
Perbincangan kami seketika terhenti karena teriakan Keisya yang bermaksud protes!
"STOOOOPPP!! Kenapa semuanya ngobrol terus sih? Aku kan laper, mau makan, terus abis itu mau tidur siang sama Mama Clara!" Kata Keisya yang sudah mengganti pakaian seragamnya dengan baju santai oleh Bu Sari.
Semuanya yang ada di ruang tamu tertawa dengan serentak. Wajah Keisya terlihat sangat lucu dan semakin cantik ketika dia marah seperti itu.
"ya udah, kita semua makan siang bareng yuk! Kebetulan tadi Bu Sari udah masak makanan yang special. Bener kan Bu?" Kata Tante Riana yang di anggukkan oleh Bu Sari.
Akhirnya kami semua pergi ke ruang makan. Di atas meja sudah tersaji berbagai makanan lezat.
Aku menatap satu persatu orang yang sedang mengelilingi meja makan ini. Mereka terlihat sibuk menyiapkan makanan mereka di piring.
Senyumku menggambarkan kebahagiaan akan kehangatan 2 keluarga ini, meskipun Om Arman tidak ikut bergabung karena masih sibuk di kantor. Aku sangat suka situasi seperti ini.
Sebenarnya aku masih tidak menyangka dengan semua yang sudah terjadi pada kisah 'perjodohanku'. Apa ini masih bisa disebut sebagai perjodohan?
Biasanya kan orang yang dijodohkan itu sebelumnya adalah orang asing yang dipertemukan secara 'paksa', sehingga perjalanan kisah mereka tanpa didasari dengan rasa cinta. Ada yang tetap pada pendirian mereka yang tidak mau mencintai orang yang di jodohkan pada mereka, dan ada juga yang akhirnya mereka saling mencintai satu sama lain karena cinta tumbuh dengan perlahan ketika mereka sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan pasangan mereka.
Tapi aku ingin berterima kasih pada Tuhan, karena telah memberiku kesempatan untuk terlebih dahulu mencintai orang yang dijodohkan padaku, sehingga aku tidak merasa terpaksa atas perjodohan ini. Meskipun memang pada awalnya aku sempat menolak nya karena ingin memilih cintaku sendiri. Tetapi ternyata, orang yang aku cintai adalah orang yang di jodohkan padaku.
Terimakasih Ya Allah, Tuhanku.
****
Keisya langsung menarikku ke dalam kamar nya setelah kami semua selesai makan siang.
Dia berbaring di tempat tidur, lalu aku membantu menyelimuti nya. Tapi tiba-tiba ada yang membuka pintu kamar Keisya.
Aku dan Keisya mengarahkan pandangan pada pintu.
"boleh Papa masuk?"
Ah.. ternyata Keanu yang datang.
"boleh kok Pah, masuk aja..!"
Keanu masuk dan duduk di tepi ranjang Keisya. Dia memperhatikan ku yang sedang mengusap-usap kepala Keisya, lalu tersenyum.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Keisya pun tertidur dengan lelap.
"ayo kita keluar!" ajakku pada Keanu.
Aku berjalan menuju pintu, tapi Keanu menahan lengan ku dan dia berdiri di depanku, menghalangi pintu.
"ada apa Mas?" tanyaku, sedikit berbisik karena takut mengganggu tidur Keisya.
Keanu menatapku dengan lekat, tetapi dia tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
Dia tidak tahu apa? Aku sangat gugup ketika dia menatapku seperti itu. Dan aku tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Mas.. Kenapa sih?"
Dia malah tersenyum dengan posisi tangannya yang masih memegang lenganku, tapi belum berbicara satu kata pun.
Aku hampir terhipnotis oleh tatapan matanya jika saja aku tidak bisa mengontrol diriku.
Sudah cukup!
Sudah cukup dia membuatku merasa tidak tenang seperti ini. Dan aku harus cepat-cepat keluar dari situasi ini.
"ya udah, aku mau keluar!" Aku melangkah ke sampingnya dan meraih gagang pintu.
Tetapi belum aku sempat membuka pintu, Keanu langsung berbalik dan memelukku dari belakang.
Aku reflex memejamkan mata saat itu juga, karena terlalu kaget dengan apa yang Keanu lalukan.
Aku mencoba mengatur napas dan detak jantungku yang sudah sangat tidak terkontrol.
"Mas.."
