Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 9. Sudah jatuh tertimpa tangga


__ADS_3

"kamu kenal sama penjual duren itu?"


Ya.. aku masih melanjutkan pembicaraanku dengan Nadia.


"iya." Nadia mengangguk.


"kenal dimana emangnya?" tanyaku. Ini mungkin terasa sedikit kepo, tapi entah kenapa hatiku merasa tidak nyaman ketika Nadia bilang kalau dia mengenal pria itu.


"jadi.. anaknya Mas Keanu itu muridku di TK."


Apa?? Anak? Jadi si Mas duren itu sudah punya anak?? ck ck ck..


"anak? dia udah punya anak?"


"iya, dan ibunya sudah meninggal.."


Jadi ternyata si penjual duren itu duda?


"Clar.. kamu jangan bilang-bilang ya, kalo aku suka sama dia..!"


"k..k..kamu suka sama dia?"


huhh.. padahal aku juga.. Tapi kalo duda mah ogah ah! Kata orang sih akutuh cukup cantik,, jadi ya.. aku lebih pantes dapet perjaka ting-ting. Ya nggak?


"tapi Nad, kok kamu mau sama dia meskipun kamu tau kalo dia duda?"


"abisnya Mas Keanu itu keren dan ganteng banget..! Terus juga orangnya baik, dan kayaknya penyayang kalo aku lihat dia sama anaknya."


"gitu ya?"


"iya dong! Dan aku, gak masalah kalo dapet jodoh duda..! yang penting, dia bukan suami orang.."


Iya juga sih yang dibilang Nadia.. Tapi kayaknya sekarang aku harus menghapus rasa sukaku sama dia deh, aku nggak mau Nadia sakit hati.. Soalnya kayaknya dia bener-bener suka sama Keanu, sampai bela-belain beli duren tiap hari cuma buat ketemu Keanu doang.


****


Seperti biasa, jam 9 pagi aku sudah melayani beberapa pembeli. Dan aku lihat Keanu datang, tapi kali ini dia gak pake motor sport nya, tapi dia bawa mobil pick up yang dipenuhi dengan duren.


Dia tidak menyapaku seperti biasa, mungkin karena dia sibuk memindahkan duren-duren yang ada di mobil itu dengan 2 orang lainnya yang membantu.


"kemarin kemana?" tanyaku, setelah selesai melayani pembeli.


"kenapa? kangen?" katanya, malah tanya balik, dengan pasang ekspresi meledek.


"idih.. enak aja! Gue cuma tanya kali.. dan seharusnya lo tuh terus aja gak jualan tiap hari,, hidung gue sakit kali di jepit terus!" ketusku.


"tinggal buka aja! apa susahnya coba?" katanya sambil membereskan duren-durennnya.


"tapi tadi gue serius nanya.. kemarin kenapa lo nggak jualan?"


Ekspresinya berubah menjadi serius. "jadi sebenernya, malam kemarin itu aku kemalingan! Semua duren ku nggak ada yang terisa satupun." dia menghela napas, "tumben kamu tanya? kamu pasti seneng kan biar aku gak bisa jualan lagi?"


Dan sekarang perasaan ku berubah.. kasihan juga dia..

__ADS_1


Siapa sih yang melakukan itu? tega sekali..


untung saja Keanu masih punya modal buat jualan lagi.


"ih.. kok lo suudzhon sama gue? ya gue kan gak tau kalo lo kemalingan.."


"aku nggak suudzhon,, kan kamu sendiri yang bilang, kalo kamu gak suka sama durian dan kamu pengen aku berhenti jualan kan?"


Aku tidak menjawab. Hanya menatapnya tajam dengan mengerutkan bagian tengah dahiku sambil mengerucutkan bibirku.


Aku berbalik, dan kembali masuk ke toko ku.


Terlihat dari sudut mataku kalau Keanu menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihatku yang langsung pergi.


Tadinya aku mau bertanya, siapa pelakunya? apa dia sudah tertangkap atau belum?


Tapi aku mengurungkannya karena, mungkin dia malah akan meledekku lagi, dan bukannya menjawab pertanyaanku dengan serius.


****


Di jam makan siang, kak Aldo kembali menemuiku lagi.


Aku merasa ada yang melirik-lirik curi-curi pandang ke arahku. Eh maksudnya, ke arah aku dan kak Aldo yang sedang mengobrol.


Yah. Keanu. Memang dia orangnya..


