Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 30. Dinda


__ADS_3

Tok tok tok


"Clara.. kamu udah bangun sayang?"


Aku mengucek mataku. "udah Ma.."


Sebelum ke kamar mandi, aku melirik ponselku dulu. Dan masih mengharap Keanu membalas pesanku. Tapi nol besar. Whatsapp nya belum aktif juga.


Huhh.. Mending aku shalat subuh dulu deh.


****


Aku menatap jam di layar ponsel. Baru jam 10 pagi. Tapi aku merasa sangat bosan kalau hanya duduk di kamar seperti ini.


Tok tok tok


"Clara.. tuh ada Keanu dibawah."


Aku langsung terperanjat. Untuk apa dia datang kesini? Apa dia mau bilang kalau dia sudah punya calon Mama baru buat Keisya?


Aku hanya menatap ke arah pintu tanpa menyahut Mama. Aku bingung, harus menemuinya atau tidak?


"Clara.. Ayo turun sayang! Kasian tuh Keanu nungguin."


"iya Ma, bentar lagi aku ke bawah."


Aku melangkahkan kaki dengan penuh keraguan. Tapi jika aku tidak menemui Keanu, takutnya Mama berpikir yang macam-macam. Pria itu tersenyum ketika aku menoleh ke arahnya yang sedang berjalan menuruni tangga.


Aku terus memasang ekspresi datar. Rasanya bayangan dia berpelukan dengan perempuan itu tidak mau hilang dipikiranku. Apa sebenarnya mau pria ini? Di wajahnya tidak terlihat sedikit pun rasa bersalah padaku. Dia malah terus tersenyum padaku bahkan setelah aku duduk di sofa yang berbeda di sebelah sofa yang di duduki Keanu. Tetapi aku lebih memilih memalingkan pandangan ke arah lain.


Mama menyodorkan minuman dan camilan, lalu setelah itu langsung pergi ke belakang.


"Clara.. kamu kenapa?" Pria itu bertanya padaku, tapi aku belum mau menatap wajahnya.


Aku menggeleng. "gak kenapa-kenapa."


"oh ya? Tapi kayaknya kenapa-kenapa?" Keanu meraih tanganku. "kamu marah sama aku?"


Lagi-lagi aku menggeleng.


"maaf kemarin aku gak bisa hubungin kamu, soalnya ponselku hilang waktu aku lagi diluar. Entah jatuh dimana."


Aku melepaskan pegangan tangannya. "memangnya kamu kemarin kemana?"


"kemarin aku menemui seseorang di kafe."


Apa? Dia jujur? Dia mau jujur soal perselingkuhannya?


Aku menatapnya dengan tajam. Dan ini pertamakalinya aku menatap wajahnya secara keseluruhan hari ini. "seseorang? siapa?"


Aku sangat penasaran. Dia akan menjawab apa? Apa dia benar-benar akan mengakui kalau dia berselingkuh? Wah..

__ADS_1


"kamu ikut aku sekarang."


"kemana?" kenapa dia malah mengajakku pergi? Mana jawaban tentang selingkuhannya itu?


"ayo ikut aja.. Nanti kamu juga bakalan tau."


Akhirnya kami pergi setelah berpamitan dengan Mama. Keanu segera melajukan mobilnya.


Sebenarnya dia akan membawaku kemana? Apa maksudnya ini? Bahkan pertanyaanku yang tadi belum dia jawab.


"kamu kok ngelamun aja? Benar gak ada masalah apa-apa?" Keanu menolehku.


"gak ada."


"Clara.. kalau aku punya salah sama kamu bilang aja.. Apa kesalahanku?"


Aku hanya bisa menggeleng lagi.


"Clara please.. Aku gak nyaman kamu diemin kayak gini. Kamu kenapa sih?" Suaranya terdengar sangat lembut. Dia memang bukan tipe orang yang gampang emosi.


"kenapa kamu belum jawab pertanyaanku yang tadi? kemarin kamu ngapain ke kafe? sama siapa?"


Keanu tersenyum. "bentar lagi kamu bakalan tau jawabannya."


Tidak lama kemudian, dia membelokkan mobilnya ke sebuah rumah minimalis berwarna abu-abu.


Ini rumah siapa? Kenapa aku dibawa kesini?


Keanu menekan bell yang terdapat di sisi kanan atas pintu rumah ini.


"hai..!"


Ya ampun. Perempuan ini! Lagi-lagi dia memeluk Keanu tanpa ragu. Dan ini? Sekarang dia memeluknya dihadapanku? Wah.. aku sangat tidak nyaman melihat pemandangan ini. Dan Keanu juga! Dia sama sekali tidak menolak pelukan perempuan itu!


