Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 26. Rahasia Keanu bag. I


__ADS_3

Keanu mulai melajukan mobilnya.


Aku memilih menatap keluar melalui kaca mobil, karena aku cukup grogi untuk sekedar memulai pembicaraan.


Tapi terlihat dari sudut mataku, sepertinya Keanu terus melirik ke arahku yang akhirnya membuatku membuka suara.


"kenapa sih Mas?" Aku menoleh ke arah Keanu.


"apa?"


"itu.. kamu ngapain terus ngelirik aku? Apa ada yang aneh sama aku?


"gak ada.. Cuma pengen lirik aja!"


"ihh.. apaan sih? Gak jelas!" Aku kembali melihat keluar.


"ternyata peribahasa itu bener juga ya..?"


"peribahasa apa?"


"dunia tak selebar daun kelor."


Aku menatap kearah Keanu tapi tidak mengatakan apapun.


"aku gak nyangka kita akhirnya akan kayak gini."


"hh.. aku juga.."


"kamu tau nggak? waktu Mama pertamakali membahas tentang perjodohan ini, aku sangat tidak tertarik. Aku tidak pernah mendengar Mama menyebut nama perempuan yang akan dijodohkan denganku, karena aku melarangnya. Dan waktu itu Mama menyodorkan sebuah foto, yaitu foto perempuan itu, tapi aku juga menolak untuk melihatnya. Aku tidak tahu kenapa respon ku separah itu untuk perjodohan ini. Padahal, tidak akan repot jika hanya sekedar mengetahui namanya atau melihat wajahnya lewat foto. Dan seharusnya aku mengambil keputusan setelah mengetahui setidaknya sedikit tentang perempuan itu. Tapi aku tidak melakukannya." Keanu menghela napas. "sebenarnya aku ingin jujur sama kamu tentang suatu hal yang membuat aku menolak perjodohan ini."


"apa itu?"


"sebenarnya, aku sedang memikirkan seorang gadis selama 2 tahun ini."


"apa? maksud kamu?"


Apa-apaan ini? Apa yang dia katakan? Memikirkan seorang gadis? 2 tahun? Kenapa dia ingin memberitahuku sekarang setelah dia bilang kalau dia menyukaiku? Apa dia sedang membuatku cemburu? Ck. sayangnya,, itu berhasil!


Kamu sangat bodoh Clara! Bukan. Tepatnya, dia sudah membodohimu!


Sial.


"iya.. sebenarnya aku menyukai seorang gadis 2 tahun lalu."


Aku tidak merespon perkataannya dan memilih menatap lurus kedepan dengan keadaan hati yang bercampur aduk.


"jadi waktu itu, aku diutus oleh Papa untuk melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Indonesia. Pada saat aku sedang berjalan diparkiran menuju mobilku, tiba-tiba ada seorang mahasiswi yang menabrakku dan menumpahkan jus mangga di jas dan juga kemeja putihku. Seharusnya saat itu aku yang marah, benar kan? Tapi malah sebaliknya. Dia terus marah dan mengomel padaku. Sepertinya gadis itu sedang ada masalah yang membuatnya sangat kesal sehingga dia meluapkan amarahnya padaku."


Aku beralih menatap Keanu dan lebih fokus untuk menyimak ceritanya.


"lalu 2 hari kemudian aku datang lagi kesana, dan aku kembali melihat gadis itu. Dia menutupi wajahnya dengan buku yang dia pegang. Dia terlihat salah tingkah, mungkin karena dia malu. Haha.. lucu sekali.." Keanu menghela napas sebelum melanjutkan berbicara. "aku masih ingat dengan jelas wajah gadis itu, tetapi mungkin dia tidak mengenaliku atau dia sudah lupa. Bahkan ketika kembali bertemu denganku, dia terlihat biasa saja."


"Mas.. apa kamu pria itu?"


"hm?"


"aku pernah mengalami kejadian yang sama persis dengan yang kamu ceritakan."


"benarkah?"

__ADS_1


"tunggu Mas.. pinggirin dulu mobilnya!"


"hm? kenapa?"


"ayo cepet..! pinggirin mobil nya..!"


"kamu mau apa sih?" tanya Keanu sambil memberhentikan mobilnya.


Aku menatap Keanu dengan lekat. Perlahan aku mendekat ke arah nya, dan meraih rambut bagian depan Keanu. Aku menyisirnya ke belakang dengan jari ku, karena tadinya rambut Keanu terjatuh alami di dahi nya.


Aku memperhatikan Keanu dari atas sampai bawah.


"kamu lagi apa sih?"


Tidak salah lagi! Memang dia orangnya. Lihat saja! Jika sekarang dia memakai jas, kemeja dan dasi dengan rambut yang disisir ke belakang seperti ini,, dia benar-benar mirip dengan pria itu.