"itu tukang duren kok bisa jualan lagi ya? Dia kan habis kemalingan?"


"lho? kak Aldo tau darimana kalo dia kemalingan?"


"oh gitu.."


Tapi aku lihat ada yang aneh sama kak Aldo. Dia terlihat gugup setelah kami membicarakan Keanu yang kemalingan.


??? entahlah..


"kasian ya.. tega banget pelakunya.."


"udah deh Clar.. gak usah kamu pikirin,,! Bukannya bagus kalo dia bangkrut dan gak jualan disebelah kamu lagi?"


"iya sih.. tapi kan kasian juga kalo kayak gitu.."


"udah gapapa.. lagian kayaknya dia punya modal, tuh sekarang dia udah bisa penuhin toko duriannya lagi." kata kak Aldo sambil meneguk air yang tinggal sedikit itu. "aku balik ke kantor ya..?"


"iya kak.. hati-hati.."


"makasih.. perhatian banget sih.." ledeknya, sambil menyalakan mesin motornya, dan berlalu.


Ewhh!! Siapa yang perhatian, coba?! Lebih


tepatnya aku itu cuma basa-basi, biar gak dibilang jutek.


GR banget jadi orang..!

__ADS_1


****


Tanpa terasa hari sudah berganti lagi..


Hari ini aku melihat Keanu datang lebih awal, dan ketika aku sampai di toko, aku lihat Keanu sudah dikelilingi pembeli. Ramai sekali tempatnya..


Tapi.. tunggu, tunggu..!


Mereka tidak tetlihat sedang membeli duren, lebih tepatnya, mereka seperti sedang protes dengan duren yang mereka beli dari Keanu.


"POKOKNYA SAYA GAK MAU TAU! DURENNYA HARUS DIGANTI SAMA YANG BARU!" teriak salah seorang yang bergerombol disana.


"IYA NIH,, APAAN JUAL DUREN BUSUK? KAMU MAU TIPU KAMI YA??" teriak yang lainnya lagi.


"iya, iya.. semuanya tenang dulu! Saya pasti akan ganti semua duriannya.. Tapi bisa kan kalian menunggu besok? Soalnya sekarang, hampir semua duriannya busuk, jadi saya akan pesan dulu, dan baru bisa datang besok..!" jelas Keanu.


"YADUDAH KALAU GITU,,! KITA BALIK LAGI BESOK! AWAS KALAU GAK MAU GANTI RUGI..!!"


Akhirnya mereka semua bubar..


Aku sedang melayani pembeli sekarang, tapi sesekali aku melirik Keanu yang sedang mengeluarkan semua duren yang busuk dari toko nya.


Kasihan sekali dia..


Baru aja kemarin malam dia kemalingan! Dan sekarang hampir semua duriannya busuk.


Bagaimana kalau dia kehabisan modal dan tidak bisa berjualan lagi?


Dia kan harus membiayai anaknya yang masih kecil..


Aku hanya memperhatikannya dari jauh.. Dan diwajahnya terlihat kekecewaan yang mungkin sebenarnya dia berusaha untuk menutupi nya dengan tetap tersenyum kepada orang-orang yang menyapanya.


Tapi, bagaimanapun dia menutupinya, aku bisa melihat dan merasakan apa yang ada dihatinya saat ini.


Aku memutuskan untuk menghampirinya..


"kenapa Mas? Kok durennya dikeluarin semua?" tanyaku, pura-pura tidak tau.


"ini hampir semuanya busuk." jawabnya, sambil terus mengeluarkan duren-duren busuk itu.


"busuk? kok bisa?"


"aku juga nggak tau.. padahal kemarin semuanya bagus.."


Aku tidak menjawab, hanya menampilkan ekspresi kasihan dan juga khawatir.


"ini gapapa kok, kan bisa ditukar sama yang baru." katanya, seolah tau pertanyaan yang tidak bisa aku lontarkan.


Aku merasa ada yang aneh.. Kenapa Keanu mendapat musibah yang bertubi-tubi? Apa dia pernah melakukan kesalahan besar sehingga dia mendapat karma seperti ini?


Tapi sepertinya tidak! Dia terlihat baik pada semua orang..


Apa aku harus bantu menyelidikinya?Masalahnya kan aku jualan disamping toko nya, dan aku takut terjadi sesuatu juga dengan jualanku..

__ADS_1


Oke.. aku akan memikirkannya lagi nanti..!


__ADS_2