
Aku sekarang sedang mondar-mandir dikamarku, karena memikirkan perkataan Ririn..
'Nadia juga harus bisa nerima kalo pada akhirnya si Mas duren itu suka sama lo! Dia kan belum milik siapa-siapa sekarang!' kata Ririn di kafe tadi.
Apa benar bisa begitu? Aku hanya merasa tidak enak. Kalau saja Nadia belum memberitahuku semuanya, itu akan berbeda lagi masalahnya.. ini kan..??
Drrrrrrrrrrrtttt Drtrrrrrrrrrrrrttttt
Mama?
Ahh.. ya! 3 hari ini aku sampai lupa buat ngehubungin mama.. Jadi kangen..
'halo Ma?'
'halo sayang.. kamu kok udah lama gak nelpon mama sih? Mama kangen tau sama kamu..!'
'maaf mah.. kemarin-kemarin aku cukup sibuk ngurusin beberapa hal..'
'kamu ada masalah? Kok gak bilang sama mama?'
'nggak kok ma.. sekarang semuanya udah baik-baik aja, mama tenang ya,, percaya sama aku!'
'oke sayang, mama percaya sama kamu..' jeda 'oh ya! Besok boleh nggak mama ketemu kamu?'
'ada apa ma?'
'ada yang mau mama omongin, ini tentang perjodohan kamu sama anaknya tante Riana itu..'
Wahh.. aku kira mama nggak akan ungkit masalah ini lagi.
'itu masih berlanjut ma? aku kira mama udah lupa..'
'hahaha.. kamu lucu sekali.. mana mungkin mama lupa, hm?'
Benar juga.
Mama gak mungkin bisa lupain perjodohan ini dengan mudah, hanya karena aku pindah dari rumah..
Ma.. biarin aku mendapat jodoh dengan caraku sendiri, dengan orang yang kucintai dan dia mencintaiku.. Bukan orang asing yang harus terpaksa menikahiku..
Apa permintaan itu terlalu muluk bagiku? Apa aku benar-benar tidak berhak memilih cintaku sendiri?
Aku tahu, Mama ingin yang terbaik untukku.Tapi apakah tidak ada cara lain untuk membuatku bahagia?
Huhh..
Aku terduduk di ranjangku dengan lamunan-lamunan tentang perjodohanku, dan.. seketika aku mengingat Keanu.
Apa benar aku mulai mencintainya?
****
Hari ini hari minggu.. Biasanya saat aku masih tinggal dirumah Mama, pasti aku bangun siang, dan malas-malasan sepanjang hari.
Tetapi sekarang tidak bisa! Aku mempunyai tanggungjawab walaupun hanya untuk kehidupan ku sendiri.
Aku bahkan harus lebih semangat hari ini, karena jualanku biasanya lebih ramai di hari libur..
Semangat, Clara..!
****
Aku melihat Keanu baru datang ketika aku sedang melayani beberapa orang pembeli, tetapi sepertinya dia tidak datang sendiri hari ini.
__ADS_1
Aku melihat dia menggendong anak kecil turun dari motor nya..
Oh.. mungkin itu anaknya Keanu yang murid Nadia itu.
Benar juga. Ini kan hari minggu, dia tidak sekolah hari ini..
Keanu mendudukkan anak kecil itu di kursi plastik ketika dia sedang membuka tokonya dengan posisi membelakangiku.
"pah.. aku haus!" kata anak kecil itu.
Aku yang mendengarnya, spontan masuk kedalam dan mengambilkan air.
Aku kembali keluar dan menyodorkan air yang kubawa.
Tapi saat aku keluar, Keanu terlihat sedang menyuapinya minum.
"Clara.."
"eh, maaf.. aku kira kamu nggak punya minum ditoko kamu, jadi aku bawain.."
"ada kok.. maksih ya.."
"iya.. Ngomong-ngomong ini anak kamu kan?" Aku merendahkan kepalaku untul melihat wajah anak itu.
Wahh.. Cantik sekali. Cukup mirip wajahnya dengan Keanu.
"kamu tau darimana kalo ini anak aku?"
Tapi sebelum aku menjawab.. Tiba-tiba anak itu turun dari kursi dan lalu memelukku.
"Mama..!" katanya, setengah berteriak.
Aku dan Keanu langsung bertatapan kaget.
"sayang, itu namanya Tante Clara, bukan Mama.." Keanu berjongkok sambil memegang kedua bahu anaknya setelah melepas pelukannya dariku.
