Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 32. Kencan bag. II


__ADS_3

Aku dan Keanu duduk dideretan kursi ketiga dari belakang. Aku menatap sekeliling, dan bioskop nya cukup ramai pengunjung.


Film yang kami tonton bergenre komedi-romantis. Aku sebenarnya tidak terlalu suka menonton, tapi karena bersama Keanu semuanya jadi terasa menyenangkan. Hehe.. Tidak apa-apa walaupun itu terlihat receh dan alay, yang penting aku menikmatinya.


Aku menoleh ke arah Keanu. Dia terlihat fokus melihat kedepan. Posisi dudukku bersandar, sedangkan Keanu tidak, jadi dia sedikit lebih didepan ku. Aku jadi leluasa untuk menatapnya.


Aku sangat suka menatapnya dari samping seperti ini. Wajah tampan nya begitu terlihat sempurna jika dilihat dalam posisi ini. Bahkan sekarang aku sudah tidak fokus lagi pada film nya, karena menurutku pemandangan yang sedang kulihat ini jauh lebih menarik.


Hahaha..


Sepertinya memang akhir-akhir ini aku menjadi mahir dalam menggombal, hehe. Tapi tidak! Semua yang ku ungkapkan adalah kenyataan, bukan hanya gombalan.


Wah..


Pasti aku sudah gila.


"hey! Kenapa kamu menatapku seperti itu?" pertanyaan Keanu sungguh sangat mengagetkanku. Dan akupun menjadi salah tingkah.


Aduhh.. kenapa aku tidak menyadarinya kalau dia sedang menatapku? Sekarang kan aku jadi malu..


Ish..


"eh, mmm.. nggak! i.. itu.. tadi aku melihat ada nyamuk di wajah kamu.." Aduhh, aku jadi asal bicara kan?!


Keanu menaikkan alisnya. "apa sekarang nyamuknya masih ada?"


Aku menggeleng. "sudah tidak ada.."


"kenapa tidak makan popcorn nya?" tanya Keanu.


"i..iya.. aku akan makan."


Aku sudah memakan beberapa suap popcorn, tapi tiba-tiba bayanganku muncul.


Biasanya kan kalau aku lihat di film-film romantis yang pernah aku tonton, moment seperti ini adalah ketika... [si pemeran laki-laki dan pemeran perempuan sama-sama mengambil popcorn ditempat yang sama, lalu tangannya tidak sengaja saling menyentuh, dan mereka saling menatap. Si pemeran laki-laki mendekatkan wajahnya ke wajah perempuan, dan.........]


Sssshhhht! Aku menggeleng-gelengkan kepala dengan cepat. "tidak-tidak! Kenapa pikiranku kotor sekali?" gumamku pelan.


"apa? Kamu bicara apa barusan?"


"hm?" Aku segera menoleh ke arah Keanu. "gak apa-apa.. film nya sangat bagus.." aku tersenyum kaku.


Ya ampuuunn! Bisa-bisanya aku bertingkah bodoh seperti ini?!


Ini memang pertamakalinya aku berkencan dengan seorang pria, berdua saja. Tapi bukan berarti aku bisa seenaknya mempermalukan diri..


Hauhh!


Setelah dua jam, film pun berakhir. Aku dan Keanu berjalan keluar sambil bergandengan tangan.


"ini masih sore.. Kamu masih mau jalan-jalan?"


Aku membulatkan mata, lalu menepuk jidatku. "ya ampun! Aku lupa ngabarin Mama!" Aku meraih ponsel didalam tas, dan ketika aku lihat, ada 5 missed calls dari Mama. Lalu aku memperlihatkan layar ponselku pada Keanu. "tuh kan,, Mama pasti khawatir."


"ya sudah, sekarang cepat kabari Mama kamu."


Akupun menelepon Mama untuk memberitahu apa yang sedang aku lakukan. Aku kira Mama akan marah, tapi Mama malah mendukungku, dia bilang aku boleh jalan-jalan sepuasnya bersama Keanu sebelum hari pertunangan kita.

__ADS_1


"gimana? Mama marah?" tanya Keanu.


Aku menggeleng. "nggak.. Mama malah nyuruh kita buat jalan-jalan sepuasnya sebelum hari pertunangan kita."


Keanu tersenyum, lalu kembali menggandeng tanganku. "kalau begitu, ayo ikut aku!" dia menuntunku ke parkiran dan menaiki mobil.


"Mas mau bawa aku kemana?"


"nanti kamu juga bakalan tau." kata Keanu sambil menyalakan mesin mobilnya.


Sepanjang jalan, aku menatap ke arah luar melalui kaca jendela mobil. Aku memperhatikan jalan, tetapi aku begitu asing dengan jalan yang kami lewati.


"ini daerah mana sih? Aku sepertinya belum pernah melewati jalan ini?"


"ini jalan menuju tempat rahasia dan pasti kamu suka tempatnya. Jadi, jangan terlalu banyak bertanya, nikmati saja perjalanannya."


