Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 14. sama-sama dijodohkan?


__ADS_3

"Mama Clara..?? Hahahaha..."


Ya! Begitulah reaksi Ririn setelah mendengar ceritaku.


"Wah.. Tapi lo emang udah pantes kok dipanggil 'Mama Clara'..Hahaha..!"


"Cih, tau reaksi lo bakalan kayak gitu, nyesel gue cerita sama lo! Malah ngetawain gue, lagi!" aku memanyunkan bibir.


"iya, sorry,, sorry.. Gue kelepasan..!" kata Ririn, yang masih menyisakan tawa di bibirnya. "tapi kok bisa, anaknya si Mas duren itu manggil lo Mama?"


"itu dia.. Gue juga nggak tau!"


"mungkin.. lo itu mirip sama mama nya yang udah meninggal.."


"nggak! Gue udah nanya sama si Mas duren, tapi katanya gak mirip."


"oh.. gue ngerti! Berarti itu kode!"


"kode apaan?"


"kode dari Tuhan kalo lo itu bakalan jadi Mama beneran buat anaknya si Mas duren..!"


"Ha,,Ha,,Ha!!" aku tertawa tanpa ekspresi. "Lucu banget sih lo..!" Aku mencubit kedua pipi Ririn, lalu menggerakkannya ke kanan dan ke kiri, dengan ekspresi tetap datar.


Selalu saja begitu! Bukannya dapat solusi, yang ada malah dapat ledekan dan jadi bahan tawaan.


Tapi aku memang selalu merasa lebih lega, ketika aku sudah menceritakan semua masalahku pada sahabatku itu. Dia selalu ada, dan tidak pernah menolakku, meskipun aku tahu, pekerjaannya cukup sibuk sebagai sekretaris di perusahaannya Om Arman.


Tapi dia tidak pernah membuangku, dari waktu dulu kita bermain petak umpet bahkan lompat tali, sampai sekarang ketika kita sudah menjadi dewasa dan mempunyai kesibukan masing-masing.


Dia selalu ada untukku.


Itu pun sudah sangat cukup.


Terimakasih Ririn, sahabatku..


Oh ya..! Kemarin Mama mengajakku bertemu untuk membicarakan soal perjodohanku dengan anaknya tante Riana itu. Tapi tidak jadi hari ini, soalnya Mama mau melayad temanya yang meninggal..


Ya.. Baguslah! Berarti aku lebih bisa mempersiapkan diri untuk menanggapi perkataan Mama nanti..


****


"Selamat pagi!" sapa Keanu, dengan senyuman yang sangat cerah di pagi hari ini.


"Selamat pagi.." aku membalas senyumannya.


Kenapa aku jadi gugup begini ketika dia menampilkan senyuman nya padaku?


Dan,, coba lihat sekarang! Detak jantung ku terdengar begitu ribut, dengan ritme yang tidak menentu!


Apa-apaan ini?


Aku berusaha memperlihatkan ekspresi yang biasa-biasa saja.. Padahal,, didalam jantungku ini, seperti ada suara genderang yang mau perang.


Eh, bukannya itu sebuah lirik lagu ya?


Aishh.. Aku jadi semakin melantur.. !


Kacau..!!


Ini baru intro Clara.. Baru permulaan..!

__ADS_1


Bagaimana nanti kalau di pertengahan? Apa yang akan terjadi?


Kontrol dirimu,, jangan melakukan hal yang aneh!


Tarik napaaass.. hembuskan!


Ahh.. Setidaknya ini membuatku merasa lebih lega..


"Keisya ngomongin kamu terus sama Mama ku.." kata Keanu memulai pembicaraan lagi setelah selesai membuka toko nya.


"Apa? Apa yang Keisya katakan?"


"Dia bilang, kalo dia ketemu Mama nya.."


"oh, ya? Terus Mama kamu bilang apa?"


"ya.. biasa lah.. Mama tanya-tanya gitu ke Keisya tentang kamu!"


Aku diam tanpa ekspresi.


"Maaf ya Clar.. Masalahnya jadi repot gini.."


"gapapa Mas.. Lagian kan Keisya anak kecil, wajar kalo dia bersikap kayak gitu. Maksudku.. dia sepertinya sangat merindukan sosok seorang ibu.."


"kamu benar Clar.. Ibunya Keisya meninggal saat dia berusia 2 bulan, jadi dia tidak pernah tau ibunya.. Dia hanya bisa lihat di foto.. Lalu dia selalu bertanya, kapan Keisya punya Mama seperti teman-teman nya?" Keanu tersenyum. "Makanya mama ku selalu menyuruhku untuk segera menikah,, bahkan dia berniat buat ngejodohin aku sama anak temannya.."