Aku masih bingung, harus bereaksi seperti apa? Dan aku juga bingung, kenapa anaknya Keanu bisa memanggilku 'Mama'.
"yaudah.. kamu boleh kok panggil tante dengan Mama..!"ucapku akhirnya, sambil tersenyum.
"tuh kan.. Mama aja gak apa-apa!" katanya lagi, dengan kembali memelukku.
"oh..ya! Nama kamu siapa?"
"namaku Keisya Ma.."
"wah.. namanya cantik, sama seperti wajah kamu, cantik banget!"
"makasih Mama.."
Anak itu terlihat sangat bahagia, dia seperti benar-benar bertemu dengan Mama nya.
Tapi aku juga menyukainya, dia sangat manis dan pintar.
"oh..ya! Kesya udah makan belum? Mau makan sama mama nggak?" tanyaku.
"emangnya kamu belum makan Clar? Ini udah hampir jam 10 lho..!" kata Keanu.
"iya,, aku belum sempet makan, soalnya dari tadi yang beli rame banget."
"aku mau makan sama Mama..!"
"Keisya, kamu kan tadi dirumah udah makan!"
__ADS_1
"tapi aku mau makan lagi, sama Mama.."
"yaudah, ayo sini ikut mama!"
Aku mengajaknya masuk ke kiosku. Lalu kami makan, dan.. aku menyuapi Keisya.
Setelah melayani pembeli, Keanu menghampiri kami yang sedang makan.
"kamu itu udah gendut lho! Jangan kebanyakan makan.." kata Keanu pada Keisya.
"abisnya enak, di suapin mama..!" jawab Keisya sambil meneruskan makannya.
Apa begini ya rasanya punya anak? Cukup menyenangkan. Dan aku menyukainya.
Tadinya aku berpikir, aku tidak mau dijodohkan dengan duda anak 1 karena aku belum siap punya anak. Apalagi itu bukan anak kandungku.
Tapi kalau anaknya manis seperti Keisya, aku nggak keberatan. Serius!!
Tapi kan cucu nya Tante Riana belum tentu semanis Keisya..? Gimana kalo anaknya bandel? terus galak sama ibu tiri?
bukan ibu tiri yang galak sama anak tirinya, lho!
Ahh.. Sudahlah..
Nikmati saja permainan yang ada didepan mata, jangan terus memikirkan hal yang semu.
Yang belum tentu terjadi..
Sepertinya Keisya benar-benar menyukaiku, dan menganggap jika aku adalah 'Mama' nya.
Malah dia sekarang sedang tidur dipangkuannku. Pulas sekali. Seperti tidak ada beban.
Dia terlihat sangat cantik, bahkan ketika tertidur seperti ini. Aku jadi bisa menatapnya dengan sangat jelas.
Kulitnya sangat putih dan mulus, mata besar dengan bulu mata yang lentik, hidung mancung seperti milik Keanu, juga bibir yang merah alami.
"maaf ya Clar.. Keisya jadi ngerepotin kamu.."
"udah.. gapapa! Aku suka kok, Keisya anaknya sangat manis." aku tersenyum sambil menatap Keisya yang sedang tertidur pulas dipangkuanku.
"oh..ya! Tadi kamu belum jawab pertanyaanku, kamu tau darimana kalo Keisya itu anak aku?"
"itu.. dari Nadia!"
"kamu kenal sama Nadia?"
"iya.. jadi Nadia itu tetangga aku di kost-an."
"permisi, beli sop buah nya dong mbak!" Tiba-tiba ada suara perempuan yang mau beli aop buah.
Aduh.. tapi gimana ya? aku kan lagi gendong Keisya.. Mana tidurnya pulas banget.
Keanu menatapku. "aku aja yang bikin ya?"
"emang kamu bisa?"
"semoga aja.." ucap Keanu sambil berdiri dan berjalan ke depan.
"mbak, anaknya ya? Cantik banget, mirip sama mama papa nya!" kata pembeli itu.
Keanu yang berada didepan etalase melirikku ke belakang, dan kami hanya tersenyum satu-sama lain.
"makasih mbak.." jawabku.
__ADS_1
kok, jadi bilang makasih? Maksudnya,, aku mau gitu disebut mamanya Keisya? Dibilang mirip juga!
Tapi hatiku memang tidak keberatan..