"makasih Clara.. Kamu sudah sangat menyayangi Keisya. Aku merasa sangat beruntung bisa mengenalmu dan juga memiliki mu." Keanu membisikkan nya tepat di telingaku. Dan itu membuatku semakin terhanyut.
Aku tersenyum mendengar perkataannya. Dan semakin lama, ternyata posisi ini membuatku semakin merasa tenang dan nyaman. Seakan aku tidak ingin dia melepaskan pelukannya.
Tok tok tok..
Kreeekkk
"Tante Riana?"
Huhh.. Untung saja Tante Riana mengetuk pintu terlebih dahulu. Jika tidak? Aaaaaa..!
Aku akan malu sekali.
"Keisya udah tidur?"
"dia baru aja tidur Ma.." Keanu menjawab pertanyaan Tante Riana.
"oh.." tante Riana mengangguk. " ya udah kita ke depan yuk!"
Aku mengangguk, lalu mengikuti tante Riana ke ruang tamu. Dan Keanu berjalan dibelakangku.
"sayang, kamu hari ini pulang aja ke rumah ya.." ajak Mama setelah aku duduk di sofa ruang tamu.
"gak apa-apa Ma.. aku pulang ke kost-an aja.."
__ADS_1
"kenapa gitu? Calon pengantin itu gak baik tinggal sendiri.." kata Mama sambil tersenyum.
"maksud Mama?"
"Clara,, kamu kan sama Keanu sudah pacaran, berarti sekarang kalian tidak punya alasan untuk menolak perjodohan ini kan? Kecuali kalau kalian tidak sayang dengan Keisya." kata Tante Riana.
Aku dan Keanu saling menatap.
"dan asal kalian tau, gak baik lho lama-lama berpacaran, kalian kan belum muhrim, jad gak boleh kalau keseringan berduaan. Inget, yang ketiga nya itu setan, jadi kalian harus segera meresmikan hubungan kalian.. Ngerti nggak?" lanjut Tante Riana.
Keanu mengangguk. "Aku gak keberatan Ma.. Tapi gak tau kalo Clara." lalu dia menatapku.
"aku.." Aku menghela napas. "aku juga gak keberatan Tan.."
Ah..
Aku merasa lega sekali setelah mengatakan kalimat itu.
Tapi apa aku benar-benar sudah siap?
Aku sangat menyayangi Keisya dan aku juga mencintai Keanu. Jadi kupikir, ini adalah jalan yang sangat tepat yang harus ku ambil.
Sekarang rintangan yang harus ku hadapi hanya tinggal satu lagi. Nadia. Aku harus menjelaskan padanya agar dia bisa menerima kenyataan yang mungkin akan sangat terasa menyakitkan baginya.
Aku memutuskan untuk tetap pulang ke kost-an sekitar pukul 4 sore. Mama dan Papa juga pulang ke rumah.
Aku diantar Keanu menggunakan mobil sport putih yang waktu itu di pakai ketika jalan-jalan bersama Keisya ke taman hiburan. Karena Tante Riana tidak mengijinkan untuk memakai motor.
"kalian jangan terlalu sering boncengan motor kalau belum menikah, gak baik! Lagipula ini sudah agak sore, kasian Clara nya bisa kedinginan dijalan."
Keanu mengangguk. "iya Ma.."
Aku dan Keanu keluar dan berdiri di teras.
"jangan cemberut gitu, bisa gawat!" kata Keanu.
"emangnya kenapa?"
"kamu terlihat lebih cantik dengan ekspresi seperti itu, bisa gawat kalau aku tidak bisa menahan diri."
Ish.. Bisa-bisa nya dia menggombal. Aku pikir pria yang sedikit dingin sepertinya tidak akan bisa berkata seperti itu.
"aku tau kamu kecewa karena kita pulangnya gak naik motor. Kamu jadi gak bisa peluk aku, iya kan?" kata Keanu dengan tampang meledek.
"iiiihhh.. buruan sana ambil mobil nya! Bisa-bisa aku pulangnya kesorean lagi..!" kataku, sambil mendorong Keanu dan masih memasang wajah cemberut.
Dia tertawa lalu pergi ke arah garasi.
__ADS_1
Ah.. Dia ini! Kadang terlihat begitu baik, dewasa, dan bijaksana. Tapi kadang juga dia bersikap menyebalkan seperti ini.
Keanu..