"Apa? Di jodohin?"


"iya.. tapi aku belum siap untuk menikah, kalau untuk dijodohkan. Aku ingin mencari pasanganku sendiri, yaitu perempuan yang benar-benar bisa menerima dan menyayangi Keisya dengan tulus." Keanu menghela napas. "mama ku pernah berusaha mengenalkanku dengan anak temannya itu, dan juga dia selalu menyodorkan sebuah foto, mungkin itu foto wanita itu.."


"mungkin..?"


Aku mengangguk-anggukkan kepalaku. "Aku mengerti.. Dan aku tahu persis apa yang kamu rasakan saat ini."


"Maksud kamu?"


"karena aku juga merasakannya.. Aku memutuskan untuk nge-kost dan berjualan itu, karena aku menghindari perjodohan dari orangtua ku.."


Aku tidak menyangka, ternyata kisah hidupku hampir mirip dengan Keanu.


Tapi kami yakin, siapapun jodoh kita kedepannya, itu pasti yang terbaik..


Semoga saja seperti itu..


****


Drrrrrrrrrrrtttt Drrrrrrrrrrrrrrtttt


Apa? panggilan telepon dari Keanu? Aduh,, aku gugup lagi. Lalu berdehem sebelum mengangkat nya.


'halo?'


'halo Ma..'


Oh.. ternyata itu suara Keisya..


'eh, Keisya..? Ada apa sayang?'


'Ma, aku kangen sama Mama, mau ketemu Mama..'


'yaudah kalo gitu, besok pulang sekolah kamu ke tempat jualan Mama aja,, gimana?'

__ADS_1


'tapi aku maunya ketemu Mama sekarang..'


Aku mendengar suara orang lain di telepon, dan sepertinya dia berbicara dengan Keisya..


'halo Clar..!' sekarang suara Keanu yang terdengar.


'oh.. halo Mas..'


'Clar.. maaf ya, Keisya ganggu kamu malam-malam begini..'


'gapapa kok, lagian aku juga belum tidur..' jeda 'tapi itu Keisya gimana Mas?'


'udah biarin aja.. Kalo udah tidur juga lupa..'


'tapi kan kasian.. Apa perlu aku kesana sekarang?'


'ini udah hampir jam 10 malam Clar.. Kan bisa ketemu besok..'


'yaudah, kalo gitu.. sekarang kamu kasih ponselnya ke Keisya.. Aku mau ngomong..'


Akhirnya aku membacakan dongeng dan nyanyian pengantar tidur untuk Keisya lewat telepon..


Semoga ini bisa mengurangi rasa rindunya padaku..


Tapi aku benar-benar bahagia bisa melakukan ini untuk Keisya..


Ini seperti, aku melakukannya untuk anakku sendiri..


Hahh..


Akupun sepertinya bisa tertidur pulas sekarang..


Dan mataku ini hampir terpejam, tapi..


Drrrrrrrrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrrrrrrttt


Ponselku kembali bergetar. Akhirnya aku membuka mataku kembali, dan segera meraih ponsel ku..


Ternyata, kali ini dari Ririn..


Ririn memberitahuku kalau dia akan ada pekerjaan di luar kota, yaitu di Lombok.


Ririn harus ikut, karena dia harus mempersiapkan dokumen-dokumen untuk mengurus beberapa proyek disana.


Ririn mengajakku untuk ikut, ya.. sekalian buat liburan, katanya.


Tapi aku menolak ajakannya. Karena saat ini, aku hanya ingin berada disini, dan tidak ingin pergi kemana-mana.


Padahal biasanya, aku yang paling bersemangat untuk liburan seperti itu.


Entah kenapa, rasanya berat meninggalkan kota ini.


Aku bilang pada Ririn, kalau sekarang aku tidak bisa ikut, karena aku sedang semangat-semanganya berjualan, dan aku tidak ingin melewatkan kejadian yang langka seperti ini.


Yah.. Harus kalian tahu. Dulu itu aku cukup malas untuk melakukan hal seperti ini..


Aku terlalu manja, sehingga yang aku lakukan hanya bermain, atau nongkrong di kafe, atau shopping, atau.. apapun itu.


Semuanya kebalikan dari kehidupanku yang sekarang.


Makanya waktu itu Aldo sangat heran kan, aku mau berjualan seperti ini?

__ADS_1


__ADS_2