
Keanu sudah menghentikan mobilnya di depan gerbang kost ku.
Dia turun, lalu berjalan memutari mobil dan membuka pintu untukku.
"ayo masuk dulu!" ajakku setelah kami berdua berdiri disamping mobil.
"tuh..!" Keanu meniru gayaku ketika aku menunjukkan papan pengumuman didepan gerbang kost.
"gak apa-apa kalo cuma di teras."
"apa begitu?"
"tentu saja!"
Aku mengajak Keanu menuju teras, dan mempersilakannya duduk di kursi yang berada di teras.
"ayo duduk, aku akan kedalam sebentar mengambil minuman."
Ketika aku akan keluar, aku melihat Nadia dari kaca jendela kamarku. Sepertinya dia baru pulang, entah darimana.
"Mas Keanu? Sedang apa disini?"
"eh, Ibu guru.. Saya ada perlu dengan Clara."
"oh, begitu.."
Aku memutuskan keluar dengan membawa cangkir yang berisi teh panas, juga beberapa cemilan di nampan yang aku bawa.
"hey, Clara! Kamu tidak bisa membaca papan peringatan didepan?"
Baru aku mengambil napas untuk menjawab pertanyaan Nadia, Keanu mendahuluiku menjawabnya.
"maaf Bu guru.. Saya kesini karena ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting pada Clara, dan mungkin tidak akan lama. Lagipula ini hanya di teras, tidak mungkin kami berbuat macam-macam."
Nadia langsung berbalik dan berjalan menuju kamarnya tanpa menjawab perkataan Keanu, dengan ekspresi yang sangat kesal sepertinya.
"gimana itu, Mas?"
"gak apa-apa, biarin aja.. Nanti kamu jelasin aja semuanya dengan pelan-pelan, aku yakin dia pasti mengerti."
Aku menangguk. "baiklah.."
"kamu repot-repot banget" kata Keanu sambil melihat minuman dan makanan yang kubawa.
"nggak kok! Eh, Mas.. tadi kamu bilang sama Nadia, kamu mau bicara sesuatu yang penting sama aku. Itu bener atau cuma alasan kamu sama Nadia aja?"
__ADS_1
"Nggak, aku bener-bener mau bicara sesuatu yang sangat penting sama kamu."
"apa itu?"
"tapi kamu harus janji, kamu gak akan bilang-bilang pada siapapun, terutama Keisya. Karena ini, sebuah rahasia."
Rahasia? Memangnya Keanu punya rahasia apa? Aku menjadi sangat gugup untuk mendengarkan perkataan Keanu.
"Aku pikir, kamu harus tau tentang ini karena sebentar lagi kamu akan menjadi bagian dari keluargaku."
Aduhh.. aku jadi semakin deg-degan!
"kamu punya rahasia apa sih Mas?"
"jadi sebenernya.." Keanu menghela napas. " Keisya itu.. bukan anakku."
"apa?? Maksud kamu?"
"Keisya itu sebenarnya anak kakak ku."
"kakak? Bukannya kamu anak tunggal?"
"iya, aku memang satu-satunya anak yang lahir dari rahim Mama, tapi aku punya seorang kakak angkat yang Mama adopsi. Katanya, dulu Mama mengadopsi kakak ku yang bernama Sheila itu karena setelah bertahun-tahun pernikahan Mama dan Papa, mereka tidak juga memiliki anak. Jadi mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan untuk memancing supaya Mama bisa hamil."
Aku mengangguk-anggukkan kepalaku dan terus fokus menyimak cerita Keanu.
"kamu pasti sangat menyayangi kakak mu?!"
Keanu tersenyum, "tentu saja! Kami memang bukan saudara kandung, tapi kakak ku itu sangat menyayangiku. Dan dia rela mengorbankan apapun demi aku ketika dia masih hidup." Lalu dia menghela napas. " dan aku akan membalas semua kebaikan kakak ku itu dengan menyayangi Keisya seperti anak kandungku sendiri."
"kamu hebat. Aku bangga sekali padamu Mas.."
" kamu nggak marah? Atau.. gak ngerasa dibohongi?"
