarang membawa masuk tamu laki-laki!'
Keanu tersenyum dan mengangguk. "ya udah kalau gitu, aku pulang ya.."
Aku mengangguk. "hati-hati.."
"kenapa kamu belum masuk?"
"Mas aja duluan.."
"ya udah, sampai ketemu besok ya.. Bye!" Keanu tersenyum, lalu pergi.
Aku terus menatap nya, sampai dia tidak terlihat lagi oleh mata ku. Baru setelah itu aku masuk.
Drrrrrrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrrrttt
'hallo Clar..! Ketemuan yuk!'
Aku melihat jam, dan menunjukkan pukul 4 sore.
'oke! Di tempat biasa?'
'yaps'
****
Ririn menggeleng-geleng kepalanya sambil bertepuk tangan. "ckckckck.. Gila lo Clar.. Hebat banget!"
"senyam senyum aja lo, mentang-mentang lagi kasmaran! Kemarin aja, lo nangis-nangis!"
"sirik aja lo! Bukannya kasih selamat!"
"ya udah.. selamat ya sahabat ku tersayang, akhirnya lo sekarang punya pacar! Dan gue yakin lo bakalan tambah bahagia kalo lo tau ada kejutan dibalik kisah lo ini.. ups!" ririn menutup mulutnya dengan tangan.
"kejutan apa?" kataku, bingung.
"ya ampuun.. hampir aja!"
"hampir apa? Lo rahasiain apa sih dari gue?"
"gue mau lo tau dengan sendirinya, lebih baik sekarang lo nikmatin aja hubungan percintaan lo!"
Aku mencebikkan bibir. "tapi gue penasaran.."
Sebenarnya apa sih yang dirahasiakan Ririn? Selama persahabatan kami, tidak pernah sekalipun ada rahasia di antara aku dan Ririn. Tapi kenapa sekarang Ririn merahasiakan sesuatu dariku?
Aku terus menatapnya tajam, dan mengerutkan dahi bagian tengahku.
"kenapa lo melotot gitu sih? gue jadi taku tau!"
"terus kenapa sekarang lo jadi main rahasia-rahasiaan sama gue? Cepetan kasih tau gue!!"
Ririn menggeleng. " No.. kali ini gue gak bisa kasih tau lo..!" Ririn memasang senyuman yang cukup manis, sedangkan aku masih menatapnya dengan tajam.
****
__ADS_1
Drrrt Drrrt
Aku meraih ponselku dan langsung tersenyum ketika melihat nama Keanu yang mengirim pesan.
'kamu udah makan malem?'
'ini aku baru aja selesai'
'yaahhh..' ditambah emotikon sedih dibelakang nya.
'kenapa?'
'tadinya aku mau ajak kamu makan malem bareng.'
'gak usah sedih, kan besok-besok juga masih bisa..'
'ya udah.. kamu sekarang lagi apa?'
'lagi chat'an'
'sama siapa?'
'kan sama kamu'
emotikon senyum 'kirain sama cowok lain'
'emang kenapa kalo sama cowok lain?'
'jangan dong.. nanti aku nya jadi cemburu.'
'haha.. jujur banget sih!'
'eh, ini Keisya mau video call katanya, boleh gak?'
'ya boleh dong!'
Aku sangat bahagia melihat senyum Keisya, walaupun cuma lewat video call. Keisya mengatakan kalau dia kangen, dan ingin bertemu denganku. Lalu dia memintaku menjemputnya ke sekolah besok.
Aku langsung menyetujui nya tanpa berpikir lama.
Ahh..
Kenapa aku jadi seperti ini? Bukankah aku dulunya sangat tidak mau dijodohkan dengan pria yang sudah memiliki anak? Tetapi sekarang aku malah sangat mencintai seorang pria, karena aku terlebih dahulu menyayangi anaknya.
Memang benar! Tuhan dengan sangat mudahnya membalikkan hati manusia.
Tapi satu hal yang masih membuatku sangat bingung. Bagaimana aku bicara dengan Mama dan Papa? Bagaimana jika mereka tidak setuju dengan hubunganku dengan Keanu dan tetap bersikukuh menjodohkan ku dengan anaknya Tante Riana?
Aku sudah terlanjur mencintai Keanu sekarang, dan tidak mau jika Mama dan Papa terus memaksakan ku menerima perjodohan yang sudah mereka rencanakan.
Keanu mengatakan jika aku harus mempercayainya untuk sama-sama memperjuangkan cinta kami. Dan aku yakin, Keanu adalah orang yang memang bisa aku percaya.
'Keisya, ini sudah pukul 9 malam, kamu harus tidur ya?!' kataku, membujuk Keisya karena dia ingin terus video call denganku setelah 1 jam lebih. 'kan besok Mama mau jemput kamu ke sekolah..'
'asyiiikk.. Mama beneran mau jemput aku! Ya udah, aku mau tidur dulu, dah Mama..' Keisya melambaikan tangan nya.
'dah sayang.. Mimpi yang indah ya..' aku membalas lambaian tangannya.
__ADS_1