Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 24. Kebenaran yang Terungkap


__ADS_3

Selama perjalanan, pikiranku tidak pernah kosong. Hahh.. ini membuat otakku bekerja lebih keras.


Dan tanpa terasa Keanu sudah mematikan mesin motornya yang berarti kami sudah sampai di tempat tujuan, yaitu sekolah Keisya..


Dari parkiran terlihat Keisya sedang mengobrol dengan seorang perempuan yang posisi nya membelakangi kami, tapi sepertinya aku tahu siapa orang itu. Ya! Nadia.


Keisya langsung lari menghampiriku ketika dia melihatku. Dan sepertinya Nadia kaget kenapa Keisya meninggalkan nya yang sedang membicarakan sesuatu. Sehingga Nadia langsung berbalik dan mengarahkan pandangan pada kami dengan ekspresi yang tiba-tiba berubah, dari tersenyum menjadi datar seketika.


Keisya langsung memelukku dan berteriak. "Mamaaa..! Aku kangen banget sama Mama."


Aku tersenyum dan membalas pelukan Keisya. "Mama juga kangen sama Keisya."


Nadia pergi dengan raut wajah yang cemberut. Pasti dia sangat tidak menyukai adegan yang sudah dia lihat tadi.


Aku menatap Keanu dan memberi kode dengan mata ku, menunjukkan ke arah Nadia.


"biarin aja, kamu gak usah merasa bersalah." kata Keanu sambil tersenyum. Dia memang sangat peka dengan apa yang terjadi di sekitarnya, termasuk yang ada didalam hati ku.


"ya udah, kita pulang yuk!" ajakku pada Keisya. "Tapi nanti Mama anterinnya sampai depan rumah Keisya aja ya.."


"yaaah.. kok Mama gitu? Aku mau makan dan tidur siang lagi sama Mama kayak waktu itu..!" Keisya cemberut.


Keanu menatapku. "kenapa?"


"gak apa-apa"


"kamu belum siap ketemu orangtua ku ya?"


Aku menunduk.


"kamu tenang aja, kan ada aku."


Akhirnya kami bertiga naik motor Keanu, dan seperti biasa Keisya duduk di depan, dan aku dibelakang Keanu. Tapi kali ini aku tidak memeluknya, hanya memegang di pinggangnya saja.


Walaupun Keisya masih anak kecil, tapi kan malu kalau kepergok! Ups..!


****


Kami turun dari motor setelah sampai di halaman rumah Keanu yang luas.

__ADS_1


Jantung ku sudah berdetak tak menentu. Aku benar-benar gugup. Dan rasanya aku mau pulang saja sekarang!


Tapi aku tetap memasang topeng santai di wajahku.


Keisya menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumahnya.


Lalu dia berlari kedalam dan berteriak. "Omaa.. Oma dimana? Ini ada Mama aku datang..!"


Aku menatap bingung ke arah Keanu yang juga sedang menatap ku dan dia menaikkan bahu juga alisnya.


Aduh.. aku tidak tahu harus bersikap seperti apa ketika bertemu dengan orangtua Keanu nanti.


Dan tidak lama kemudian, terdengar suara Keisya yang terus berceloteh pada seseorang sambil berjalan mendekati ruang tamu yang aku tempati.


Suara nya semakin terdengar dengan jelas yang berarti jarak mereka sudah semakin dekat.


"iya, Oma juga udah gak sabar mau ketemu Mama kamu." kata seorang wanita yang belum terlihat wajahnya. Aku tebak, itu adalah Oma nya Keisya.


Dan aku sangat kaget ketika melihat orang yang sedang berjalan dan mengobrol dengan Keisya itu tiba di ruang tamu.


Aku terus menatap nya dengan mata yang lebar tanpa berkedip sekali pun.


Tante Riana? Kenapa dia ada disini?


"Clara..! Ternyata ini beneran kamu?"


Aku masih terdiam didalam pelukan tante Riana karena aku masih sangat kaget dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi.


"Mama kenal sama Clara?" tanya Keanu yang membuatku semakin bingung.


Mama? Jadi? Apa.. Tante Riana itu Mama nya Keanu??


