Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 31. Kencan bag. I


__ADS_3

Keanu kembali melajukan mobilnya, dan sekitar 15 menit kemudian kami sampai dirumah.


"Tante, Keanu mau langsung pamit pulang aja.."


"lho.. Kok buru-buru?"


"iya Tan, soalnya tadi Papa nyuruh Keanu ke kantornya."


"oh.. ya sudah kalau bagitu.. Hati-hati dijalan ya.."


"baik Tante." Keanu mencium tangan Mama. "Clara.. Aku pergi dulu ya.


Aku menjawabnya dengan anggukkan dan senyuman. "salam buat Tante Riana dan juga Keisya.."


"oke, nanti ku sampaikan."


Keanu pun berlalu dari hadapan kami. Aku langsung masuk ke kamar setelah mengantar Keanu kedepan.


Ah.. Lega sekali rasanya. Kau tahu? Ada sedikit rasa bangga dihatiku saat Keanu bilang bahwa dia hanya memikirkanku setelah pertemuan pertama kita. Aku sangat tersanjung mendengarnya. Hahaha. Bagaimana tidak? Tidak ada pria lain yang pernah mengatakan seperti itu. Maksudku.. dari orang yang aku cintai. Dulu aku terlalu menghindar untuk sekedar mengenal ataupun didekati seorang pria. Bahkan Ririn saja terlihat sudah beberapa kali bergonta-ganti pacar. Dan dia selalu saja memanas-manasiku agar cepat mencari pacar. Tapi aku sungguh tidak tertarik. Aku selalu fokus untuk menyelesaikan study-ku dan juga ingin mengejar cita-citaku. Tapi entah kenapa.. Setelah aku mengenal Keanu, dengan begitu mudahnya aku membuka hati.


Dua tahun lalu, aku juga memang memikirkan pria itu. Tapi yang ada dipikiranku hanyalah rasa takut dan malu. Aku takut bertemu lagi dengannya, karena dia pasti sangat marah waktu aku menumpahkan minumanku di jas dan juga kemejanya.


Makanya, ketika dia kembali mendatangi kampusku, aku lebih memilih untuk menghindar dan menutup wajahku dengan buku. Haha. Sungguh konyol. Aku tidak menyangka jika akan mencintainya seperti sekarang ini.


1 minggu kemudian..


Aku, Keanu dan Keisya turun dari mobil dan memasuki rumah Tante Riana. Memang selama seminggu ini aku selalu menjemput Keisya dari sekolah. Lumayan lah, untuk mengisi kekosongan aktifitasku. Secara kan, sekarang aku sudah tidak bekerja maupun berjualan. Aku merasa sangat bosan jika terus diam di rumah. Lagipula, ini menyenangkan. Ya! Setiap hari mendengar ocehan gadis cilik itu selalu bisa menghiburku. Sangat menggemaskan.


"eh.. kalian sudah pulang." Tante Riana menghampiri kami dan memeluk Keisya, lalu memelukku. "ayo masuk!"


Kami bertiga mengikuti Tante Riana masuk kedalam rumah. Seperti biasa, kami berbincang sebentar, lalu makan siang bersama dan setelah itu menidurkan Keisya.


"Tante, maaf ya tiap hari aku ngerepotin, makan siang disini terus."


"ya ampun, Clara sayang, seharusnya Tante yang minta maaf dan terimakasih, Keisya selalu ngerepotin kamu, dia mau terus dijemput sama kamu. Tapi Tante ada senangnya juga. Kalian semakin terlihat sangat dekat. Keisya pasti sangat bahagia."


"sama-sama Tan, aku juga bahagia kok. Dan aku gak keberatan jika setiap hari menjemput Keisya."


Tante Riana tersenyum. "Oh ya, Clara.. Besok Tante mau ke rumah kamu, mau bahas soal acara pertunanganmu dan Keanu. Besok orangtua kamu ada di rumah kan?"


"kalo Mama sih pasti ada di rumah, tapi gak tau deh kalo Papa. Soalnya akhir-akhir ini Papa agak sibuk Tan."


"oh gitu.. Ya udah, biar nanti Tante telepon Mama kamu aja ya?"


Aku mengangguk. "baik Tan.."

__ADS_1


Keanu terlihat menuruni tangga, dan dia menenteng kunci mobil ditangannya.


"ngobrol apa sih? Kayaknya seru banget."


"ih, kamu mau tau aja." jawab Tante Riana.


Keanu beralih menatapku. "mau jalan sekarang?"


Aku mengangguk. "ayo!"


