
"aku mengantarmu kemana? Kost-an atau tempat jualan?"
Aku melihat jam di tanganku. "ke kost-an aja, udah hampir jam 3 sore, udah kesorean juga kalo buka lagi."
Keanu mengangguk. "oke."
Kami sampai di kost-an setelah sekitar 10 menit perjalanan. Ya,, tempat tinggal ku cukup dekat dengan rumah Keanu.
Aku segera turun dari motor, lalu membuka helm dan memberikannya pada Keanu.
"makasih ya,, aku langsung masuk..!" aku membalikkan badan hendak menuju gerbang kost-an.
Tapi tiba-tiba tangan Keanu menahanku dengan cara memegang lenganku. "kenapa terburu-buru?"
Aku kembali membalikkan badanku dan menghadap Keanu. "lalu? memangnya ada apa lagi?"
Keanu menatapku dengan tangan nya yang masih memegang lenganku. "seharusnya aku yang berterimakasih, Keisya selalu repotin kamu selama ini. Aku bener-bener gak enak sama kamu."
Aku melepaskan pegangan tangannya. Karena ini membuatku merasa kurang nyaman, dengan detak jantungku yang sangat tidak beraturan.
"gak apa-apa kok. Aku gak keberatan, karena aku benar-benar menyayangi Keisya seperti adikku sendiri."
"adik?"
Aku mengangguk.
"bukan.. anak?"
"aku belum punya anak.."
"kau punya adik?
"tidak"
"kenapa menganggap Keisya sebagai adik kalo kamu gak punya adik? Padahal kamu gak anggap Keisya sebagai anak karena kamu belum punya anak."
"dari dulu aku ingin punya adik, tapi Mama ku gak bisa hamil lagi. Jadi aku suka dengan anak kecil karena disaat teman-temanku punya adik, aku hanya turut pada mereka untuk mengasuhnya."
Keanu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"tapi suatu hari nanti, aku juga ingin punya anak, yang manis kayak Keisya.." aku tersenyum sambil membayangkan wajah Keisya yang cantik dan lucu.
"sekarang kan Keisya udah anggap kamu sebagai Mama nya.."
aku mengangguk. "hm.. iya.."
"mmm.. soal pertanyaanku yang kemarin, bagaimana menurutmu?"
"hm? yang mana?" aku mengangkat kedua alisku.
"bagaimana jika Keisya menginginkan kamu benar-benar menjadi Mama nya?"
Jlebbb.. Kenapa dia mengungkit pertanyaan itu disaat aku belum mempersiapkan diri seperti ini?
"mmm.. itu.. aku belum mengerti maksud dari pertanyaan Mas itu apa?"
__ADS_1
"ya.. maksudku, Keisya udah sayang banget sama kamu. Dia bener-bener udah nganggap kamu sebagai Mama nya. Jadi.." Keanu meraih kedua tanganku. "apa kamu mau kalo kamu aku jadiin Mama nya Keisya secara resmi?"
"hm?"
Apa?
Apa dia sedang melamarku saat ini? Secepat ini? Ish..
"aku tau, ini pasti terlalu cepat untukmu. Aku tidak tau kenapa, aku yakin kalau kamu akan bisa menjadi Mama yang baik untuk Keisya."
Aku masih tidak menjawab.
"dan maaf, jika aku mengatakannya di waktu yang kurang tepat, juga saat ini aku belum memiliki cincin untuk melamarmu, karena aku juga tidak menyangka aku akan mengatakannya secepat ini."
"apa kamu.. apa kamu ingin melamarku hanya karena kamu yakin bahwa aku akan menjadi Mama yang baik buat Keisya? Ini hanya karena Keisya? Begitu?"
"bukan hanya itu. Aku.." Keanu menghela napas. "aku sudah menyukaimu sejak pertama aku melihatmu."
Oh My! Ini bukan mimpi kan? Serius? Demi apa?
Dan jadinya sekarang pikiranku melayang-layang entah kemana. Aku belum bisa meyakini jika ini benar-benar kenyataan.
Aku hanya terus menatap Keanu.
Apa benar laki-laki yang super tampan ini menyukaiku? Bahkan sejak pertama kali melihatku?
Kalau tidak salah, waktu itu kan aku marah-marah padanya dengan keadaan hidungku yang memakai penjepit?
Wah.. aku sungguh tidak menyangkanya sedikit pun.
"tapi Nadia.." aku tidak mengerti kenapa aku malah menyebut nama Nadia.
"Nadia menyukaimu."
