Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 37. Accident Out of the Plan


__ADS_3

Seusai sarapan, kami semua akhirnya akan kembali pulang ke rumah masing-masing. Mama dan Papa kembali diantar oleh supir Om Arman yang semalam menjemput kami, tapi tidak denganku. Keanu memintaku untuk pulang diantar olehnya, dan para orangtua pun mengijinkan.


"mau langsung pulang?" suara Keanu memecah keheningan ketika kami sedang berada di mobil saat ini.


"hm?" aku menoleh ke arahnya.


"atau.. kamu mau kemana dulu?"


"mmm.. gak tau.. kayaknya langsung pulang aja."


Padahal sebenarnya aku masih mau lama-lama bersama Keanu, tapi masa iya aku harus ajak dia terlebih dulu. Kan gengsi!


"tadinya aku mau ngajak kamu pergi ke suatu tempat, tapi Papa nyuruh aku ke kantor sekarang."


"Mas mau ke kantor?"


"iya, kata Papa akan ada client penting dari kalimantan untuk persetujuan pembangungan proyek disana."


"ah.." aku mengangguk.


"kamu mau ikut?"


"hm? kemana?"


"ke kantor. Siapa tau kamu mau lihat tempat kerja ku."


"apa aku bisa ketemu Ririn disana?" tanyaku antusias.


Keanu terkekeh. "sayang, sahabat kamu itu kerja nya dikantor Papa, bukan dikantor aku.."


"oh iya, lupa." aku kembali berekspresi datar. "gak jadi ikut deh, lain kali aja ya."


Keanu tersenyum. "ya udah, gak apa-apa. Mending kamu istirahat aja ya, kan semalam kamu kurang tidur." Katanya, yang kujawab dengan anggukan.


Tanpa terasa, Keanu sudah memberhentikan mobilnya dipekarangan rumahku.


"kok belum turun? Sana gih, istirahat." katanya sambil mengacak rambutku.


Aku malah terus memandanginya.


"kenapa? Masih kangen?" nadanya terdengar meledek.


Aku memalingkan wajahku menghadap ke depan menyembunyikan rasa malu ku. "apa sih? Geer! Ini aku mau turun." Aku meraih pintu mobil dan hendak membukanya.


"Selamat istirahat, calon istriku." Dia menarik lembut bahuku agar menghadapnya.


Cup


Untuk yang kedua kalinya dia mengecup keningku.


Wah..


Apa ini akan menjadi kebiasaan baru nya?


Aku tidak tahu kenapa, rasanya aku sangat enggan untuk turun dari mobil dan membiarkannya pergi meninggalkanku.

__ADS_1


Aku kembali menatap wajahnya setelah membuka pintu mobil.


Akhirnya aku menurunkan satu persatu kaki ku untuk menginjak tanah, tetapi ketika akan menutup pintu mobil, aku malah kembali masuk, duduk, dan kembali menutup pintu mobil.


Keanu menatapku dengan heran. "kenapa? Ada yang ketinggalan?"


"apa Mas bener-bener harus pergi sekarang?" aku menundukkan wajahku.


"iya.. Gak lama kok, paling sekitar 2 jam. Kamu mau aku kembali kesini setelah pulang dari kantor?"


Keanu menunduk untuk melihat wajahku.


"hey, kamu kenapa nangis?"


Ah.. iya, tanpa sadar, ternyata air mataku sudah membajiri pipiku sekarang. Aku tidak mengerti, kenapa aku bisa menangis seperti ini? Apa ini terlihat memalukan?


Padahal Keanu hanya pamit untuk ke kantor.


Rasanya aku tidak punya kekuatan untuk sekedar menjawab pertanyaan pria ku itu. Aku hanya bisa terus mengeluarkan airmata ku disertai dengan isakan.


Keanu mengusap air mata yang sudah sangat banyak terjatuh di pipiku. "sayang, kamu jangan bikin aku khawatir.. Sebenarnya kamu kenapa? ada apa, hm?"


Aku masih tidak bergeming. Sampai akhirnya Keanu menarik tubuhku kedalam pelukannya. Tapi itu malah membuatku semakin tidak bisa membendung air mataku. Aku semakin lepas menumpahkan semua yang mengganjal dihatiku.


Usapan lembut dari tangan Keanu pun terasa di rambutku. Dia tidak bertanya apapun lagi padaku, dan terus mengelus rambutku. Dan secara perlahan, akupun bisa menghentikan air mataku, juga isakanku yang semakin bisa berkurang. Pelukan itu memang sangat menenangkanku.


