Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 16. Keluarga Harmonis


__ADS_3

Aku melihat ada sekitar 5 orang berada didepan tempat jualanku. Tetapi mereka berbalik arah, mungkin mengira aku tidak akan berjualan hari ini.


"Mbak, mau beli sop buah ya?" tanyaku, pada salah seoarang itu.


"iya Mbak, kirain hari ini gak jualan.." jawabnya.


"aku jualan kok. Tunggu sebentar ya..!" kataku sambil menuju arah rolling door dan membukanya.


Aku cuma butuh beberapa menit untuk menyiapkan jualan ku, karena semuanya sudah tersedia disini. Aku menyimpan stock buah-buahan yang cukup banyak, begitupun dengan bahan-bahan yang lainnya.


"mau berapa bungkus Mbak?"


"aku mau makan disini 1, dan dibungkus 3 ya Mbak.."


Mereka bergiliran memesan sop buah.


Ketika aku sedang melayani pembeli, tiba-tiba aku mendengar suara yang memanggil.


Tetapi panggilan itu terasa berbeda, itu bukan hanya menyebutkan namaku.


"Mama Clara..?"


Ah.. ternyata itu Keisya..


"eh, Keisya.. ikut papa jualan ya?"


"iya, abisnya aku mau ketemu Mama dan di rumah aku kesepian soalnya gak ada siapa-siapa, kirain Mama gak bakalan dateng.."


"Mama tadi ada urusan dulu, emangnya Nenek sama Kakek Keisya kemana?"


"mereka lagi pergi ke luar kota.."


"ooh, gitu.. yaudah tunggu sebentar ya, Mama melayani pembeli dulu."


"iya Ma.." Keisya duduk di kursi kayu yang berada di kiosku.


Aku melanjutkan membuat sop buah pesanan pembeli.


"Keisya, Papa kira kamu kemana..!" Keanu menghampiri Keisya. "kamu jangan kemana-mana kalo Papa lagi ada yang beli, oke? Gimana kalo ada penculik?"


"tapi aku mau ketemu sama Mama, jadi pas aku liat Mama udah dateng, aku langsung kesini.."


"iya, tapi lain kali harus bilang dulu sama papa ya?"


"iya pah.."


Aku yang sudah selesai melayani pembeli, langsung menghampiri Keisya dan Keanu.


"lagi pada ngobrol apa sih?" aku penasaran.


"ini Ma, papa marahin aku.." rengek Keisya sambil memelukku.


Aku saling menatap dengan Keanu. Lalu Keanu kembali berbicara pada Keisya. "sayang, mana ada Papa marahin kamu.. Papa kan cuma ngingetin aja, tadi Papa khawatir sama kamu."


Keisya masih cemberut.


"udah, udah.. Mending Keisya ikut Mama masuk yuk, kita main.." Aku berusaha mencairkan suasana.

__ADS_1


"main apa Ma?"


Akhirnya aku berhasil membujuk Keisya. Aku tidak tahu, jika bermain dengan anak kecil itu bisa menyenangkan seperti ini.


Dan aku melihat Keanu yang sedang duduk diluar itu tersenyum melihat keakraban kami.


"aku balik ke toko dulu ya.." kata Keanu dengan nada yang setengah berteriak, karena jarak kami lumayan jauh..


Aku mengangguk dan tersenyum.


"tapi Keisya..?"


"gak apa-apa, biarin dia main disini aja, sambil temenin aku."


Keanu tersenyum. "makasih ya Clar.."


Kami banyak melakukan permainan, dan Keisya sangat bersemangat. Meskipun sesekali harus terganggu karena aku yang melayani pembeli.


Kami bermain cukup lama, hingga tiba waktunya makan siang. Keanu mengajakku makan bersama di kafe yang dekat dengan toko kami.


Aku merasa kita bertiga sudah seperti keluarga, apalagi dengan Keisya yang selalu memanggilku dengan sebutan 'Mama'. Setiap orang yang menyapa kami, mereka benar-benar


mengira jika kami adalah satu keluarga yang sangat harmonis.


Kadang aku menjadi salah tingkah saat mendengar perkataan orang-orang itu. Dan aku memperhatikan Keanu juga sepertinya sama denganku.


Kami tidak mengelak ketika orang-orang menanyakan apa Keisya itu anak kami? hanya tersenyum saja menanggapinya. Dan aku juga memang sudah menganggap Keisya seperti anakku sendiri.


