
Aldo yang dari tadi berada tepat didepanku ini hanya terus tertunduk, dan sepertinya dia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.
Dia sempat akan menghiburku, saat tadi aku mulai menangis.
Tapi aku tolak dengan bahasa tubuhku. Karena rasanya bibirku keluh, tidak mau satu katapun keluar lagi dari mulutku.
Aku terus menatap tajam ke arah pria itu, yang sesekali aku lihat dia melirikku dengan ekspresi malu bercampur takut.
"kenapa lama sekali?" akhirnya kata itu yang muncul dari bibirku.
"sebentar.. aku akan menelpon temanku lagi.." katanya, dengan nada yang gugup.
Aku melihat Kak Aldo meraih ponsel nya, lalu berbicara di telepon.
"katanya, 5 menitan lagi sampai." dia menatapku. " Clar.. biarakan aku pergi sekarang.. Pleeeeaaase!!"
Wah.. benar-benar menyebalkan orang ini!
Bisa-bisanya dia mau melarikan diri setelah semua yang dia lakukan.
"diem disini! jangan jadi pengecut!"
Tiba-tiba ada sebuah mobil minibus warna hitam yang berhenti di depan kiosku.
Lalu aku melihat Keanu turun dari mobil itu dengan langkah yang lesu, dan ada 2 luka lebam yang sedikit berdarah diwajahnya. Tepatnya disudut kiri bibirnya, dan di pelipis mata sebelah kanan.
Aku menghampirinya yang sedang membuka kunci rolling door, dengan kotak obat dan es batu di tanganku.
Aku hanya berdiri disampingnya tanpa bicara apapun, sampai akhirnya dia menolehku.
"kamu ngapain disini?"
"i..itu.." aku menunjuk luka yang ada di wajah Keanu. "aku mau mengobati lukamu.."
"udah, gak usah.. aku gapapa kok."
"gak apa-apa gimana? Tuh lihat, orang lebam gitu juga! Berdarah, lagi!"
Aku menyeret 2 kursi plastik yang ada didalam toko durian Keanu.
"udah jangan protes!" perintahku sambil duduk di kursi itu. "sini.." aku menepuk-nepuk kursi kosong disebelahku.
Akhirnya dia menurut..
Dan aku mulai mengobati lukanya.
"kamu kok malah kesini?" tanyanya, yang sesekali meringis kesakitan.
"emangnya kenapa? kan aku lagi obatin luka kamu!" jawabku, sambil terus mengobatinya.
"itu kan ada pacar kamu. Gimana kalo dia cemburu? Tuh lihat,, dia terus melirik kesini.."
"jangan sok tau ya! Dia bukan pacar aku.."
"oh ya? Tapi dia kesini tiap hari kan? emangnya dia mau ngapain?"
"gak tau! Udah aku larang, tapi dia tetep nyamperin aku. Nyebelin. Ganggu banget tau!"
Oh ya.. aku baru sadar.. Kok sekarang aku ngobrol sama Keanu pakek 'aku-kamu' ya?
Tapi gapapa deh.. Kasian juga Keanu kalo terus aku jutekkin.
__ADS_1
"kamu gak mau lapor polisi?" tanyaku, setelah Keanu menceritakan soal penculikannya.
"gak perlu!"
"kenapa?"
"aku gak suka memperpanjang masalah."
"tapi kan ini udah kriminal banget! Toko kamu udah 2 kali dirugikan, belum lagi nyawa kamu hampir terancam.."
"udah.. gapapa! Dan aku juga gak mau nyelidikin siapa pelakunya. Lagipula, di dunia ini masih berlaku hukum karma kan? Pasti Tuhan akan membalas dan menghukum perbuatannya dengan cara Tuhan sendiri."
Aku belum memberitahu Keanu bahwa pelakunya adalah Aldo. Kalo Keanu sampai tahu, dia pasti akan ngelolosin Aldo gitu aja!
Lebih baik aku akan memproses kasusnya tanpa sepengetahuan Keanu, melalui Om ku yang seorang polisi.
Iya.. benar kan?
"kamu itu jangan terlalu baik jadi orang..!"
Dia tersenyum. "jangan memujiku.. Aku tidak sebaik itu.."
"terus namanya apa? Ah, aku tau! Berarti kamu orangnya sangat bodoh!"
Dia hanya membalas perkataanku dengan senyuman..
Ahh.. Senyumnya sangat menawan.. Aku baru melihatnya tersenyun dengan setulus ini..
Apalagi dengan rambutnya yang tertimpa hembusan angin..
