Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 28. Selamat tinggal kost-an, Selamat tinggal Sop buah


__ADS_3

Saat aku lihat ibu kost datang dari balik pagar, aku langsung menghampirinya dan juga menyalaminya. Aku sangat menghormatinya, karena beliau begitu baik, dan selalu memperlakukanku seperti anaknya sendiri.


"ibu baru pulang darimana?"


"ibu dari supermarket, membeli stock makanan yang semakin menipis." jawabnya sambil tersenyum. "eh, itu.. siapa?" tanya nya ketika melihat Keanu yang sedang duduk di kursi teras.


"saya sebelumnya minta maaf bu, sudah mengajak teman laki-laki saya berkunjung kesini. Tadi dia mengantarku pulang, lalu katanya dia ingin memicarakan hal yang penting, jadi aku ajak saja dia duduk di teras."


"gak apa-apa kalau cuma di teras, ini kan tempat terbuka, tidak akan membuat orang salah paham dan mengira yang tidak-tidak."


"terimakasih bu.."


"sama-sama."


Kami berdua berjalan menuju teras, dan aku memperkenalkan Keanu padanya.


"ini Keanu bu, teman saya."


"wah.. teman kamu tampan sekali." katanya sambil tersenyum, lalu menyodorkan tangan. "ibu adalah ibu kost disini."


Tapi Keanu menatapku dengan tatapan yang tidak suka. Apa ada yang salah dengan ucapanku, atau apa?


"maaf bu, sebenarnya saya calon suaminya Clara, bukan cuma temannya." katanya, sambil menjabat tangan ibu kost dan melirikku dengan dingin.


Ihh.. apa-apaan itu? Dia bahkan belum melamarku secara resmi. Dan alasanku menyebutkan jika Keanu adalah temanku, itu karena akan lebih simple, dan aku sebenarnya menghindari banyak pertanyaan dari ibu kost nantinya. Beliau memang cerewet, tetapi juga sangat menyayangiku, dan mungkin karena alasan itulah aku jadi lebih mudah hidup terpisah dari Mama, karena beliau sudah seperti ibuku sendiri.


"oh.. kenapa Clara nggak bilang sama ibu? Clara mau nikah?"


Aku cuma tersenyum mendengar pertanyaan ibu kost.


"ya udah, kalian lanjutin ngobrolnya ya, ibu masuk dulu."


Aku dan Keanu mengangguk. "iya, silahkan bu..


"hey.. kenapa kamu mengatakan pada ibu kost kalau aku ini hanya temanmu?" katanya, setelah ibu kost berlalu.


Kenapa ekspresi dan cara bicaranya jadi berubah seperti ini? Sekarang dia terlihat seperti anak kecil yang sedang protes karena uang jajan nya dikurangi. Hahaha..Dia terlihat begitu menggemaskan.


Aku tertawa. "kamu ngambek?"

__ADS_1


"ditanya bukannya jawab, malah ngeledek." katanya, dengan wajah yang masih cemberut.


"aduhh Mas.. kamu ini belum melamarku secara resmi. Jadi bagaimana bisa aku memperkenalkanmu sebagai calon suamiku?"


Keanu menggandeng tanganku dan hendak membawaku ke arah pintu pagar. "kamu mau bawa aku kemana Mas?" tanyaku dengan raut yang penasaran dan menghentikan langkah kami.


"kita beli cincin! Aku akan melamarmu sekarang juga!"


Aku kembali tertawa. "apa kamu mau melamarku dengan cara dadakan seperti ini?"


Dia terlihat berpikir, masih dengan ekspresi yang serius. Tetapi entah kenapa, menurutku dia terlihat manis dan lucu dalam keadaan seperti ini.


"ah.. benar juga! Baiklah.." dia melepaskan tanganku. "aku dan Mama akan segera mempersiapkan untuk acara pertunangan kita."


Aku mengulum tawaku.


"Hey! Kenapa kamu terus tertawa seperti itu? Tadi itu aku sedang marah, bukan sedang melawak."


Aku malah semakin ingin tertawa mendengar perkataannya. Jadi marahnya seperti itu? Kenapa itu malah membuat dia semakin imut? Hahaha.


"lihat ekspresimu Mas..! Wajah kamu kayak anak kecil yang gak dikasih uang jajan, tau gak?" aku tertawa lagi. "kalau begitu cara mu marah, aku bakalan sering-sering bikin kamu marah, karena ekspresi mu terlihat lucu Mas..!"


