Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 35. Engagement


__ADS_3

"kenapa? Kamu cemburu?"


Aku meliriknya sambil menaikkan salah satu alisku. "cemburu? nggak!" bantahku.


Keanu tersenyum meledek dan mulai menjalankan mobilnya.


"kenapa? gak percaya?"


Keanu terkekeh. "percaya."


Tidak tahu kenapa, meskipun Keanu selalu berkata bahwa dia hanya mencintaiku, tapi ketika ada perempuan yang terlihat akrab dengannya aku selalu tidak enak hati.


Benar kata Dinda.. Ternyata aku mempunyai banyak saingan. Huhh!


Aku tersentak saat tiba-tiba jari jemari Keanu meraih tanganku dan merekatkannya. Dia menggenggamnya dengan sangat erat.


"aku sudah sangat tidak sabar untuk segera meresmikan hubungan kita."


"hm?" aku menolehnya.


"apa jika kita sudah menikah, kamu akan tetap merasa cemburu meskipun ketika aku 'hanya' disapa seorang perempuan?"


"Ck. Aku udah bilang, aku gak cemburu!" aku melepaskan genggaman tangannya.


"oh ya?"


Aku mengangguk masih dengan ekspresi yang cemberut.


"kalo gak cemburu, kenapa dari tadi cemberut terus? Hati-hati, nanti bisa meletus!" katanya sambil menusuk-nusuk pelan pipiku dan tersenyum lepas.


"ih apaan sih?" aku menepis tangannya.


"terus kenapa kamu masih cemberut?"


"aku bete aja, lampu merah nya lama banget." kataku, yang padahal baru sadar kalau mobil Keanu sedang berhenti di lampu merah.


"kalau gitu,, mau aku hibur gak?"


"pake apa?"


"pake.. tebak-tebakan!"


"emang bisa?"


"wah.. kamu ngeremehin aku nih?"


"coba, aku pengen denger tebak-tebakannya!" kataku, sambil menggeser posisiku mencari tempat yang lebih nyaman.


"mmm... apa bedanya kamu,, sama kuda nil?"


"iiihhh.. kamu nyamain aku sama kuda nil?" aku mengerucutkan bibir sambil memukul lengan Keanu.


Keanu tertawa. "jawab dulu, tau gak?"


Aku menggeleng. "emang apaan?"


"karena.. sama-sama gak bisa terbang!"


Kami sama-sama tertawa. "apaan sih garing banget! Itu mah tebak-tebakannya udah jadul!"


"biarin, yang penting kamu ketawa."


"yaudah kalo gitu, jawab juga tebak-tebakan aku!" tantangku.


"emang kamu bisa?"

__ADS_1


"bisa dong! Nih dengerin ya.. Apa bedanya kamu sama tiang listrik?"


Keanu berpikir. "mmm.. sama-sama bisa bikin kamu kesetrum?"


Aku kembali memukul lengan Keanu. "iih.. sembarangan kalo ngomong!"


Keanu tertawa. "terus apaan?"


"sama-sama gak bisa terbang juga! Hahaha.."


Tapi Keanu malah berekspresi datar, sama sekali tidak tertarik dengan tebak-tebakanku sepertinya!


"kok gak ketawa sih?"


"gak lucu, tebak-tebakannya basi!" dia pasang ekspresi meledek.


"iiih.. harus ketawa! Katanya mau ngehibur aku." Aku cemberut lagi, dan menyimpan tanganku dibawah dada.


Keanu terkekeh, lalu menjalankan mobil nya karena lampu sudah berpindah ke warna hijau.


Kami akhirnya tiba dirumahku setelah 20 menit perjalanan yang dipenuhi dengan candaan. Keanu benar-benar bisa menghiburku. Dia ternyata orang yang sangat asyik! Aku jadi tidak merasa bosan ada didekatnya. Dan akupun sudah melupakan rasa cemburuku yang tadi sempat membara.


"yaudah, aku turun ya!" aku membuka pintu mobil dan salah satu kaki ku hampir menginjak tanah. Tetapi tangan Keanu menahan lenganku. Dan seketika aku membalik mengurungkan niatku untuk turun.


"hm? Ada apa Mas?"


Keanu menyunggingkan senyuman yang sangat manis sebelum berkata, "jaga diri baik-baik. Sampai hari pertunangan, kita tidak akan bertemu." Dia mengelus lembut pipiku. "aku sangat menyayangimu."


Senyumanku pun mengembang mendengar ucapan Keanu yang begitu manis. "aku juga.. hati-hati dijalan ya!"


"juga apa?"


Aku sangat malu untuk mengatakannya. "menyayangimu.." Akhirnya kata itu pun lolos dari bibirku. Dan aku segera turun dari mobilnya.


"jangan ngebut-ngebut!" peringatku sebelum menutup pintu mobilnya.