"nggak Mas.. Siapapun Keisya, dan apapun status nya denganmu, aku akan selalu menyayanginya. Dan aku akan tetap menganggap nya seperti anakku sendiri."
"sekarang anak? Waktu itu kan adik?"
"ish.. ya pokoknya apapun itu, aku akan selalu menyayanginya, sama sepertimu."
Keanu menggenggam kedua tanganku. "aku tidak akan pernah berhenti untuk terus berterimakasih padamu. Kamu benar-benar bisa menerimaku apa adanya. Bahkan kamu tidak keberatan ketika kamu tau aku memiliki seorang anak."
Aku tersenyum dan mengangguk. " aku akan selalu berusaha untuk terus menyayangimu dan juga Keisya.."
"Ekhm!"
__ADS_1
Aku kaget dan segera melepaskan tanganku dari genggaman tangan Keanu ketika mendengar seseorang yang berdehem itu.
Ya.. sudah bisa ditebak. Nadia!
Ah.. mengganggu saja..
"katanya gak mau macam-macam! tapi apa yang aku lihat barusan? kalian berpegangan tangan di tempat terbuka seperti ini! Kalian sudah tidak mempunyai rasa malu?" Cerocos Nadia dengan nada hampi berteriak.
"Nadia, kamu.."
"sudahlah Clara! Sekarang kamu sudah tidak bisa mengelak lagi! Kamu ada hubungan lebih kan dengan Mas Keanu? Kamu beneran nikung aku kan?"
"Bu guru, kenapa kamu bilang kalau Clara nikung kamu?"
"Asal Mas Keanu tau ya! Aku udah suka sama Mas Keanu sejak pertamakali Mas Keanu datang ke sekolah untuk mengantar Keisya! Dan Clara sudah tau kalau aku suka sama kamu! Tapi apa yang dia lakukan sekarang? Dia malah mendekati pria yang disukai sama temennya sendiri!!"
"buka begitu Bu guru.. Aku dan Clara sudah dijodohkan sejak lama oleh orangtua kami." Keanu menjelaskan dengan santai, tanpa terpancing dengan Nadia yang sudah berapi-api.
"tapi kenapa waktu itu Clara gak bilang begitu?"
"karena aku juga baru tau Nad.." jawabku.
"tapi tetep aja! Aku yang lebih dulu mengenal Mas Keanu, dan aku yang lebih dulu menyukai Mas Keanu!"
"anda salah, Bu guru! Aku dan Clara sudah bertemu sejak 2 tahun yang lalu, dan aku sudah menyukainya sejak saat itu."
Aku tidak mengerti, bisa-bisanya Keanu tetap berbicara dan memanggil Nadia dengan begitu formal setelah Nadia berkata-kata seperti itu!
Hah.. dia ini..
"jadi Bu guru jangan terus menyalahkan Clara, karena ini bukan salahnya. Tapi takdir lah yang mempertemukan kami, yang diawali dengan Keisya yang menyatukan kami."
Nadia tidak menjawab, dan dia memalingkan muka.
"kami harap Bu guru bisa mengerti. Dan juga, perasaan seseorang itu timbul dari dalam hati nya masing-masing, tidak bisa dipaksakan."
Dan akhirnya kalimat terakhir yang di ucapkan oleh Keanu membuat Nadia pergi kembali masuk kedalam kamar kost nya.
"apa aku harus merasa bersalah?"
"tidak. Ini bukan salahmu. Dialah yang harus mengerti, kita saling mencintai dan memang sudah di jodoh kan. Kamu ingat kan bagaimana cara Tuhan mempertemukan kita? Itu adalah takdir yang akan kita jalani."
Seketika aku merasa tenang setelah mendengar apa yang Keanu katakan barusan.
Aku merasa sangat beruntung memiliki pria yang sangat pengertian seperti dia.
__ADS_1
Dan apa kau tahu apa yang paling membuatku lebih bahagia lagi? Dia tidak pernah menyentuh wanita lain. Aku adalah yang pertama untuknya, dan dia juga yang pertama bagiku.