"kamu pria itu kan Mas? Yang aku tumpahin jus mangga di jas kamu?"


"kamu inget?"


Aku mengangguk, dan perlahan menurunkan tanganku dari rambut Keanu. "kamu beneran sudah menyukaiku selama itu?"


"ya.."


"terus, kenapa kamu gak cari aku kalo kamu beneran terus mikirin aku?"


Keanu mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana. "lihat ini..!"


Dia menunjukkan beberapa akun media socialnya padaku.


"kenapa namaku ada di daftar paling atas di kolom pencarian mu?"


"karena aku terus mengikutimu lewat itu. Dan kamu tahu? Aku sengaja bikin akun hanya untuk cari tahu tentang kamu."


Apa aku harus bahagia karena mempunyai penggemar rahasia? atau aku harus takut karena dia terus mengikuti segala aktifitasku di medsos tanpa sepengetahuanku?


Ish..


Aku hanya terus bengong, dan berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


"apa kamu takut?"


"kenapa harus takut?"


"aku terus mengikutimu di medsos tanpa sepengetahuanmu. Apa aku tidak terkesan sebagai penguntit?"


Tuh kan? Dia sangat peka..


"bisa saja.. tapi aku tidak takut. Sahabat ku Ririn mempunyai idola, dan dia selalu mengikuti segala aktiftasnya di medsos. Tapi tidak akan apa-apa kalau hanya sebatas itu."


"atau kamu.. bangga?"


"untuk apa?"


"kamu memiliki penggemar rahasia sejak lama."


"tentu saja! Aku ini bukan seorang selebirti, tetapi aku punya penggemar yang sangat setia.."


Keanu terkekeh. "kamu benar." Lalu dia menjalankan mobilnya.

__ADS_1


"Mas, aku kira pertemuan pertama kita itu waktu aku marah-marah sama kamu di toko dengan keadaan hidungku memakai penjepit." aku tertawa.


"aku juga kaget waktu itu. Karena, orang yang selama 2 tahun ada dipikiranku, sekarang ada dihadapanku juga." Keanu menghela napas. "sebenarnya aku sangat menyesal.."


"untuk apa?"


"kenapa waktu itu aku harus menolak perjodohan ini? Jika saja aku tau, aku akan dijodokan denganmu, aku tidak akan bersikeras untuk menolaknya." Keanu tertawa.


Dan aku juga! Karena aku melakukan hal yang sama dengannya. Tetapi bisa saja, jika aku tahu Keanu yang akan Mama jodohkan denganku, mungkin aku akan menghindar darinya ketika kita berjualan secara bersebelahan.


"kenapa kamu ikut tertawa?"


"kamu tau? Aku juga melakukan hal yang sama persis untuk menolak perjodohan kita.."


"ah.." Keanu mengangguk.


"Mas,, apa aku boleh tanya sesuatu?"


"tanyakan semua yang ingin kamu tahu.."


"kamu kenapa milih untuk berjualan durian? Padahal kan perusahaan Om Arman sangat sukses dan punya banyak cabang di seluruh Indonesia?"


"itu.. aku hanya ingin mandiri. Aku ingin merintis usaha dengan kerja kerasku sendiri. Ya.. walaupun baru kecil-kecilan, tapi aku cukup puas karena itu murni penghasilanku."


"ah.. begitu.."


"kamu sendiri? kenapa pilih jualan sop buah?"


"Mmmm.. aku cuma memilihnya secara random. Karena waktu itu aku sangat tidak mau dijodohkan, dan terlintaslah di pikiranku untuk nge-kost dan jualan, agar aku bisa menghindari perjodohannya."


"ckckck.. itu terdengar sangat ceroboh.. bagaimana jika kamu bertemu orang jahat?"


"aku memang bertemu"


"dengan siapa?"


"orang jahat."


"siapa?"


"Aldo! yang waktu itu kamu bilang kalo dia pacar aku."


" emang dia jahat apa?"


"jahat banget! Dia yang merencanakan semua kejahatan yang menimpa kamu waktu itu."


"apa? dia pelakunya? kamu tau?"


"iya! Dan sekarang dia sudah berada di penjara sana.."


"kenapa kamu gak kasih tau aku?"


"kalo aku kasih tau kamu, pasti kamu akan memaafkannya begitu saja tanpa memprosesnya ke jalur hukum."


"wahh kamu ini! kamu melakukannya sendiri? itu bahaya sayang.."


Kalau di ingat-ingat, itu dia baru pertamakalinya memanggilku dengan sebutan 'sayang'.


"nggak! Aku dibantu Om ku yang polisi.."

__ADS_1


Keanu masih terlihat kaget dan juga tidak menyangka dengan semua yang terjadi setelah aku jelaskan dengan sangat detail.


Wahh.. karena mengobrol banyak hal, tidak terasa Keanu sudah menghentikan mobilnya didepan kost-an.


__ADS_2