
Dengan begitu banyaknya pertanyaan yang berputar di otakku, hingga aku tidak sadar, Keanu sudah menghentikan motor nya.
Dan ketika itu kami berhenti di depan sebuah rumah yang sangat besar, mungkin 3 lantai. Pagarnya sangat tinggi dan halamannya juga luas.
Tidak lama kemudian, ada seorang security membukakan pagar rumah tersebut, dan memberi salam hormat pada Keanu.
Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Kenapa aku dibawa ke rumah ini? Memangnya ini rumah siapa?
Tidak mungkin ini rumah Keanu bukan?
Apa seorang penjual durian juga bisa memiliki rumah semewah ini?
"ayo turun..!" kata Keanu setelah memarkirkan motornya.
"ini.. rumah kamu?"
"bukan.."
ah.. sudah pasti! Mana mungkin Keanu bisa punya rumah sebesar ini?
"ini rumah orangtua ku." lanjut Keanu.
Aku langsung menatapnya. "oh?"
Sebenarnya siapa laki-laki ini? Kenapa dia terlihat begitu misterius?
Begitu banyak hal tentang nya yang tidak aku duga.
Apa sekarang dia sedang menyamar menjadi seorang penjual duren? Tapi apa maksudnya?
Banyak orang yang merasa kurang beruntung dengan harta mereka. Sedangkan ini?
Kenapa dia menjadi seorang penjual duren jika memang dia orang yang sangat kaya?
Hmmmhh.. Aku tidak mengerti.
"ayo Ma.. kita masuk!" Keisya menarik tanganku.
Aku menghentikan tarikan tangan Keisya. "Keisya, Mama mau pulang aja ya? Kan Mama harus kembali berjualan." Aku tersenyum.
"kok pulang sih? Mama kan mau nemenin aku makan dan tidur siang.."
"iya Clar.. Kan tadi kamu gak jadi makan, kita makan sama-sama aja disini, ya?" kata Keanu.
Aku tidak bisa menolak permintaan dua orang ini. Rasanya aku tidak tega melihat ekspresi kecewa di wajah mereka.
Keanu menekan bel rumah nya, dan ada seorang wanita paruh baya berpenampilan rapi dan sederhana yang membuka pintu.
"Mama belum pulang bu?" Tanya Keanu pada wanita paruh baya itu.
"belum den, katanya Nyonya akan pulang agak sore."
"oh ya, bu. Ini Clara, temen aku." Keanu memperkenalkanku pada wanita itu. "Clara, ini bu Sari, yang mengasuh Keisya dan aku waktu aku kecil.
Ah.. Sepertinya bu Sari ini sudah dipercaya keluarga Keanu sejak dulu. Beliau tidak terlihat seperti ART, malah lebih terlihat seperti ibu Keanu, karena Keanu juga sangat menghormatinya.
__ADS_1
"ini Mama aku bu..! Bukan cuma teman Papa!" kata Keisya, menyalahkan Keanu.
Aku saling berpandangan dengan Keanu. Anak ini benar-benar!
Bu Sari tersenyum. "oh, ini Mama nya Keisya ya? Cantik sekali ya? Sama seperti Keisya."
"iya dong, kan Mama nya aku.."
Bu Sari mempersilakan ku untuk duduk dan membawakan minuman.
Aku melihat sekeliling ruang tamu yang luas ini. Tapi aku hanya melihat foto Keisya memenuhi dinding di depan kursi tamu itu.
Bahkan aku tidak melihat foto Keanu.
"Bu, kami belum makan siang.." Kata Keanu.
"oh kalau begitu kebetulan, tadi ibu sudah masakin, dan sudah siap di meja makan."
"Makasih bu.. Kalau gitu, ayo kita makan sama-sama!" Ajak Keanu.
"kalian saja, tadi ibu sudah makan."
Kami langsung menuju ruang makan di rumah Keanu yang posisi nya agak jauh dari ruang tamu.
Pada saat melewati ruang keluarga, aku melihat sebuah foto pernikahan yang berukuran cukup besar. Aku kira itu foto pernikahan Keanu dengan Mama nya Keisya. Tapi sepertinya bukan.
