Dari Duren Turun Ke Hati

Dari Duren Turun Ke Hati
Bab 5. Mandiri.. Tidak semudah itu..


__ADS_3

Braakkk


"Apa Clar? Lo mau nge-kost? Rumah lo itu udah gede dan nyaman banget. Masa lo mau nge-kost sih?" kata Ririn sambil menggebrak meja kafe.


Aku terperanjat kaget, "gak usah sambil gebrak meja juga kali.."


"ya abis gue kaget banget! Lagian, emangny lo mau usaha apaan, heh?"


"gue sih bilang sama bo-nyok kalo gue mau jualan sop buah?"


"Hahahhaha." Ririn tertawa sangat lepas, tanpa menyadari orang-orang di kafe yang menengok ke arahnya. "Lo yakin? Sop buah? Kok lo kepikiran itu sih? Lo itu anak orang kaya sis, mau jualan sop buah? Hahahah.." Ririn melanjutkan tawanya.


Aku menepuk lengan Ririn. "Heh, gue itu lagi curhat, bukan lagi ngelawak! Jadi lo gak usah ketawa kayak gitu. Lagipula apa salahnya sih jualan sop buah?"


"Ya sebenernya sih gak salah, tapi kenapa lo milih sop buah?"


"ya soalnya cuma itu yang gue bisa. Gue kan suka ngebantuin mama kalo bikin sop buah buat buka pas lagi bulan puasa." Ucapku santai.


Ririn geleng-geleng, "terserah lo deh, yang penting lo bahagia, oke?" Ririn memiringkan kepalanya. "gue duluan ya, 5 menit lagi jam istirahat gue abis." katanya, sambil meraih tas dan bergegas pergi.


Huhh.. dia malah pergi.


Terus aku cari kost-an sama siapa dong?


Sendiri?


Oke, gapapa. Aku bisa kok sendiri, kan aku mau mandiri..


Atau.. tidak bisa?


Mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali.


Ayo Clara semangat! kamu pasti bisa!!


****


Sudah hampir 3 jam aku mencari kost-an, tapi belum menemukan yang cocok. Sampai akhirnya aku mendapati sederetan rumah yang berjajar dengan bentuk dan ukuran yang sama. Dan di depan pagar terdapat tulisan 'TERIMA KOST KHUSUS PEREMPUAN'. Aku tersenyum lega, dan ketika itu ada seorang wanita paruh baya menghampiriku, aku tebak, itu adalah ibu kost nya.


"Selamat sore neng, apa neng sedang mencari kost?"


"oh.. iya bu.. saya sedang mencari kost-an.."Aku celingak-celinguk memperhatikan deretan rumah kost itu. "apa masih ada yang kosong?"


"wah kebetulan sekali, disini masih tersisa satu kamar yang kosong, karena baru kemarin yang tadinya nempatin kamar itu pindah."


Setelah melihat-lihat kedalam, dan dengan harga yang tidak terlalu mahal untuk ukuran kamar kost dengan kamar mandi didalam dan sudah ada tempat tidur dan satu sofa panjang, aku cukup yakin, ini tempat kost yang bisa membuatku nyaman.


Ini terlihat seperti sebuah kamar yang masih dihuni orang, maksudku.. peralatan rumah disini cukup lengkap. Meskipun tidak ada televisi, tapi aku melihat ada sebuah megic-com disana dan kompor juga beberapa peralatan masak.


"ini semua perabot yang ada disini bisa neng pakai, soalnya penghuni yang pindah kemarin sudah memberikannya sama ibu, katanya dia tidak mau repot untuk memindahkan perabotannya."


"wah.. terimakasih bu, jadi aku nggak perlu beli banyak perabotan."


"iya sama-sama neng Clara, semoga neng bisa betah ya tinggal disini."


"Amiiin.. sekali lagi tetimakasih ya bu." kami berjabat tangan, lalu ibu kost itu pergi.

__ADS_1


Aku langsung membaringkan tubuhku.. Kasur nya cukup nyaman. Dan aku pasti betah disini.


Besok aku berencana untuk mencari toko yang disewakan untukku berjualan. Jadi malam ini aku beristirahat lebih awal untuk mempersiapkan tenaga ku besok.