***


Waktu dimana aku akan menjalani hubungan yang lebih jauh lagi. Mengikat cinta kami dengan tujuan untuk memperkokoh kekuatan cinta yang kami miliki.


Aku akui ini membuatku merasa sangat gugup. Meskipun ini belum sampai ke tahap pernikahan, tetapi tidak mengurangi kegugupanku.


Terlihat bayangan Mama di cermin, karena saat ini aku sedang duduk di meja rias, memperhatikan dengan teliti, siapa tahu ada yang kurang cocok dengan riasanku.


"apa ini terlihat bagus Ma?"


Mama tersenyum. "kamu sangat cantik sayang." Mama menghamipiriku dan meraih lenganku. "ayo kita turun sekarang, mobil jemputan kita sudah datang."


Aku mengangguk dan memegang tangan Mama yang sedang memegang lenganku. Kami pun berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan Tante Riana untuk menjemput kami. Karena acara tunanganku diadakan di hotel milik Om Arman.


***


Akhirnya kami sampai di hotel yang dimaksud setelah melakukan perjalanan sekitar 25 menit. Helaan napas panjang dan hembusan napas yang cukup kasar aku keluarkan, untuk mengurangi rasa gugupku.


"apa kamu merasa gugup sayang?" tanya Mama.


Aku tersenyum dan mengangguk. "sedikit Ma.."


Mama tidak melepaskan tanganku bahkan saat kami sudah berada di ballroom.


Tante Riana dan Om Arman menyambut kami dengan sangat hangat, dan mengajakku masuk terlebih dahulu kedalam kamar yang sudah disediakan.


"sampai acaranya dimulai, kamu tunggu dulu disini ya!" kata Tante Riana sambil merangkul bahuku. "kamu terlihat sangat cantik."


"terimakasih Tan."

__ADS_1


Tante Riana mengangguk dan mencium keningku. "sebentar, Tante akan panggil Dinda untuk temenin kamu disini."


Lima menit kemudian setelah Tante Riana berlalu dari kamar itu, datanglah Dinda dan Keisya dengan penuh keceriaan diwajah mereka.


"Mama!"


"Mbak Clara..!"


Dinda dan Keisya setengah berlari nenghampiriku dan mereka langsung menghambur dipelukanku. "Mbak cantik banget! Pasti Mas Keanu bakalan gak sabar buat cepet-cepet nikahin Mbak."


"iya Ma, Mama cantik banget."


Aku tertawa. "kalian bisa aja."


Dinda memang orang yang sangat seru, sehingga kami pun mengobrol dan tertawa dengan lepas.


Tok tok tok


Kreekkk


"Clara, ayo kita turun sayang! Acaranya akan segera dimulai." ajak Tante Riana.


"baik Tan." Aku, Dinda dan Keisya mengikuti tante Riana ke ballroom.


Aku melangkahkan kaki dengan rasa gugup yang masih menyelimuti. Apalagi ketika sadar bahwa ada sepasang mata yang tak henti memperhatikanku.


Keanu.


Dia terus menatapku bahkan ketika aku sudah berada disampingnya. Aku hanya menunduk karena merasa malu dan agak risih diperhatikan seperti itu.


"kamu cantik sekali." kata itupun keluar dari mulutnya.


Aku hanya tersenyum dan menunduk.


***


Setelah serangkaian acara dan berbagai sambutan dari beberapa orang yang ditunjuk, sekarang lah waktunya yang ditunggu-tunggu.


Pembawa acara mempersilahkan kami untuk saling bertukar cincin.


Suara gemuruh sorak pun terdengar begitu riuh sesaat setelah kami menyelesaikan tukar cincin kami. Dan senyuman pun terus terkembang dari wajahku dan juga Keanu.


Rasa gugup yang sedari tadi menyelimuti hatiku, sekarang sudah hilang. Berganti dengan kelegaan dan rasa bahagia.


Satu persatu tamu undangan memberi selamat kepada kami. Sebelum Keanu meminta izin untuk membawa minum.


"aku mau ambil minum dulu ya. Kamu mau juga?"


"boleh."


"ya udah, tunggu sebentar ya!"


Aku mengangguk dan kembali menerima ucapan selamat dari tamu undangan.


"Clara!"


"Nadia?"


"apa kamu sudah merasa menang sekarang?" Nadia mendelikkan matanya dan menyilangkan tangannya dibawah dada. "kamu salah besar jika berpikir begitu." penuturannya cukup pelan, mungkin agar tidak ada orang lain yang mendengarnya.


"maksud kamu?"


"kita lihat apa yang akan terjadi. Pertunangan sama sekali belum mengikatmu dan Mas Keanu, dan aku tidak akan menyerah. Aku akan melakukan apapun untuk kembali merebut yang seharusnya menjadi milikku."


DEAR READER..

__ADS_1


MINTA TINGGLAKAN JEJAK DONG!


JANGAN LUPA TEKAN LIKE NYA YA..


__ADS_2