Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 18. aku menjemput Keisya


__ADS_3

Aku terus memikirkan perkataan Keanu tadi saat di mobil.


Apa maksudnya dia berkata seperti itu?


Aku hanya tidak ingin salah paham.


Apa salah jika aku berpikir, Keanu sedang berusaha mengutarakan perasaannya padaku?


Aku pasti akan malu sekali jika Keanu benar-benar hanya bercanda.


Aish..


Ini sungguh membuatku semakin gila. Perkataan itu terlalu ambigu untukku, dan aku orangnya tidak sepeka itu.


Tapi aku harus menjauhkan ingatan tentang itu di pikiranku. Pasti akan lebih baik jika aku menganggap Keanu benar-benar hanya bercanda tadi.


Dan besok jika bertemu, aku tidak akan merasa gugup dan bersikap biasa saja jika aku menganggap seperti itu.


Ingat Clara..! Anggap saja perbincangan 'mini' itu tidak pernah ada.


****


Aku merasa bertingkah lebih ceria saat ini. Entah apa yang membuatku seperti itu. Bahkan aku tidak pernah merasa se-bersemangat ini melayani para pembeliku.


Lebih bagusnya lagi, pikiranku tentang perkataan Keanu semalam itu tidak membebani otakku lagi. Dan aku yakin, aku akan bisa mengendalikan diri dan hatiku ketika bertemu dengan Keanu nanti.


"Hai.."


Deg!


Sungguh tidak terduga. Tadi aku benar-benar sudah melakukannya dengan baik. Tapi apa yang terjadi sekarang? Baru mendengar sapaannya saja, bahkan aku belum menengok orangnya, karena posisi ku sekarang sedang membelakanginya. Jantungku sudah berirama tidak karuan.


Deg.Deg.Deg. Akhirnya aku berbalik dan memasang topeng santai di wajahku yang sebenarnya bertolak belakang dengan kegugupanku sekarang.


"Hai.. Baru dateng?"


"iya, aku nganterin Keisya sekolah dulu. Kebetulan tadi dia dapat kelas siang, jadi jam 10 baru masuk."


"oh.. gitu.." aku mengangguk dan tersenyum.


Drrrrrrrrrrrrrtttt Drrrrrrrrrrrrrrrttt


"Mas, aku permisi dulu ya, mau angkat telepon."


"oke." Keanu mengangguk.


Aku pun masuk kedalam toko dan mengangkat telepon.


'Hallo Rin?'


'Kok lama banget sih angkat teleponnya?'


'iya, tadi gue lagi di depan, terlalu berisik kalo buat angkat telepon disitu.'


'oh.. oke.. Eh Clar, lo mau dibawain oleh-oleh apa? Nanti siang rencananya gue sama yang lain mau belanja buat oleh-oleh..'


'mmm,, gue mau yang special pokoknya!'


'apaan yang special?'


'ya.. apa kek.. yang bakal bikin gue seneng.'


'kalo itu sih gak usah jauh-jauh bawa dari sini..'

__ADS_1


'maksud lo?'


'kan yang bikin lo seneng udah ada di situ, jadi gak perlu gue bawain dari sini..'


'apa tuh?'


'ya si Mas duren laaah.. apaan lagi??'


'ihh.. ngaco!'


Sebenernya.. iya juga sih! hehe. Tapi aku gak akan ngaku didepan Ririn. Enak saja, dia pasti akan meledekku habis-habisan.


Akhirnya pembicaraan kami pun berakhir, karena ada beberapa pembeli yang datang didepan.


****


Baru pukul 1 siang kok Keanu sudah menutup toko nya ya?


Aku hanya memperhatikan dibalik etalase sop buahku.


"aku duluan ya!" Keanu mengagetkanku dari lamunan.


"eh? iya Mas.. Tapi kok masih siang udah tutup?"


"aku mau jemput Keisya pulang sekolah dulu, soalnya nenek nya Keisya lagi pergi, jadi gak bisa jemput Keisya."


"oh gitu.. yaudah, hati-hati! Dan, salam buat Keisya."


"oke, nanti aku sampaikan." Keanu berlalu menuju motor sport kesayanganya itu, dan dia pergi.


Ah.. Sepertinya aku akan pergi makan siang dulu setelah melayani 3 pembeli yang sudah menunggu ini.


Aku sedang berjalan menuju warung nasi didekat situ.


Aku terkaget sampai hampir menjatuhkan ponselku ketika aku melihat nama Keanu dilayar ponsel.


