
~ **POV KEANU** ~
Entah kenapa, aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada diri Clara. Dia sangat berbeda hari ini. Bahkan dia sepertinya sangat tidak rela saat akan aku tinggalkan ke kantor.
Aku berusaha tetap fokus mengendalikan setir mobilku, meskipun di otakku sangat penuh dengan tanda tanya akan sikap Clara yang tidak seperti biasanya itu. Dia seperti sedang mempunyai firasat buruk. Apa aku benar-benar akan mengalami hal buruk sekarang? Sehingga dia sepertinya sangat enggan untuk membiarkanku pergi.
Atau.. Malah padanya?
Tidak, tidak! Aku tidak boleh membiarkan sesuatu terjadi pada gadis kesayanganku itu.
Syukurlah, sekarang aku sudah sampai diparkiran kantorku dengan selamat.
Semoga saja firasat yang Clara rasakan tidak benar adanya.
Aku mengurungkan niatku untuk turun dari mobil ketika aku mendengar ponselku berbunyi.
"hallo Ma?"
'Keanu, kamu dimana sekarang?' suara Mama terdengar panik dibalik telepon. Dan juga.. sedih?
"aku baru sampai kantor Ma, ada apa?"
'Clara Nak,, Clara..! Hiks.. Hiks..'
"Clara kenapa Ma? Mama kok nangis?" Aku sangat panik.
"barusan Mamanya Clara telpon, kalo Clara mengalami kecelakaan tabrak lari di depan minimarket dekat rumahnya..! Hiks.. Hiks.." Mama terus mengangis.
"Apa?? Clara kecelakaan Ma? Terus sekarang dia dimana??"
'katanya, Clara sudah dibawa ke rumah sakit Medical Centre. Ini Mama juga udah siap mau kesana. Hiks.. Hiks..'
"iya Ma, Keanu juga kesana sekarang."
Aku kembali menjalankan mobil setelah mengakhiri panggilan dengan Mama.
Pikiranku terasa sangat kacau mendengar berita itu. Badanku melemas seketika.
Arrrgggghh!!
Akupun berteriak dengan sangat kencang untuk mengurangi kecemasanku. Bagaimanapun aku harus mengendalikan diriku dengan baik. Apalagi dengan keadaanku yang sedang menyetir sekarang.
Bahkan tanganku yang gemetar ini terasa sangat dingin dan kaku. Tetapi aku harus kuat.
__ADS_1
Jangan sampai ada dua korban kecelakaan sekaligus di hari yang sama.
Aku harus tetap berhati-hati untuk dapat menyaksikan keadaan gadis yang sangat aku cintai itu baik-baik saja.
"fokus Keanu.. Fokus!" aku berbicara dengan diriku sendiri.
Ternyata kejadian ini yang membuat Clara begitu tidak enak hati tadi pagi. Aku sangat menyesal karena tetap memutuskan untuk pergi ke kantor disaat keadaan Clara yang begitu berat melepaskanku.
***
~ **Masih POV Keanu** ~
Aku segera memarkirkan mobilku saat tiba di rumah sakit. Dan langsung pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan kamar Clara.
Akupun segera berlari untuk mencari ruangan Clara.
Langkahku terhenti saat melihat orang-orang yang kukenal berkerumun didepan sebuah kamar rawat. Mereka adalah Mama, Mamanya Clara, Ririn, Dinda dan juga Keisya.
"Papa!" Keisya berlari kearahku dan memelukku dengan sangat erat. Sepertinya dia baru selesai menangis, karena masih tersisa isakan yang kudengar.
"Pa, Mama Clara Pa.." Keisya terus memelukku.
"Keisya tenang ya, Mama Clara pasti baik-baik aja. Ayo kita ke Oma..!" aku mengajak Keisya menghampiri Mama dan yang lainnya.
"Tante belum tau Keanu, Clara baru saja dipindahkan ke ruang rawat, dan sekarang dokter sedang memeriksanya." jawab Mama Clara dengan suara yang parau dan diselingi dengan isakan.
Tak lama kemudian Papa dan Om Yusuf tiba berbarengan. Mereka tak kalah panik nya denganku. Apalagi Om Yusuf. Beliau duduk termenung di kursi tunggu dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Akupun menghampirinya.
"Om.."
Om Yusuf menolehku. "sini duduk Nak.."
