
Aku sudah mematung didepan lemari sekitar 30 menit, dengan hanya menggunakan handuk kimono setelah mandi tadi. Karena aku belum menemukan baju yang cocok untuk ku pakai.
Aku mengeluarkan satu persatu baju secara bergantian dan mencocokkan nya dengan tubuhku didepan cermin.
Kenapa aku harus bingung seperti ini hanya untuk memilih baju? Ini kan hanya mengajak Keisya berjalan-jalan, dan bukan... kencan!
Uhh..
Aku tidak ingin terlihat berpenampilan asal-asalan, tetapi juga tidak terlihat terlalu 'niat'.
Katanya Keisya ingin pergi ke taman hiburan.
Jadi,, pakaian seperti apa yang harus kupilih?
Akhirnya aku menjatuhkan pilihanku pada sebuah blous berwarna putih, dengan model yang cukup simple, dan celana jeans biru panjang berwarna sedikit muda tetapi tidak terlalu pucat. Lalu aku memilih sepatu sneaker berwarna putih dan sebuah tas selempang berukuran sedang.
Kali ini aku membiarkan rambut panjang ku terurai, dan ditambah polesan make-up yang tipis, agar wajahku tidak terlalu polos.
Drrrrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrrrttt
ternyata Keanu yang menelepon.
'hallo?'
'ya?'
'kamu udah siap?'
'udah kok, tinggal pake sepatu aja.'
'kamu tunggu di pinggir jalan ya, aku akan menjemputmu.'
'ah.. oke..'
Keanu mngetahui alamat kost-an ku, karena kemarin dia memintanya untuk menjemputku.
Aku berjalan keluar gerbang kost-an ku. Kira-kira setelah 5 menit menunggu, ada mobil sport berwarna putih berhenti didepan ku.
Mobil siapa ini? kenapa berhenti didepan ku?
Ini tidak mungkin mobil Keanu kan??
Aku tidak bisa melihat orang didalamnya, karena kaca mobil nya berwarna hitam.
Tapi tiba-tiba kaca mobilnya terbuka, dan aku mendapati wajah Keisya yang sedang tersenyum dan menyapaku.
Oh.. ternyata ini benar-benar mobil Keanu?
Wahh.. hebat juga! Seorang penjual durian saja, bisa mempunyai mobil yang mewah begini.
__ADS_1
Tapi bisa jadi, dia hanya menyewa nya, biar tetlihat lebih gaya, mungkin?
Ya sudah lah, masa bodoh dengan apa yang aku pikirkan. Yang pasti sekarang Keanu sedang membukakan pintu mobil bagian belakang nya untukku, karena didepan sudah diisi Keisya.
"tunggu pah.." kata Keisya sambil turun dari mobil.
"aku mau duduk dibelakang aja, biar Mama Clara yang duduk didepan."
Akhirnya Keisya duduk di belakang, dan aku didepan.. ya! berdampingan dengan Keanu.
Keisya terlihat sangat bahagia. Dia ingin membuka atap mobil. Lalu dia berdiri sambil bernyanyi di sepanjang perjalanan.
Aku terus-menerus menengok ke belakang untuk melihat tingkah lucu Keisya.
Tetapi yang terakhir kali, ketika aku akan kembali melihat kedepan, baru setengah gerakan, aku tertahan karena melihat wajah tampan Keanu dari samping. Wajahnya semakin terlihat sempurna jika dilihat dari posisi ini.
Hampir saja aku lupa berkedip, bahkan air liurku akan jatuh mungkin, jika saja aku tidak bisa mengontrol diri.
Ah.. Untung aku masih bisa mengendalikan diriku.
Apa aku sudah gila?Atau...
Apa aku benar-benar sudah menyukainya?
Tidak, tidak..! Ini pasti hanya naluriku. Naluri seorang wanita yang sedang melihat wajah yang begitu tampan. Karena itu, aku ingin terus melihatnya. Aku yakin, ini tidak akan hanya terjadi padaku. Pasti wanita lain juga akan bereaksi sama sepertiku ketika terjadi hal semacam ini.
Iya,, pasti begitu.
Gadis kecil itu sangat bersemangat, sehingga dengan cepat, dia menggandeng tanganku dan tangan Keanu dengan kedua tangannya. Dia menarikku dan Keanu untuk segera membeli tiket masuk.