Haish.. apa maksudnya ini? Dia sengaja ingin memperlihatkan ini padaku?


Tapi aku berusaha tetap tenang. Berpura-pura memasang wajah santai.


"ini calon istrimu itu?" perempuan itu menunjuk ke arahku.


"iya.. kenalin, namanya Clara.. Dan, Clara, ini Dinda, adik sepupuku."


Adik sepupu? Jadi, aku selama ini cuma salah paham?


"wah.. pantesan aja abangku ini pengen cepet-cepet nikah, orang calon nya aja cantik banget kayak gini." kata Dinda sambil menyodorkan jus jeruk dan beberapa camilan. "dia belum pernah pacaran sebelumnya loh Mbak.. Padahal yang ngejar-ngejar mah banyak!" sambungnya, sambil cekikikan.


Keanu menggaruk tengkuknya yang sepertinya tidak gatal. "Gak usah didengerin Clar.. si beo memang cerewet."


Aku hanya tersenyum melihat dua orang bersaudara yang sangat akrab ini.


"jadi.. kemarin itu aku ketemu dia di kafe."

__ADS_1


Dinda mengangguk dengan cepat. "kita udah cukup lama gak ketemu, semenjak dia dagang duren tuh!" Dinda cemberut. "Dia itu sengaja Mbak jualan duren, buat ngehindarin cewek-cewek yang ngejar dia!"


"hush..! kamu jangan ngomong yang macem-macem."


Aku seketika menoleh ke arah Keanu. Jadi karena itu dia jualan duren? "oh ya? Emang kenapa harus dihindarin?"


"soalnya ya Mbak Clara, cewek-cewek yang ngejar Mas Keanu itu selain suka sama wajahnya yang lumayan ganteng, mereka juga ngincer hartanya.. Mbak Clara harus hati-hati aja sama saingan Mbak. Hehe"


"apa? lumayan ganteng? Aku emang ganteng kali." protes Keanu.


"idih.. narsis banget!"


"ya iyalah, kalo gak ganteng, gak mungkin banyak yang ngejar."


"iya juga sih. Sampai-sampai Tante pernah membahas kenormalanmu.."


"apa?"


"iya dong! Tante heran, dari sekian banyak cewek yang ngejar kamu, kamu gak pernah mau pilih satu pun. Jadi Tente bertanya-tanya apa anaknya ini normal atau nggak?"


Aku dan Dinda tertawa cukup lepas. Ada-ada saja tingkah dua saudara ini.


Kami bertiga memutuskan untuk pergi makan diluar. Katanya Dinda selalu makan diluar seperti ini kalau orangtua nya sedang pergi ke luar kota.


Jadi, ayah dan Ibu Dinda itu sama-sama bekerja di perusahaan yang sama. Ayah Dinda pemilik salah satu cabang perusahaan yang dikembangkan oleh Om Arman. Mereka lumayan sering pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaan.


Kesedihanku seketika hilang. Aku menatap Pria ku dengan perasaan yang bahagia. Sepertinya Ririn memang benar, Keanu bukan tipe orang yang suka berselingkuh. Dan aku juga melihat ketulusan di matanya.


Mata itu.. Ah.. Sangat menyejukkan hatiku.


****


Keanu mengantarku pulang setelah mengantar Dinda terlebih dulu.


"gitu dong senyum, jangan cemberut terus kayak tadi. Tadi itu kamu kenapa sih?"


Aku tertunduk malu. "sebenarnya, aku kemarin lihat kamu dan Dinda di kafe."


"oh ya? Jadi kemarin kamu juga ke kafe itu? Kenapa kamu gak nyamperin aku?"


Aku menggeleng. "aku terlalu sakit hati kemarin, waktu Dinda memelukmu seperti itu."


Keanu tertawa. "jadi kamu terus cemberut kayak tadi itu, kamu cemburu? Kamu nyangka aku selingkuh?"


Aku mengangguk dengan ragu. Lalu Keanu memberhentikan mobilnya. Dia merangkum wajahku dengan kedua tangannya. "buang jauh semua pemikiranmu yang seperti itu. Sejak 2 tahun lalu, aku hanya memikirkanmu. Tidak ada yang lain disini." Keanu menunjuk ke dadanya.


Ah..


Dia selalu saja bisa meluluhkan hatiku.


DEAR READERS.. AKU PASTI TAMBAH SEMANGAT UP KALAU KALIAN BERKENAN KLIK LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE.

__ADS_1


TERIMA KRITIK DAN SARAN JUGA YA..


__ADS_2