Ini membuatku gugup. Dan aku takut, dia akan benar-benar marah.


"maaf Mas.. aku cuma bercanda." kataku, sambil menunduk.


Tapi dia malah tersenyum sekarang. "aku juga.." dia mengangkat daguku agar bisa menatapnya. "aku tidak bisa marah padamu." suaranya terdengar sangat lembut, dan itu sangat membuatku terpesona.


Aku menatap senyumnya yang begitu manis, dan itu membuatku terhanyut. Aku benar-benar merasakan kebahagiaan, walau hanya dengan cara yang begitu sederhana seperti itu.


Ahh..


Rasanya, aku telah menemukan pelengkap hidupku,, ini sangat menyenangkan.


****


Aku tidak pergi berjualan hari ini. Karena Mama memintaku untuk pulang ke rumah.


Kali ini aku tidak protes, dan memilih segera membereskan barang-barangku dari sini.

__ADS_1


Kemarin malam, setelah Keanu pulang dari kost-an ku, Mama meneleponku dan membicarakan semua yang tadi Mama bahas dengan Tante Riana. Mereka merencanakan untuk segera mempersiapkan acara pertunanganku dengan Keanu.


Aku memang merasa ini terlalu cepat. Tapi para orangtua itu selalu saja berkata bahwa tidak baik jika kami berlama-lama pacaran, dan sebaiknya segera meresmikan hubungan. Toh sekarang diantara aku dan Keanu sudah tidak ada lagi yang menolak perjodohan itu.


Katanya, lebih cepat lebih baik.


Sebenarnya perasaanku sedikit berat meninggalkan kost-an dan juga jualanku. Apalagi, waktu itu aku menyewa tempat jualan untuk satu tahun. Tapi sekarang, belum juga 2 bulan aku menempatinya, aku harus pergi meninggalkannya.


Aku terduduk di tepi ranjang dan menatap sekeliling kost-an ku, ketika menunggu mobil jemputan yang dikirim oleh Mama.


Tadinya aku akan memesan taksi online saja, agar tidak terlalu merepotkan, karena supir yang akan menjemputku itu sedang mengantar Papaku ke kantor. Tapi Mama melarangku, dan memintaku untuk menunggu Pak Daud.


Padahal aku sudah mulai betah tinggal disini, dan aku bahagia pernah merasakan hal ini. Dimana aku bisa bertanggungjawab walau hanya untuk diriku sendiri.


Hatiku memang terasa berat, tapi aku juga tidak bisa egois. Aku tidak bisa memaksakan kehendakku sendiri, karena aku tahu bahwa ini adalah jalan kehidupanku yang terbaik. Orangtuaku hanya menginginkan kebahagiaanku, tidak lebih. Dan aku yang sudah cukup dewasa ini mulai mengerti dengan apa yang harus kuhadapi.


Tok tok tok


Aku terperanjat dan tersadar dari lamunan ketika mendengar ketukan dibalik pintu, dan langsung membukanya.


"eh, Pak Daud.." sapa ku ketika melihat supir keluargaku datang.


"apa sudah siap Non? Mana saja barang-barang yang akan dibawa?"


Aku dan Pak Daun membawa semua barangku kedalam bagasi mobil, dan kami langsung pergi setelah aku berpamitan dengan ibu kost.


Oh, ya! Tadi, ketika aku akan menemui ibu kost untuk pamit, aku juga bertemu dengan Nadia disana. Dia masih memasang ekpresi kesal di wajahnya. Tapi aku tidak perduli. Biarkan saja jika dia memilih untuk memusuhiku seperti ini. Toh aku tidak merasa merebut Keanu darinya.


Dan itu yang Keanu katakan. Aku tidak perlu merasa bersalah, karena memang takdir yang mempertemukan kami, bukan hanya keinginan dari dalam hati kami.


Aku menarik napas panjang, lalu menghembuskannya.


Huhh.. Ini adalah saatnya aku pergi.


Aku kembali mengedarkan pandangan ketika akan menaiki mobil. Sepertinya aku akan selalu merindukan tempat ini..


Selamat tinggal kost-an ku..


HAI SEMUANYA!!

__ADS_1


SEBELUM LANJUT, BOLEH MINTA LIKE NYA DULU KAN? DAN JUGA JANGAN LUPA KOMEN DAN VOTE, BIAR AKU SEMANGAT UP NYA.. MAKASIH..


__ADS_2