"tentu saja dong sayang.. ini kan Clara anaknya temen Mama yang mau dijodohin sama kamu!"


Aku dan Keanu seketika saling menatap dengan tatapan kaget, bingung, dan juga tidak percaya.


"maksud Mama?"


Tante Riana belum sempat menjawab pertanyaan Keanu, tapi tiba-tiba ada yang lebih membuatku terkejut.

__ADS_1


"Mama? Papa? Kalian ngapain disini?" tanyaku, ketika melihat Mama dan Papa ku masuk ke ruang tamu di belakang Tante Riana. Entah dari ruangan mana mereka datang.


"Clara.. Keanu.. Maaf kalau ini membuat kalian terkejut." Tante Riana menghampiriku dan juga Keanu yang sedang berdiri bersebelahan. "jadi gini ceritanya.." Tante Riana mengajak kami semua untuk duduk.


"Keanu, kamu inget gak sekitar 1 bulan yang lalu Mama mau menunjukkan foto perempuan yang akan Mama jodohkan dengan kamu di kamar Keisya?"


Keanu mengangguk, lalu menolehku.


"waktu itu kan kamu gak mau lihat dan langsung pergi keluar, setelah itu Keisya menghampiri Mama dan tanya, foto siapa itu? Terus Mama jawab, itu calon Mama nya Keisya."


Tante Riana menghela napas. "Lalu, sekitar 3 minggu yang lalu waktu Keisya ikut kamu jualan di hari minggu, pulangnya Keisya cerita kalau dia ketemu Mama nya yang ada di foto."


Kami semua sangat serius mendengarkan cerita Tante Riana.


"Mama sangat penasaran dengan apa yang Keisya ceritakan, Mama sempat ragu, Keisya betul ketemu dengan Clara yang ini atau bukan? Nah.. waktu kalian pergi jalan-jalan ke taman hiburan bersama Keisya itu kan kalian ada foto bertiga, Keisya nunjukin ke Mama, katanya itu Mama Clara yang ada di foto yang Mama kasih sama Keisya. Mama belum terlalu yakin karena fotonya tidak terlihat begitu jelas, jadi Mama punya ide untuk Keisya membujuk Clara supaya mau di ajak kesini, karena Mama mau memastikan. Dan benar saja, ini Clara yang Mama maksud."


Aku dan Keanu kembali saling menatap tetapi masih belum berkata apa-apa.


"Clara, apa kamu sudah lama kenal dengan Keanu?" tanya Mama.


"ya.. semenjak aku jualan aja Ma.. Kan toko Keanu di sebelah tempat jualan aku."


Mama mengangguk. "terus, pacar yang kamu maksud itu,, Keanu kan?


Aku mengangguk dengan ragu-ragu.


"apa? pacar? Kalian pacaran? Sejak kapan?" Tante Riana terlihat kaget. Dia melihatku dan juga Keanu secara bergantian.


"iya Ma.." Keanu menundukkan kepalanya. "belum lama kok, baru beberapa hari."


Tante Riana tertawa sambil bertepuk tangan. Dan di ikuti dengan tawa Mama dan Papa.


Tapi aku dan Keanu hanya diam karena bingung harus bersikap seperti apa? Lagipula aku jadi merasa salah tingkah.


"dasar ya anak jama sekarang! Bilangnya gak mau di jodohin,, tapi mereka malah pacaran di belakang kita..!" kata Tante Riana sambil meneruskan tawa nya.


Aku masih diam, tetapi Keanu sepertinya akan berbicara.


"jadi, selama ini yang mau Mama jodohin sama aku itu.. Clara?"

__ADS_1


Tante Riana mengangguk. "Clara.. Tante dan Papanya Keanu, juga Mama Papa kamu sudah merencanakan ini setelah pertama mendengar cerita Keisya.. Dan tadinya kami mau mengajak kita semua bertemu besok jika kamu tidak mau mengantar Keisya pulang, tapi baguslah kalau kamu datang hari ini kesini, berarti kita gak usah repot -repot merencanakan sesuatu lagi buat besok."


Ya Tuhan! Ternyata benar sungguh indah rencana-Mu mempertemukan kami..


__ADS_2