Aku semakin memperhatikan situasi jalanannya. Ini terlihat sangat sepi. Hanya ada pohon-pohon yang kami lewati. Mana ini sudah sore!


Sekarang insting keimajinasianku bekerja lagi. Dan aku mulai panik sekarang.


Apa Keanu akan menculikku? Dia akan membawaku ke sebuah gudang ditengah hutan, lalu dia mengikat dan menyiksaku. Setelah itu dia pergi meninggalkanku sendiri dan mencari Mama baru untuk Keisya.


Apa mungkin seperti itu?


Aku menggeleng-geleng kepala dengan cepat. Ya ampun! Kenapa pikiranku jahat sekali pada Keanu. Dia tidak mungkin lah melakukan hal itu. Iya kan?


Ini pasti karena film yang aku tonton waktu itu.


Ish..


Aku membuka mataku. "eh? Aku.. gak apa-apa.."


Keanu masih menatapku dan lalu mengerutkan dahinya.


Apa aku benar-benar terlihat ane sekarang? "kenapa melihatku seperti itu?"


"kamu benar gak apa-apa? Kok kamu kayak panik gitu?"


"mmm.. iya, gak apa-apa kok!" jeda. "sebenernya kamu mau bawa aku kemana?"


Keanu tertawa cukup lepas, sampai-sampai aku sedikit kaget. " kamu takut aku culik? Hahaha.." Dia meneruskan tawanya.


Aku menatap kesal kearahnya, dia yang menyadari itu segera menghentikan tawanya.


"ayo kita turun!"


"memangnya kita sudah sampai?"


Keanu mengangguk lalu berjalan keluar dan membukakan pintu untukku.


Dia meraih tanganku, lalu menuntunku berjalan.


Tempat ini terlihat seperti bukit. Keanu mengajakku berjalan ke atas, dan setelah 5 menit berjalan, akhirnya kami sampai dipuncank bukit.


Aku cukup tercengang melihat pemandangan disekitar. Ini benar-benar sungguh indah. Dibawah bukit ada sebuah danau dan aku melihat ada beberapa perahu kayu disana. Ditambah dengan langit jingga yang menyelimuti seluruh pemandangan ini.


Aku melihat jam. Ah.. Pantas saja warna langit nya sudah se-jingga ini. Sebentar lagi sunset.

__ADS_1


Aku mendudukkan tubuhku diatas rumput hijau yang terlihat sangat terawat. Bagaimana tidak? Aku tidak melihat rumput liar disini, dan potongan rumputnya terlihat rapi.


Aku menarik napas panjang, lalu melepaskannya dengan lembut.


"udaranya sangat segar kan?"


Aku mengangguk. "iya, aku sangat menyukai tempat ini. Tapi ngomong-ngomong, kamu tau darimana tempat seperti ini?"


"sebenarnya keluargaku mempunyai villa di daerah sini. Tuh disebelah sana!" Keanu menunjuk ke arah kanan.


"oh begitu? Pantas saja." Aku masih memandangi matahari yang hampir tenggelam itu.


"kamu mau melihat villa-nya?"


Aku menggeleng. "aku sedang menikmati pemandangan ini, aku sangat menyukai sunset." Aku masih tidak mengalihkan pandanganku.


Tiba-tiba aku merasakan tangan kiri Keanu melingkar dibahuku, dan tangan kanannya mulai bergerak memegang tangan kananku.


"udaranya cukup dingin."


Aku menoleh kearahnya, dan kudapati sepasang bola mata sedang menatapku. Aku tidak bisa menghindari tatapan matanya yang begitu hangat. Dan aku menyadari, Keanu semakin mendekatkan wajahnya. Aku tidak tahu harus bagaimana, karena aku belum pernah seperti ini sebelumnya.


Aku hanya bisa memejamkan mataku untuk mengurangi kegugupan dan degupan jantung yang semakin cepat. Bahkan di dahi dan tanganku sudah mulai muncul keringat dingin.


Aku bisa merasakan deru napasnya yang lembut mengenai wajahku. Itu artinya dia semakin mendekatkan wajahnya.


Tangan kiriku yang menganggur turun ke rumput, dan aku meremas rumput hijau itu.


Apakah ini waktunya aku untuk melepaskan keperawanan bibirku ini?


Benarkah, aku akan mendapat ciuman pertamaku sekarang?


Drrrrrrrrrrrrtttt Drrrrrrrrrrrrrrrtttt


Kami berdua terperanjat, dan dengan gugup mencari asal getaran tersebut. Ah.. ternyata ponsel Keanu.


'.....................'


'iya sayang, Papa sebentar lagi pulang kok.'


'....................'


'memangnya kamu mau dibelikan apa?'


Sepertinya itu telepon dari Keisya yang sedang menunggu kepulangan Papa nya.


Entah kenapa rasa kecewa sedikit terbersit dihatiku.


Ah.. mengganggu saja..


DEAR READER..


BOLEH DONG MINTA LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA..


MENERIMA KRITIK DAN SARAN JUGA YA..


TERIMAKASIH..

__ADS_1


__ADS_2