Wahh.. Makhluk Tuhan yang sangat tampan..!
"aku tau aku tampan! Tapi kamu tidak perlu menatapku terpesona seperti itu.. Jangan lupa berkedip!" bisiknya tepat ditelingaku.
Aduhh.. Pakek acara kepergok segala, lagi!
Malu tau..!!!
Aku langsung beranjak pergi setelah membereskan kotak obatku, tanpa menanggapi perkataan Keanu tadi.
"Keanu mungkin masih bisa memaafkan kamu! Tapi hukum tetaplah hukum! Orang yang bersalah tetap harus dihukum!Aku akan memproses kasus kamu, dan aku minta, kamu jangan lari! Jangan jadi pengecut!!"
"Clar.. aku mohon.. kamu jangan laporin aku ke polisi, ya?!"
"Cepat pergi dari sini! Aku sudah sangat muak melihat wajah kamu!"
"o..oke.. aku akan pergi.. tapi please ya Clar.. jangan laporin aku ke polisi.."
Aku tidak menjawab permohonannya. Aku terlalu mual bahkan hanya untuk melihat wajahnya sekalipun.
"pergi!!"
Dia akhirnya pergi dengan wajah yang tetap tertinduk.
Aku tidak sadar, ternyata didepan toko Keanu sudah ada mobil pick up yang mengangkut duren-durennya.
Dan sekarang dia sedang memindahkan duren-duren itu kedalam toko nya.
Setelah selesai, aku mulai melihat ada orang yang mendatangi Keanu satu-persatu.
Ya! Mereka adalah orang-orang yang tadi bergerombol meminta ganti rugi pada Keanu.
__ADS_1
Pria itu terlihat tenang, dengan senyuman yang tetap tersungging dibibirnya.
Dia benar-benar murah hati sepertinya. Bahkan dia membagi-bagikan duriannya kepada orang-orang itu tanpa protes.
Aku hanya memperhatikannya dari sini.. Pandanganku tentang dia yang terlihat menyebalkan pada awalnya, kini berubah.. Dihatiku sekarang malah muncul pujian-pujian tentang pria itu.
Dia benar-benar pria yang sangat baik hati, bertanggung jawab, dan sangat perduli dengan orang-orang yang membutuhkannya.
Apa sekarang aku terlihat seperti menjilat ludahku sendiri?
Beberapa hari yang lalu aku baru saja mengatakan untuk tidak menyukai pria itu karena Nadia menyukainya.
Tapi sekarang, aku tidak bisa berhenti menatapnya dengan kekaguman yang memenuhi pandanganku.
Drrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrtt
Aku dikagetkan dengan getaran ponselku.
Dan melihat nama Ririn muncul di layar ponsel.
'halo..' ucapku, dengan nada yang tidak bersemangat.
'halo Clar.. kok lo gak bales-bales chat gue sih?'
'gue sibuk Rin..' suaraku masih terdengar malas.
'lo marah sama gue gara-gara semalem gue nggak temenin lo ya?'
aku diam..
'jangan ngambek dong.. ntar cantiknya ilang..!" goda Ririn.
'kalo pun ngambek, gue tetep cantik kali..!"
'hahahaha.. pede lo itu emang tingkat dunia! hahaha.." kata Ririn sambil meneruskan tawanya.
Dan aku pun mulai terpancing untuk tersenyum.. tapi masih diam.
'Clar.. kak Aldo masih suka dateng kesitu gak?'
'sampai tadi sih, masih.. tapi kayaknya mulai besok nggak deh!"
'lho.. kenapa? Mmm.. pasti dia suka kan sama lo? Terus dia nembak lo, dan lo tolak..! Bener kan?'
'sejak kapan lo jadi peramal?'
'hahaha.. pasti tebakan gue bener kann?'
Aku bilang atau tidak ya sama Ririn tentang masalah kak Aldo?
Tapi Ririn emang harus tau kalau kak Aldo itu gak sebaik yang dia pikirkan. Jangan sampai sahabatku salah untuk menyukai seseorang..
'Rin, sebenernya gue mau ngomong sesuatu sama lo.. dari kemarin-kemarin.. tapi lo nya sibuk mulu!'
'yaudah ngomong aja! Apaan?'
'ini gak bisa gue bicarain di telepon, masalahnya terlalu panjang dan rumit buat di ceritain di telepon.'
'kayaknya serius banget?! Yaudah nanti pulang gue kerja kita ketemuan di kafe biasa, oke?'
'oke deh..'
__ADS_1