
Langkahku sangat lesu ketika keluar kamar kost-an. Sebenarnya aku sangat tidak bersemangat untuk berjualan hari ini. Tetapi aku berpikir akan sangat bosan jika aku hanya berdiam diri di rumah seharian.
Ketika aku mengunci pintu kamar kost ku, aku mendengar seseorang memanggilku.
"Clara..!"
"Nadia? Ada apa? Kamu nggak ngajar?"
"hari ini aku tidak ada jadwal mengajar." jawab Nadia dengan sedikit terdengar 'jutek'
"oh.." aku mengangguk.
"kamu ada hubungan apa sama Mas Keanu?" Ekspresi Nadia terlihat sangat kesal padaku.
"ya. seperti yang kamu tau, aku teman jualan Mas Keanu."
"bohong! Kamu pasti punya hubungan yang lebih dari itu dengan Mas Keanu kan?"
"maksud kamu?"
"gak usah pura-pura polos gitu Clara! Kalau kamu tidak ada hubungan lebih, mana mungkin Keisya bisa memanggilmu dengan sebutan Mama? Dan aku juga lihat, kemarin Mas Keanu mengantarmu pulang!" Nadia menyilangkan tangannya di bawah dada. " apa kamu masih mau ngelak sekarang?"
Aku sebenarnya merasa kurang nyaman dengan sikap Nadia saat ini. Tapi mau tidak mau, aku harus menjawab pertanyaannya.
"untuk masalah Keisya, aku juga gak tau kenapa dia manggil aku Mama. Dan dia melakukannya sejak kami pertama kali bertemu."
"bohong!"
"maksud kamu apa terus mengatakan aku bohong?"
"kamu memang bohong kan? Kamu pasti berniat untuk menikungku. Kamu juga suka sama Mas Keanu kan??"
Aku membuang napas dengan kasar. "Nadia, kamu tidak berhak mengatakan itu padaku." kataku, dengan nada yang masih tenang.
"kenapa?"
"satu hal yang harus kamu mengerti. Mas Keanu itu bukan milik siapa-siapa saat ini, termasuk kamu. Jadi kamu tidak berhak mengatakan jika aku menikungmu. Dan aku juga berharap kamu bisa menerima jika pada akhirnya Mas Keanu memilihku."
"oh! jadi begitu? Kamu menantang ku? Kita lihat, siapa yang akan menang?" kata Nadia sambil berlalu pergi ke kamar kost nya.
Huhh.. Aku tidak tahu, mendapat keberanian darimana untuk mengatakan itu pada Nadia.
Mungkin karena perkataan Ririn kemarin. Katanya, aku mencintai orang yang tepat, dan aku berhak untuk bahagia atas cintaku.
Tapi aku juga tidak yakin, walapun misalnya aku dan Keanu memiliki perasaan yang sama, apakah kita akan bisa bersatu? Sedangkan kami berdua sama-sama dijodohkan dengan pilihan orangtua kami.
__ADS_1
****
Keanu terlihat sudah membuka tokonya ketika aku baru turun dari ojek online. Dia sedang membereskan duren-durennya.
Aku tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadap Keanu. Ini cukup membuatku bingung.
Aku melangkah pelan menuju kiosku, sebelum akhirnya mendengar namaku di panggil.
"Clara.."
Aku menoleh.
Ya! itu Keanu yang memanggilku.
"aku rasa kita perlu bicara sebentar."
Keanu berlalu ke toko nya dan kembali dengan membawa dua kursi plastik. Aku mengikutinya, lalu kami berdua duduk bersebelahan.
"aku ingin minta maaf." kata Keanu memulai pembicaraan, dengan wajah yang memandang lurus kedepan dan tidak menatapku.
Aku menoleh, dan hanya menatapnya tanpa merespon perkataannya.
"aku minta maaf karena sudah mengungkapkan isi hatiku."
"aku juga minta maaf, selama ini Keisya selalu merepotkanmu."
Aku menggeleng, tapi tetap tidak bersuara.
"jika menurutmu perasaanku ini akan menghancurkan pertemananmu dengan Nadia, maka aku akan berhenti untuk menyukaimu, dan aku akan menjauhkan Keisya darimu sebelum dia benar-benar mengharapkan mu. Tetapi, jika kamu berpikir bahwa kita masih bisa berteman, maaf aku tidak bisa. Jadi kita harus menjaga jarak, agar aku bisa segera melupakanmu."