Hhh.. ada apa dia meneleponku? Membuat jantungku hampir copot saja.


'hallo Clar..'


'hallo Mas, ada apa?'


'kamu lagi sibuk nggak?'


'nggak, ini aku lagi jalan menuju warung nasi, mau makan siang. Emangnya kenapa Mas?'


'ah.. gak apa-apa, kamu makan siang aja dulu, ya, kita biacara lagi nanti.' Keanu memutuskan sambungan telepon.


ada apa ya? Jangan-jangan ada sesuatu yang penting.


Aku memutuskan untuk meneleponnya balik.


'halo Mas? Ada apa sih? Bilang aja..!'


'gak apa-apa, kamu makan siang aja dulu, kamu pasti capek dan lapar kan?'


'kamu bilang dulu, ada apa? Kalo kamu gak bilang, aku juga gak mau makan!'


'kok gitu?'


'ya makanya bilang..'


' tapi aku bener-bener gak enak sama kamu..'

__ADS_1


'kenapa? ada apa sih?'


'Mmmm.. Keisya.. Dia,, mau pulang kalo kamu yang jemput..'


'ya ampun Mas.. kenapa gak bilang dari tadi? Kasian kan Keisya jadi nungguin lama..'


'soalnya aku bingung cara ngomongnya ke kamu, aku bener-bener gak enak sama kamu..'


'udah deh Mas.. Aku gak apa-apa kok, sekarang kamu kirimin alamat sekolah Keisya..'


'yaudah, aku shareloc..! Makasih ya Clar..'


Setelah menerima alamat dari Keanu aku langsung berangkat menuju sekolah Keisya dengan menggunakan angkot.


Dan disana terlihat Keisya yang sepertinya terus merengek, dan Keanu yang berusaha membujuknya. Aku juga melihat ada Nadia, yang sedang ikut membujuk Keisya.


"Keisya..!"


Keisya langsung menoleh. "Mama..!" Lalu dia berlari dan memelukku. Dia diikuti oleh Keanu dan Nadia.


"Mama?" kata Nadia terlihat heran.


"iya bu guru.. kenalin ini Mama nya Keisya, namanya Mama Clara..!" jelas Keisya.


"tapi kan, bukannya-"


"Nad, nanti aku jelasin sama kamu, sekarang kami pulang dulu ya!" kataku pada Nadia.


Nadia masih terlihat kebingungan. Tetapi sekarang ekspresinya seperti bercampur dengan wajah kesal terhadapku.


"mari bu, kami pulang dulu." Kata Keanu.


Akhirnya kami bertiga pulang dengan menaiki motor Keanu, dengam posisi Keisya didepan, dan aku di belakang.


"Keisya,, sekarang kita anterin Mama Clara dulu ke tempat jualannya ya? Baru habis itu kita pulang."


"gak mau ah, Keisya mau ikut Mama jualan aja.."


"tapi kan kamu harus tidur siang, kalo kamu tidur di pangkuan Mama Clara lagi gimana? Kasian Mama Clara nya, kan gendong kamu berat."


"tapi aku masih kangen sama Mama, aku masih mau sama Mama.."


Keanu menolehku ke belakang sambil menghentikan motornya. "gimana Clar? Kamu mau gak kalo ikut nganterin Keisya dulu ke rumah?"


"Mmmm.. ya udah gak apa-apa. Kasian juga Keisya kalo ikut aku jualan."


"asyiiiiiiikkk.. Aku pulangnya sama Mama..!"


Aduh! kenapa anak itu terlihat sangat bahagia? Seandainya dia tau yang aku rasakan saat ini...


Aku benar-benar merasa gugup. Karena baru pertama kalinya aku akan berkunjung ke rumah seorang pria.


Bagaimana jika aku bertemu dengan orangtua Keanu? Lalu, bagaimana jika Keisya memperkenalkanku pada Kakek-Neneknya itu sebagai 'Mama'?


Kira-kira akan seperti apa reaksi orangtua Keanu saat mereka melihatku secara langsung?


Bagaimana jika mereka tidak menyukaiku?


Aish..


Apa yang sebenarnya sedang aku pikirkan?


Ini hanya untuk mengantar Keisya pulang, tidak lebih. Bahkan mungkin aku tidak akan masuk ke rumahnya, sampai di depan gerbang saja aku antarkan Keisya.

__ADS_1


Benar. Seperti itu saja..


__ADS_2