Perlahan aku menjauhkan tubuhku dari pelukan Keanu, dan mataku tidak bisa lepas memandanginya.


"jangan pergi.." lirihku.


Firasatku benar-benar tidak enak sekarang, bahkan aku tidak bisa menjelaskan pada Keanu kenapa aku bersikap seperti ini. Akupun bingung dengan apa yang terjadi padaku. Emosiku benar-benar tidak bisa terkontrol.


"baiklah, aku masuk dulu."


Sekarang tangan Keanu yang menahanku untuk turun. "kamu belum mau jawab aku? Sebenarnya ada apa?"


Aku menggeleng. "gak ada apa-apa. Aku juga gak tau kenapa aku tiba-tiba ingin menangis."


Aku melihat kekhawatiran dimata Keanu. Dan dia sama sekali tidak memalingkan pandangannya dariku. Tatapan nya penuh tanya, aku tahu itu.


Aku tertawa pelan, berharap bisa menghilangkan kekhawatirannya padaku. "aku beneran gak apa-apa Mas.. Kamu hati-hati dijalan!" kataku, sambil turun dari mobilnya.


Dia mengangguk dan menyunggingkan senyuman yang terlihat dipaksakan. "aku janji, pulang dari kantor aku kesini lagi."


Hatiku benar-benar terasa berat melepas kepergiannya. Padahal ini kan hanya ke kantor, maksudku dia hanya akan pergi sekitar 2 jam, bukan untuk meninggalkanku berhari-hari.


Akupun masuk kedalam rumah setelah mobil Keanu tidak terlihat lagi oleh mataku.


Terlihat Mama sedang membantu Papa memakai jas kerjanya di ruang kelyarga.


"Clara,, kamu baru sampai?"


"iya Ma, aku masuk dulu ya.."


Mama terus menatapku. Sepertinya Mama mencurigai sesuatu saat melihat mataku yang sembab.

__ADS_1


"Clara.. tunggu Nak!" Mama menghampiriku yang hampir menaiki tangga menuju ke kamar.


"kamu lagi datang bulan?" bisik Mama.


Haish.. Kirain Mama mau mempertanyakan mata sembabku.


"emangnya kenapa Ma?"


"itu.. dibelakang celana kamu ada noda darah nya.."


"astaga.. aku gak tau Ma.. Lupa gak cek kalender."


"ya udah, sana cepet ganti..!"kata Mama sambil tersenyum.


Aku berlari menaiki anak tangga, dan langsung mencari pembalut di lemari ketika sudah berada didalam kamar.


"aduh! Tinggal satu, lagi." gumamku seraya menuju kamar mandi yang berada didalam kamarku.


***


"Papa udah berangkat Ma?"


"iya sayang, baru aja.. Kamu mau kemana?" tanya Mama saat aku memakai flat shoes ku.


"aku mau ke minimarket depan bentar Ma, mau beli pembalut."


"kenapa gak nyuruh Bi Ani aja? Kamu mending istirahat.."


"gak apa-apa Ma, kan deket ini.. Lagian kasian Bi Ani kalo diganggu." saat itu Bi Ani sedang membilas baju cucian.


"ya udah, hati-hati nyebrangnya ya sayang.."


"oke Ma.."


Akupun berjalan kedepan menuju minimarket yang jaraknya kurang dari 100m dari rumah dengan lumayan santai, karena sambil chatting sama Ririn.


Hanya beberapa menit saja aku sudah sampai didepan minimarket, tinggal menyebrang saja.


Aku melangkahkan kaki ke tengah jalan, karena memang dirasa jalanannya kosong, sebelum akhirnya aku merasakan sesuatu yang sangat keras menghantam bagian perut,paha dan juga kakiku.


Braakkkk


Aku merasakan sakit yang luar biasa, sehingga tubuhku begitu lemas dan tak berdaya.


Aku berusaha sekuat tenaga untuk tetap membuat kedua mataku terjaga, tapi aku rasa sudah tidak kuat lagi. Aku sangat mengantuk, dan aku tidak bisa mengingat atau menyadari apapun lagi.


.


.


.


.


DEAR READER, JIKA BERKENAN SILAHKAN TINGGALKAN LIKE, KOMEN ATAUPUN KRITIK DAN SARANNYA YA..

__ADS_1


__ADS_2