****


Trinnnngggg Triinnngggg


Aku mematikan jam wakkerku sambil mengucek mata. Ah.. ini sudah pukul 5 pagi. Dan hari ini aku bangun dengan segar, mungkin karena istirahatku yang cukup.


Ini bagus, untuk ukuran tinggal dirumah baru.


Drrrrrtt Drrrrrtt


'Clar.. gimana? kost-an lo nyaman gak?'


'ya.. lumayan'


'terus hari ini lo mau ngapain?'


'gue mau cari tempat buat gue jualan."


'oh gitu,, yaudah semoga secepatnya lo dapet ya,, biar lo cepet-cepet bisa jualan.'


'oke, makasih Rin..'


****


Aku melihat jam tangan, dan sudah menunjukan pukul 13.16.


Alhamdulillah aku sudah menemukan tempat yang semoga cocok untukku berjualan..


Dan setelah makan siang, aku langsung lanjut untuk mencari etalase nya.


Saat aku sedang berjalan untuk mencari toko etalase, tiba-tiba ponsel ku bergetar.


Drrrrrrrrrtrrttt Drrrrrrrrtrrttt


Aku melihat nama mama muncul dilayar ponselku.


'halo ma..?'


'halo sayang, gimana keadaan kamu?'


'aku baik ma..'


'kamu semalam tidur dimana? Mama khawatir banget.'


'aku udah dapat kost-an ma.. Dan aku juga udah dapat tempat buat aku berjualan..'


'oh, syukur kalo gitu.'


'ma, udah dulu ya, aku lagi mau beli etalase nih'


'oh yaudah sayang, jangan lupa kabarin mama kalo ada apa apa ya!'

__ADS_1


'iya ma..'


Akhirnya aku memebeli sebuah etalase dengan tinggi 2m dan lebar 1,7m.


Aku langsung berberes di tempatku berjualan.


"neng mau jualan disana ya?" kata seorang penjual minuman sembari menunjuk toko/kios ku.


"iya pak." jawabku sambil tersenyum, lalu meneguk minuman botol ditanganku.


"itu tempatnya bagus neng, suka ramai yang beli kalo daerah sini."


"oh gitu ya pak. Tapi kenapa tadinya tempatnya kosong?"


"itu karena yang punya toko mau pulang kampung dan gak akan balik lagi kesini neng, makanya dijual sama pak Harun."


Aku manggut-manggut. "Oh, iya, iya Pak.."


Pak Harun itu orang yang menyewakan toko nya padaku. Mungkin karena itu ya, pak Harun bilang aku beruntung bisa dapat tempat jualan disitu.


****


Drrrrrrrrtttt Drrrrrrrrttt


'halo, Clar?'


'hm.. kenapa Rin?'


'lo kemana aja sih, seharian gak ada ngehubungin gue?'


'gue sibuk hari ini Rin..'


'wah gaya lo..! Sibuk banget lo sampe gak ngbales-bales chat gue?'


'ya emang gue hari ini sibuk banget Rin..'


'terus gimana? udah dapet belom tempat buat lo jualan?'


'udah kok, alhamdulillah..'


'kapan lo mulai jualan? Masih tetep mau jualan sop buah kan?'


'ya iyalah.. Abis apaan lagi? Gue gak ada keahlian jualan yang lain..' Aku menghela napas. 'gue kayaknya besok atau lusa mulai jualan.'


'yaudah deh, bagus. Makin cepet makin bagus.'


'iya, iya.. Udah dulu ya, gue capek banget nih, mau istirahat."


Sehabis sholat Isya' dan makan malam, aku langsung tertidur dengan begitu pulas. Mungkin karena kecapek'an.


Ah.. Hari yang cukup melelahkan.


Dan.. Aku masih harus mempersiapkan energi untuk besok, yang mungkin hari itu aku udah siap buat jualan.


Kadang aku tersenyum sendiri,, ternyata aku bisa juga hidup mandiri, terbebas dari orangtua yang sedari kecil tidak pernah sedikit pun aku lepas dari pengurusan mereka.

__ADS_1


Ya.. sekarang aku baru pertama kalinya hidup terpisah dari kedua orangtua ku. Rasanya.. lumayan. Aku cukup menikmatinya..


Semoga tetap bertahan seperti ini Clara.. Dan sebenarnya hari penentuannya adalah besok. Besok kehidupanku yang sebenarnya baru akan dimulai..


__ADS_2