Mungkin itu foto pernikahan orangtua Keanu.
Rasanya aku pernah melihat kedua orang itu,, tapi dimana ya?
Dan aku juga melihat foto Keanu saat wisuda disamping foto pernikahan itu.
"ayo..!" Ajak Keanu padaku, yang masih terhenti karena memperhatikan foto tersebut.
Aku mengangguk dan mengikuti Keanu ke meja makan.
Dan aku duduk disamping Keisya yang berhadapan dengan Keanu.
Aku berdehem. "yang tadi itu foto siapa?"
"oh,, itu foto pernikahan Mama dan Papa ku."
"ah.." aku mengangguk.
Ternyata memang benar.
****
Aku mengantar Keisya ke kamarnya, katanya dia sudah mengantuk.
Kamar nya sangat cocok untuk anak seusia Keisya. Warna pink kesukaan Keisya mendominasi kamar itu. Dan begitu banyak boneka dari yang berukuran kecil hingga ada yang setinggi aku.
Aku mengelus-elus kepala Keisya, dan itu tidak memerlukan waktu yang lama.
Mungkin belum satu menit, mata Keisya sudah terpejam.
__ADS_1
Keanu juga ada disitu ketika aku menidurkan Keisya. Dia hanya tersenyum melihat kami.
"Aku pulang dulu ya..!" Kataku sambil keluar kamar Keisya dan diikuti Keanu.
"ya udah, aku akan anter kamu."
"gak usah, ga apa-apa, aku bisa naik angkot atau order ojek online."
"kenapa harus memilih cara yang repot kalau ada cara yang lebih simple?"
"hm?" aku menengok ke arah Keanu dan menaikkan alisku.
"kan ada aku disini yang siap anterin kamu. Kenapa kamu mau repot-repot pesan ojek online atau berjalan lumayan jauh ke depan untuk naik angkot?"
Aku tidak menjawabnya, dan hanya menatapnya dengan ekspresi yang datar.
"lagipula kamu itu kesini aku yang bawa, dan aku yang repotin kamu. Aku gak akan tega biarin kamu pulang sendiri.." Kali ini Keanu memasang senyuman yang sangat manis.
Keanu memegang tanganku dan menuntunku menuju ke teras rumah.
Apa-apaan ini? Sekarang dia sudah berani untuk memegang tanganku?
Aish..
Dia tidak tahu saja, jantungku hampir terlepas karena itu. Dan sekarang tanganku mulai terasa sedikit berkeringat.
"tunggu dulu disini, aku ambil motor dulu." Keanu melepaskan pegangan tangannya. Dan ini membuatku merasa cukup lega.
Aku melihat sekeliling halaman rumah Keanu yang luas ini. Dan pandanganku berhenti di garasi yang berada disana. Aku melihat ada setidaknya 5 atau 6 mobil mewah berjajar. Dan mobil sport putih yang Keanu bawa waktu mengajakku dan Keisya berjalan-jalan ada diantara deretan mobil-mobil itu.
Oh.. Ternyata dia tidak menyewa mobil itu untuk terlihat lebih keren. Tapi dia memang memilikinya.
Siapa sebenarnya laki-laki ini?
Aku ingin sekali bertanya tentang semuanya, tapi aku takut di anggap terlalu mencampuri urusannya.
Memangnya siapa aku? Aku sama sekali tidak berhak untuk itu. Statusku hanyalah teman berjualan si Mas duren.
Dan aku bisa berada disini sekarang hanya untuk memenuhi keinginan Keisya.
Jika bukan Keisya yang memintaku, aku juga pasti tidak akan melakukan ini.
"ayo naik..!". Ternyata Keanu sudah ada didepanku.
Aku menghampirinya dan langsung naik motornya.
"pegangan!"
"udah!" aku memegang bagian belakang jok motor.
Keanu menoleh kebelakang. "kok pegangnya ke situ?"
"abisnya kemana lagi?"
Lagu-lagi Keanu meraih tanganku, dan menyimpannya di pinggangnya. "disini.."
__ADS_1
Wahh.. Dia ini.. benar-benar!