Kami langsung pergi setelah berpamitan pada Tante Riana. Dan Keanu melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"kita kemana sekarang?"


Aku mengerutkan dahiku dan menoleh padanya. "bukannya Mas mau mengantarku pulang?"


Keanu melihat jam ditangannya. "ini baru jam 2, siapa tau kamu mau jalan-jalan dulu. Aku tau, akhir-akhir ini kamu bosen kan diam di rumah aja?" Dia melirikku.


Iya juga sih! Aku memang tidak ada kegiatan lain selain menjemput Keisya sekolah. Lagipula akhir-akhir ini Ririn sibuk dengan pekerjaannya, jadi aku juga tidak bisa keluar dan nongkrong di kafe dengannya seperti biasa.


"memangnya Mas mau ajak aku kemana?"


"terserah kamu. Maunya kemana?"


"selain ketemuan sama Ririn, aku jarang banget keluar untuk sekedar mencari angin atau apalah itu. Jadi aku tidak terlalu tau tempat untuk direkomendasi."


"lumayan."


"gimana kalo kita nonton aja?"


Aku mengangguk dan tersenyum. "gak masalah."


Ini maksudnya, Keanu sedang mengajakku kencan?


Arrrggghhhh..! Kenapa aku jadi merasa gugup sekarang?


Tapi, memang tidak mengherankan jika aku seperti ini, karena memang aku tidak pernah melakukannya sebelumnya.


Keanu meraih tanganku saat kami akan masuk kedalam gedung bioskop.


Apa dia tidak tahu? Aku semakin merasa gugup jika seperti ini.


Dia beranjak meninggalkanku setelah kami membeli tiket. Tetapi tidak lama kemudian dia datang dengan membawa popcorn dan juga 2 minuman ditangannya, lalu dia duduk disampingku.


"kamu mau pesan makanan lain?"

__ADS_1


Aku menggeleng. "aku masih kenyang."


Keanu mengangguk.


"Mas Keanu? Kamu sedang apa disini?" Teriak seorang perempuan sambil menghampiri tempat duduk kami.


"ini kan bioskop, tentu saja aku mau nonton." ketus Keanu.


Aku memperhatikan mereka.


"kalo gitu, bareng sama aku yuk!" kata perempuan itu dengan ekspresi sumringah dan tidak memperdulikan keberadaanku yang ada disamping Keanu.


"kamu tidak lihat? Aku sudah punya teman nonton disampingku."


Perempuan itu menatapku dengan ekspresi sinis dan heran. Dia memperhatikan penampilanku dari atas sampai bawah. "memangnya dia ini siapa?"


"dia Clara.. calon istriku."


"apa? Apa aku tidak salah dengar?" Perempuan itu kembali menatapku dan kali ini tatapan nya sangat tajam. Seakan-akan, dia akan memangsaku.


"tidak! Jadi sekarang, lebih baik kamu pergilah."


Perempuan itu langsung pergi, dan dia terlihat sangat kesal.


"Mas kenapa bersikap seperti itu? Memangnya dia siapa?"


"Namanya Melisa, anak dari rekan kerja Papa. Dia-"


Aku memotong ucapan Keanu sebelum dia menyelesaikan kalimatnya. "Dia pasti salah satu yang dibilang sama Dinda. Apa dia sainganku?" Aku tersenyum menggoda.


Keanu tertawa, lalu dia medekatkan bibirnya ke telingaku. "tadi aku sudah memberitahumu jawabannya. Jadi, jangan pernah kamu bicara memiliki saingan di hatiku." bisik Keanu, yang membuat bulu kudukku berdiri seketika.


Aku memalingkan wajah untuk menatapnya. Ini memang terlalu dekat, hanya beberapa centimeter saja jarak antara wajah kami. Jantungku kembali berdetak sangat kencang, tetapi semakin lama menatapnya, hatiku semakin tenang. Aku benar-benar melihat keteduhan dan ketulusan dimata nya.


Ya Tuhan..! Dia terlihat semakin tampan setelah mengatakan itu padaku. Sampai-sampai aku lupa untuk berkedip.


Ah.. Keanu..


"ayo kita masuk! Film nya akan segera diputar." kata Keanu tiba-tiba, sehingga membuatku sedikit tersentak.


Aku mengangguk malu, "ayo!"


DEAR READER, JIKA BERKENAN SILAHKAN TINGGALKAN JEJAK DENGAN KLIK LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE.


SATU KLIK JEMPOL KALIAN SANGAT BERARTI DAN MEMBERI SEMANGAT PADA AUTHOR UNTUK UP.

__ADS_1


TERIMAKASIH..


__ADS_2