Aku rasa, gadis kecil ini benar-benar pemberani. Lihat saja apa yang ingin dia naikki sekarang? Setelah tadi naik komidi putar dan bianglala, sekarang dia meminta ingin naik tornado dan histeria.
Keisya memiliki tubuh yang cukup tinggi untuk usia taman kanak-kanak, sehingga dia bisa menaiki semua wahana yang dia mau.
Tapi yang menyebalkan adalah, dia ingin terus bersamaku, bahkan ketika hendak naik tornado dan histeria.
Kau tahu? Aku benar-benar tidak menyukai ini.
Aku memang kurang menyukai permainan yang menantang seperti ini. Lebih baik disebut penakut, daripada aku harus mempertaruhkan nyawaku hanya untuk menaiki permainan ini.
Yang benar saja.
"aku mau sama Mama.."
"sama Papa aja ya,, kasian tuh Mama Clara kepala nya pusing."
"tapi aku mau sama Mama dan Papa..!"
"Keisya,, jangan begitu..! Kalo nanti Mama Clara nya sakit gimana?"
__ADS_1
Keisya tidak menjawab, tapi dia memasang ekspresi kecewa di wajahnya.
"ya udah kalo Keisya mau sama Mama,, tapi jangan cemberut lagi ya?!" Aku terpaksa berkata begitu. Tapi itu demi Keisya, aku tidak tega melihat dia sedih.
Akhirnya aku sekarang menaiki permainan yang sangat tidak aku sukai.
Aku tidak berteriak dan ternyata tidak begitu menakutkan. Hanya saja, perutku yang tidak bisa diajak kompromi. Ini membuatku merasa sangat mual.
Sehingga saat turun, aku langsung ingin memuntahkan isi perutku.
"aku ke toilet dulu ya!" kataku pada Keanu, lalu berlari.
Saat aku keluar dari toilet aku melihat Keanu menunggu diluar.
"kamu tidak apa-apa?"
"gapapa kok!" aku tersenyum.
"maafin Keisya ya,," Keanu menghela napas. "dia memang terlalu manja, jadi semua keinginannya selalu harus dituruti."
"yaudah, namanya juga anak-anak!" Aku mengedarkan pandangan, mencari Keisya. "Keisya mana Mas?"
"Dia lagi makan es krim disana." Keanu menunjuk ke salah satu meja dan kursi kayu yang ditengahnya berdiri sebuah payung besar, didepan toko es krim. "kita kesana yuk!"
Aku mengangguk dan mengikuti Keanu.
"Mama gak apa-apa?" tanya Keisya yang sedang makan es krim. " maaf ya Ma,, tadi aku udah maksain Mama buat naik.."
"udah, Mama gak apa-apa kok!"
Kami memakan es krim bersama, dan memutuskan untuk pulang setelah menonton film 4 dimensi dan makan di restoran yang tidak jauh dari taman bermain itu.
Dan sekarang Keisya sudah tertidur didalam mobil. Mungkin karena dia kelelahan. Aku sangat menyukai wajah Keisya saat tertidur. Dia begitu terlihat cantik dan menggemaskan.
"Clar.. Makasih ya, kamu udah mau nemenin Keisya jalan-jalan hari ini.." Keanu memulai pembicaraan sambil dia menjalankan mobilnya.
"sama-sama.. itu bagus kan? Sekalian aku bisa refreshing."
Keanu mengangguk sambil tersenyum. "tapi, apa kamu juga mau jika hanya aku yang mengajakmu, dan tidak membawa Keisya?"
"hm?" aku langsung menoleh ke arah Keanu, dan berusaha mencerna apa yang dia katakan barusan.
Keanu tertawa. "Maaf,, jika itu membuatmu kaget. Aku bercanda.."
"ah.." aku jadi salah tingkah.
"tapi bagaimana jika Keisya benar-benar menginginkanmu untuk menjadi Mama nya?" Keanu menolehku.
"hm?". Lagi-lagi hanya itu yang keluar dari mulutku. Aku memalingkan pandanganku dari Keanu. Ini membuatku sangat gugup dan aku bingung harus menjawab apa dan memasang ekpresi yang seperti apa? Karena sekarang detak jantungku berdetak dua kali lebih cepat sepertinya. Atau mungkin lebih?
__ADS_1
"tidak apa-apa jika belum mau menjawabnya.." Keanu kembali tersenyum.