"memangnya kenapa jika Nadia menyukaiku?"
"dia itu temanku, dan juga tetangga di kost-an ku. Jadi aku akan merasa gak enak banget sama dia."
"tapi kan Keisya dan aku tidak menyukainya."
"maksudmu.. kamu membencinya?"
"tidak.. tapi aku hanya menganggap dia sebagai guru nya Keisya, dan pasti Keisya juga hanya menganggap seperti itu."
Aku tidak merespon perkataan Keanu, karena pikiranku benar-benar hilang kendali. Entah pergi melayang kemana? aku tidak bisa fokus sedikit pun.
"lalu bagaimana dengan mu?"
"hm" aku kembali menoleh pada Keanu.
"bagaimana pendapatmu tentang aku? Apa kamu juga menyukaiku atau tidak?"
"Mas Keanu.. Nadia pasti gak suka kita bicara kayak gini.. dia akan membenciku.."
"aku hanya ingin mendengar pendapatmu tentangku, bukan tentang Nadia.." nada bicara Keanu masih terlihat tenang.
__ADS_1
"tapi aku perduli, dia itu temanku Mas.." mataku sedikit berkaca-kaca. Entah itu karena aku tidak bisa menjelaskan yang ada di hatiku pada Keanu atau aku seolah merelakan Keanu untuk Nadia.
Keanu tertegun, lalu berkata, " baik, sepertinya aku mengerti. Sebaiknya kamu to the point saja, bilang kalau kamu tidak menyukaiku dan tidak mau menjadi Mama nya Keisya. Bukan membawa-bawa nama orang lain ditengah pembicaraan kita."
"bukan gitu maksudku Mas.."
"aku pulang ya..!" Keanu tersenyum, dan berlalu pergi.
Ya Tuhan! Kenapa rasanya bisa sesakit ini? Bahkan tanpa terasa, sekarang air mataku sudah mengalir begitu deras di pipiku.
Aku terduduk dibawah pagar, menundukkan kepala di kedua lututku, dengan tangan di silang di depan.
Aku terus menangis, tanpa menghiraukan orang-orang yang lewat dan mengomentari apa yang sedang aku lakukan saat ini.
Aku tidak bermaksud berkata begitu pada Keanu. Tapi aku ingin dia tahu posisi ku bagaimana sekarang. Dan aku mengerti jika dia marah padaku. Karena aku juga merasa kesal dengan apa yang aku bicarakan padanya.
Huhh..
"Clara? Lo lagi ngapain?"
Kepalaku mendungak ke atas, ingin melihat orang yang menyapaku. "Ririn? Lo udah pulang??" Aku langsung berdiri dan memeluk Ririn, dengan keadaan pipiku yang masih sedikit basah dan mata yang sembab.
"iya, ini gue baru dari bandara. Gue belum ke rumah, kan kost-an lo kelewatin kalo dari bandara." Ririn melepas pelukan kami. "Lo kenapa nangis gini?"
Akhirnya aku membawa Ririn masuk ke kost-an dan menceritakan semua yang terjadi.
Aku tahu, dia pasti capek baru pulang dari luar kota. Tapi aku sungguh tidak tahan untuk mencurahkan semua nya pada Ririn.
"lo jujur sama gue! Sebenernya lo punya perasaan kan sama dia?"
aku menghela napas. "kayaknya iya deh, gue mulai suka sama Keanu."
"siapa?"
"apa?"
"itu.. nama si Mas duren lo,, siapa namanya?"
"Keanu."
"kalo anaknya?"
"Keisya."
"Keanu dan Keisya?? Lo punya fotonya gak?"
"lo kenapa sekaget itu sih? Emangnya ada apa?" tanyaku sambil menyodorkan ponsel untuk memperlihatkan foto Keanu dan Keisya yang diambil waktu jalan-jalan ke taman bermain kemarin.
Ririn terlihat kaget, lalu dia menggeleng-gelengkan kepala. "ckckckck.. ternyata rencana Tuhan bener-bener indah Clar.."
"maksud lo?"
"maksud gue, pilihan lo tepat! Lo mencintai orang yang tepat!"
"maksud lo apa sih? gue nggak ngerti?!"
__ADS_1
"nanti lo juga bakalan ngerti. Sorry, gue belum bisa kasih tau alasannya sekarang. Gue capek, mau pulang, ya?"
Aku mengantar Ririn ke depan setelah dia memberiku oleh-oleh. Dan aku masih berpikir kenapa Ririn bisa berbicara seperti itu.