"maafkan aku Om, aku tidak bisa menjaga Clara.. Padahal tadi Clara sudah mempunyai firasat buruk. Tapi aku malah tetap berangkat ke kantor dan meninggalkannya."
"jangan menyalahkan dirimu sendiri, ini adalah sebuah musibah. Om yakin, kamu juga tidak menginginkan ini terjadi bukan?"
"tentu saja Om..Mana mungkin aku menginginkannya?"
"kalau begitu, berhenti menyalahkan dirimu. Om tau, kamu sangat menyayangi anak Om. Lebih baik kita berdo'a agar Clara baik-baik saja."
Aku mengangguk. "iya Om."
__ADS_1
"Pah, kenapa dokter nya belum keluar juga? Kenapa mereka sampai selama ini memeriksa anak kita?" Tanya Mama Clara yang baru saja menghampiri kami.
"tenang Ma.. Dokter kan memang harus teliti memeriksanya.. Kita berdo'a supaya Clara baik-baik saja!" Om Yusuf pun memeluk istrinya itu.
Sekitar 20 menit setelahnya, keluarlah dokter perempuan kira-kira berusia 40th dari ruangan Clara. Dan kami semua langsung menghampirinya.
"bagaimana keadaan calon istri saya dok?" tanyaku yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan dokter.
"apa anda semua keluarga pasien?"
"iya dok.. kami semua keluarganya." jawab Mama Clara.
"baiklah.. Jadi begini. Pasien mengalami patah tulang dibagian lutut, dan pendarahan yang cukup banyak di pangkal paha nya. Tetapi tidak usah khawatir karena persediaan darah disini masih banyak. Dan juga-"
"juga apa dok?" tanyaku penasaran.
"ini masih belum pasti, karena masih harus dilakukan USG dan juga CT scan."
"memangnya Clara kenapa dok?" desakku yang merasa kesal karena dokter tidak menjelaskan secara rinci.
"Nona Clara diduga mengalami kerusakan pada dinding rahimnya, akibat benturan dari mobil yang menabraknya."
"maksud dokter?"
"mudah-mudahan lukanya tidak terlalu parah, sehingga tidak perlu dilakukan operasi pengangkatan rahim dan bisa disembuhkan dengan obat. Tetapi, jika memang parah, terpaksa rahimnya harus di angkat, dan itu pasti akan mengakibatkan Nona Clara tidak akan bisa hamil."
"dokter! Dokter pasti bohong! Anak saya tidak akan operasi pengangkatan rahim kan? Dia akan baik-baik saja kan? Dia pasti akan memberikanku cucu kelak..!!" Mama Clara berteriak-teriak histeris dan mengamuk. Sampai-sampai Mamaku dan Om Yusuf hampir tidak bisa menahan amukannya.
"tenang Ma.. Clara pasti baik-baik saja, percaya sama Papa!" Om Yusuf berusaha menenangkan Mama Clara.
"iya bu, maafkan saya. Saya bilang itu belum pasti, karena masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan, tetapi harus menunggu pasien sadar terlebih dahulu." dokterpun turut menenangkan Mama Clara.
Bruukkk
Mama Clara hampir jatuh ke lantai karena pingsan. Tapi untung saja Om Yusuf bisa menahannya.
Mama Clara pun segera diperiksa oleh dokter. Tetapi dokter berkata bahwa Mama Clara baik-baik saja, hanya pengaruh terlalu shock saja.
***
Ya Tuhan..
Kenapa ini harus terjadi pada Clara? Gadis yang sangat aku cintai..
Bahkan aku baru merasakan kebahagiaan yang begitu singkat ini dalam hidupku. Memang baru sekali ini aku merasakan bahagianya jatuh cinta.. Tapi kenapa Kau merenggut kebahagiaanku? Kenapa harus Clara ku Tuhan..??
Aku hanya bisa menangis didalam hatiku. Karena memang aku harus tetap terlihat tegar dihadapan orangtua ku dan juga orangtua Clara.
__ADS_1
Baiklah jika memang ini sebuah takdir. Tapi kumohon, sembuhkan dia..! Sembuhkan Clara ku seperti sediakala.. Aku ingin melihat senyumannya lagi, aku ingin melihat keceriaannya lagi. Sembuhkanlah dia Ya Allah.. Tanpa kurang satu apapun.
DEAR READER, MINTA LIKE DAN KOMENNYA JUGA DONG, BIAR AUTHOR SEMANGAT BUAT UP NYA..