Aku tidak tahu, kenapa aku bisa terjebak dalam situasi ini? Benar kan? Seharusnya aku merasakan itu.


Keanu yang dulu aku lihat mempunyai sifat yang dingin itu, ternyata dia orang yang begitu hangat ketika kita sudah dekat dengannya.


Ya! Dia hanya bersikap hangat dengan orang-orang yang benar-benar dekat dengannya saja. Sekarang, apa aku termasuk?


Akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke toko setelah menghabiskan makan siang.


Kami berjalan kaki karena posisi nya memang dekat dengan toko.


Keisya menggandeng tangan kananku dengan tangan kirinya, sementara tangan kanan Keisya menggandeng tangan kiri Keanu.


Benar-benar terlihat seperti keluarga harmonis kan??


"Ma, besok aku libur sekolah." kata Keisya setelah sampai di toko durian Keanu. "gimana kalau kita jalan-jalan?"


"oh, ya? besok Keisya libur? Emangny Keisya, mau jalan-jalan kemana?" tanyaku, sambil berjongkok untuk mensejajarkan wajah kami.


"aku mau jalan-jalan kemana aja, asalkan sama Mama dan Papa!"


Aku dan Keanu saling menatap. Aku bingung harus bereaksi seperti apa?


"huaaammm.."


"Keisya ngantuk?"


Keisya menjawab dengan anggukkan.


"yaudah, kalo gitu, Keisya tidur sama Mama yuk! Biar Mama gendong kamu.."

__ADS_1


"iya Ma, Keisya mau.."


Lagi-lagi, Keisya sekarang tidur dipangkuan ku.


Dan aku lihat Keanu menuju ke arah ku.


"Clar.. maaf ya, aku dan Keisya terus ngerepotin kamu.." kata Keanu sambil duduk disampingku.


"ya ampun Mas.. gapapa lagi! Aku juga seneng kok bisa sedeket ini sama Keisya.."


"tapi aku jadi gak enak sama kamu.. Apalagi dengan ajakan Keisya tadi. Tapi aku juga bingung, gimana caranya aku jelasin ke Keisya kalau kamu itu bukan Mama nya."


"aku tau itu sulit, jadi jangan dipaksakan, ya?! Aku takut nanti Keisya malah jadi sedih kalo Mas bilang tentang aku yang bukan Mama nya.."jawabku, lalu aku menatap Keanu. "dan aku juga gak keberatan kalo Keisya mau jalan-jalan sama aku.."


"bener?" tanya Keanu yang aku jawab dengan anggukkan. "makasih ya, dia pasti seneng banget."


Dan aku juga! Aku seneng besok mau jalan-jalan! Karena memang sudah cukup lama aku tidak berjalan-jalan untuk sekedar refreshing.


Agar otakku tidak terlalu stress memikirkan perjodohanku dengan anaknya tante Riana, sepertinya jalan-jalan merupakan cara yang terbaik untuk mengurangi kejenuhanku.


Sambil menyelam minum air kan?? Aku dapat refreshing untuk menjernihkan otakku, dan aku juga bisa sekalian membahagiakan Keisya.


****


Drrrrrrrrrrrrttt Drrrrrrrrrrrrrrrrttt


'Hallo Clar..!'


'kemana aja lo? sombong banget baru ngehubungin gue!'


'sorry.. tadi gue seharian survey lapangan ke beberapa proyek. Huhh.. gue cape banget!'


'cie.. udah jadi orang sibuk nih ceritanya? Untung aja gue gak ikut, kalo gue ikut pasti lo tinggal-tinggal terus buat ngurusin kerjaan kan?'


'yeee.. ini tuh saran dari Pak Arman.. Katanya kalau gue mau punya sisa waktu buat liburan dulu, kerjaannya harus cepat selesai..'


'eh, gue lupa nanya sesuatu sama lo!'


'apaan?'


'lo pergi kesana sama siapa aja sih?'


'ya sama Pak Arman lah..'


'berdua?'


'gila lo! emangnya gue cewek apaan mau diajak pergi berdua sama Om-Om? Walaupun dia bos gue, gue gak bakalan mau lah!'


'terus?'


'gue itu perginya sama Pak Arman, Pak Deni (asisten Pak Arman), Sintya (bagian humas lapangan), Ibu Riana juga ikut.'


'anaknya?'


'gak ikut.. apa sih nanya-nanya? katanya gak mau, tapi nanyain?'


'kan gue cuma tanya doang..'

__ADS_1


__ADS_2