Keanu beranjak berdiri dan hendak kembali ke dalam toko nya, tetapi dengan segera aku memegang pergelangan tangannya, sehingga langkah Keanu pun terhenti.
"Mas.. Aku mohon.. Kamu jangan jauhkan Keisya dariku, karena aku benar-benar sangat menyayanginya." Kepalaku mendungak untuk bisa menatap Keanu. "aku minta maaf jika perkataanku kemarin begitu menyinggung perasaanmu."
Keanu masih dalam posisi berdiri membelakangiku, dengan tangan yang masih digenggamanku.
"aku akan berusaha menjadi Mama yang baik untuk Keisya.." perkataanku kali ini membuat Keanu membalik dan menatapku untuk pertama kalinya sejak pembicaraan tadi.
"maksud kamu?"
Wah.. aku mengatakannya dengan sangat lancar. Padahal tadi pagi sarapanku hanya sandwich dan segelas susu, tapi kenapa sekarang aku merasa jadi orang yang berbeda?
"aku.. bersedia jika kamu ingin menjadikanku Mama nya Keisya secara resmi. Karena.. aku juga menyukaimu."
Luar biasa Clara.. Sepertinya sarapanmu kali ini benar-benar mempengaruhi otakmu dan juga membuat mulutmu menjadi bocor!
__ADS_1
Sial.
Padahal, aku paling tidak bisa mengatakan hal semacam itu pada seorang pria. Biasa nya aku adalah seseorang yang selalu menjaga image.
Ada apa denganku hari ini?
Keanu kembali duduk di kursi nya. "kamu serius?" ekspresinya menggambarkan tidak percaya.
Aku mengangguk dan menunduk. Tentu saja karena aku sangat malu. Ini pertama kalinya aku mengatakan hal itu pada seorang pria.
Terdengar dari suaranya, sepertinya Keanu tersenyum.
"tapi.." lanjut ku.
"tapi?"
"tapi aku ragu.. Meskipun kita memiliki perasaan yang sama, apakah kita akan bisa bersatu? Sedangkan kita sama-sama dijodohkan sama orangtua kita."
Keanu mengangkat dagu ku untuk menatapnya. "alasan orangtua ku menjodohkanku, karena aku selalu menolak ketika mereka menyuruhku untuk segera memberikan Mama untuk Keisya." Keanu menghela napas. "Aku akan membawamu untuk menemui mereka."
"tapi bagaimana jika orangtua mu tidak menyukaiku? Apalagi aku hanya seorang penjual sop buah. Dan.. tentang orangtuaku, bagaimana dengan mereka?"
"kita harus melakukannya satu persatu. Aku yakin, jika kita memang berjodoh dan mau berjuang bersama, maka semuanya akan berjalan dengan baik. Kamu percaya kan sama aku?"
Aku tersenyum dan mengangguk.
Dan jangan ditanya. Jantungku tidak henti-hentinya berdegup sangat kencang. Aku masih tidak percaya jika ini memang kenyataan, karena baru kemarin aku menangis sejadi-jadinya untuk menangisi akhir kisah yang begitu memilukan. Rencana Tuhan memang tidak bisa ditebak. Hari ini aku kembali bisa memgembangkan senyumku dihadapan orang yang aku cintai.. dan dia juga mencintaiku.
Aku benar-benar berharap bahwa kami akan selamanya bersama..
"jadi.. Apa sekarang kita.." Aku menghentikan kalimatku dan lalu menatap Keanu.
"pacaran kan?" Keanu mengangkat kedua alisnya dan sedikit senyuman menghiasi bibirnya.
Ya Tuhan! Detak jangtungku semakin berdetak tidak beraturan. Tetapi aku tetap berusaha menampilkan ekspresi yang santai, karena aku akan lebih malu jika Keanu mengetahuinya. Mungkin dia akan meledekku.
Tapi aku heran, bagaimana dia bisa terlihat tetap tenang seperti itu? Apa ini memang suatu hal yang biasa saja untuknya?
Mungkin memang begitu. Keanu adalah pria yang sangat tampan dan baik hati, sehingga mungkin saja dia memiliki banyak penggemar wanita yang biasa ia hadapi. Tapi aku yakin, dia bukan seorang playboy.
Ahh..
Semoga nanti malam aku akan bisa tidur nyenyak, tanpa banyak memikirkan tentang.. 'pacarku'.
Hahahahaha. Itu terdengar cukup aneh!
__ADS_1